<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110</id><updated>2011-07-30T08:01:41.097-07:00</updated><category term='musim gugur'/><title type='text'>novancute</title><subtitle type='html'>Don't think to be the best but do something to be the best</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-5661637989735702536</id><published>2009-07-08T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:13:48.668-07:00</updated><title type='text'>Bahan Pengajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas XII di SMA beserta Metode Pembelajarannya</title><content type='html'>A.  LATAR BELAKANG MASALAH&lt;br /&gt;Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan guru dan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.  Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam peserta didik maupun faktor eksternal yang datang dari luar peserta didik.&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran guru dapat merumuskan metode pembelajaran yang akan diimplementasikan.  Metode yang diimplementasikan oleh guru teesebut digunakan untuk mencapai standar kompetensi dan kompoetensi dasar, yang mana standar kompetensi dan kompoetensi dasar tersebut merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa.  Kompeteensi sendiri pada hakikatnya merupakan karakteristik mendasar seseorang yang berhubungan timbal balik dengan suatu kriteria efektif dan atau kecakapan terbaik seseorang.&lt;br /&gt;Penulis memandang guru perlu merancang dengan seksama metode-metode pemebelajaran yang disampaikan.  Pada langkah ini ditentukan metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan kompetensi.  Metode yang ditentukan juga harus sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran.  Selain itu metode tersebut juga harus mampu memciptakan iklim pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) bukan pada guru (teacher centered).&lt;br /&gt;Pada mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan diantaranya keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.  Dengan penguasaan keempat keterampilan tersebut diharapkan siswa mampu berkomunikasi dengan baik.&lt;br /&gt;Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan guru harus bisa menentukan metode apa yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan pengajarannya.  Dalam makalah ini penulis akan membahas bagaimana bahan pengajaran bahasa Indonesia pada kelas XII beserta metode pembelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  PEMBAHASAN MASALAH&lt;br /&gt;1.   Bahan Pengajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas XII di SMA&lt;br /&gt;Pada mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak/mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.  Keempat keterampilan tersebut disajikan dalam bahan pengajaran bahasa Indonesia secara terintegrasi sehingga implementasinya selalu berorientasi pada pencapaian kecakapan hidup (lifeskil).&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Paul T. Rankin digambarkan bahwa aktivitas menyimak/mendengarkan dalam pengajaran bahasa mencapai 42%, sedangkan aktivitas berbicara 25%, membaca 15%, dan menulis 11%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.   Keterampilan menyimak/mendengarkan.&lt;br /&gt;Kita sering mendengar istilah menyimak, menyimak merupakan suatu proses aktivitas yang mencangkup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menafsirkan, menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalam wacana lisan.  Tujuan utama menyimak antara lain untuk mendapatkan fakta, menganalisis fakta, mengevaluasi fakta, mendapatkan inspirasi, mendapatkan hiburan, dan memperbaiki kemampuan berbicara.&lt;br /&gt;Secara garis besar menyimak dibagi menjadi dua jenis, yaitu menyimak ekstensif dan menyimak intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)  Menyimak ekstensif&lt;br /&gt;Menyimak ekstensif yaitu proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti menyimak radio, televisi, percakapan orang di pasar, serta menyimak pengumumun.  Jenis-jenis menyimak ekstensif anatara lain :&lt;br /&gt;a)  menyimak sekunder, yaitu menyimak yang terjadi secara kebetulan, misalnya makan sambil mendengarkan berita.&lt;br /&gt;b) menyimak sosial, yaitu menyimak yang berlangsung dalam situasi-situasi sosial seperti di pasar atau di terminal.&lt;br /&gt;c) menyimak apresiatif, yaitu menyimak untuk menghayati dan menikmati sesuatu, misalnya menyimak pembacaan pantun, puisi, atau menyimak drama&lt;br /&gt;d)  menyinmak pasif, yaitu menyimak yang dilakukan tanpa upaya sadar&lt;br /&gt;2)  Menyimak intensif&lt;br /&gt;Menyimak intensif yaitu menyimak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi agar dapat menangkap makna yang dikehendaki.  Jemis-jenis menyimak intensif antara lain :&lt;br /&gt;a)  Menyimak kritis, yaitu kegiatan menyimak untuk memberikan penilaian secara objektif mengenai kebenaran informasi yang disimak.&lt;br /&gt;b)  menyimak konsentratif, yaitu menyimak dengan penuh perhatian untuk memperoleh pemahaman yang baik tentang informasi yang disimak.&lt;br /&gt;c)  menyimak eksploratif, yaitu kegiatan menyimak yang dilakukan untuk menemukan informasi baru.&lt;br /&gt;d) Menyimak kreatif, yaitu kegiatan menyimak yang bertujuan mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas penyimak, misalnya dengan cara mengemukakan kembali gagasan pembicara.&lt;br /&gt;e) menyimak interogatif, yaitu kegiatan menyimak yang bertujuan memperoleh informasi dengan cara mengajukan pertanyaan yang diarahkan kepada perolehan informasi tersebut.&lt;br /&gt;f)  menyimak selektif, yaitu menyimak yang memusatkan perhatian pada hal tertentu yang sudah dipilih.&lt;br /&gt;Adapun standar kompetensi dan kompetensi dasar menyimak pada kelas XII di SMA adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Standar Komptensi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;1. Memahami informasi dari berbagai  laporan&lt;br /&gt;1.1.  Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan&lt;br /&gt;1.2.   Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran&lt;br /&gt;2.  Memahami pembacaan novel&lt;br /&gt;2.1.  Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan.&lt;br /&gt;2.2.  Menjelaskan unsur-unsur intristik dari pembacaan penggalan novel&lt;br /&gt;3. Memahami informasi dari berbagai sumber yang disampaikan secara lisan&lt;br /&gt;3.1.   Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung&lt;br /&gt;3.2.  Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan melaului radio/televisi&lt;br /&gt;4.  Memahami pembacaan teks drama&lt;br /&gt;4.1. Menemukan unsur instristik teks drama yang didengar melalui pembacaan&lt;br /&gt;4.2. Menyimpulkan isi drama melalui pembacaan teks drama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.   Keterampilan berbicara&lt;br /&gt;Keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang bersifat produktif.  Adapun standar kompetensi dan kompetensi dasar berbicara pada kelas XII di SMA adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Standar kompetensi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;1. Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi&lt;br /&gt;1.1. Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi&lt;br /&gt;1.2. Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi&lt;br /&gt;2. Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi&lt;br /&gt;2.1.  Menanggapi pembacaan pusisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat&lt;br /&gt;2.2.  Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat&lt;br /&gt;3.  Mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks&lt;br /&gt;3.1.  Mempresentasikan program kegiatan proposal&lt;br /&gt;3.2.  Berpidato tanpa teks dengan lafal intonasi, nada, dan sikap yang tepat.&lt;br /&gt;4.  Menggunakan tanggapan terhadap pembacaan puisi lama&lt;br /&gt;4.1.  Membahas cirri-ciri dan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam&lt;br /&gt;4.2.  Menjelaskan keterkaitan gurindam dengan kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.   Keterampilan Membaca&lt;br /&gt;Membaca merupakan keterampilan yang bersifat reseptif, membaca diartikan sebagai kegiatan menerima informasi dari bacaan.  Standar kompetensi dan kompetensi dasar membaca pada kelas XII di SMA adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Standar Kompetemsi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;1.  memahami artikel dan teks pidato&lt;br /&gt;1.1. Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif&lt;br /&gt;1.2.    Membeca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat&lt;br /&gt;2.  Memahami wacana sastra puisi dan cerpen&lt;br /&gt;2.1. Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat&lt;br /&gt;2.2.  Menjelaskan unsur-unsur instristik cerpen&lt;br /&gt;3.  Memahami ragam wacana tulis melalui kegiatan membaca cepat dan membaca intensif&lt;br /&gt;3.1.  Menemukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat 300-350 kata per menit&lt;br /&gt;3.2.   Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok) dari berbagai pola paragraf induksi, deduksi dengan membaca intensif&lt;br /&gt;4. Memahami buku kumpulan puisi kontemporer dan karya sastra yang dianggap penting pada tiap periode&lt;br /&gt;4.1.  Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi kontemporer&lt;br /&gt;4.2.  Menemukan perbedaan karakteristik angkatan melalui membaca karya sastra yang dianggap penting pada setiap periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan di atas terlihat bahwa keterampilan membaca yang harus disampaikan mancangkup :&lt;br /&gt;1)  Membaca cepat&lt;br /&gt;2)  Membaca intensif&lt;br /&gt;3)  Membaca memindai&lt;br /&gt;4)  Membaca teknik (berita dan pidato)&lt;br /&gt;5)  Apresiasi sastra&lt;br /&gt;6)  Membaca puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.   Keterampilan Menulis&lt;br /&gt;John P. Riebel membagi karangan menjadi dua jenis, yaitu imaginative writing dan factuak writing.&lt;br /&gt;1)  Imaginative writing&lt;br /&gt;Merupakan perwujudan dunia subjektif penulis dan dimaksudkan untuk membangkitkan suatu perasaan tertentu atau menggerakkan hati pembaca.&lt;br /&gt;2)  Factual writing&lt;br /&gt;Merupakan rekaman fakta objektif di luar pengarang dan semata-mata bermaksud menyampaikan informasi kepada pembaca.  Factual writing  mengandung isi bahan informasi yang memberikan keterangan, penjelasan, atau petunjuk mengenai sesuatu hal kepada para pembaca.&lt;br /&gt;Factual writing dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu scientific writing dan informative writing.&lt;br /&gt;a)   Scientific writing&lt;br /&gt;         Yang tergolong dalam scientific writing antara lain buku, laporan penelitian, makalah dan artikel-artikel ilmiah.&lt;br /&gt;b)   Informative writing&lt;br /&gt;Termasuk dalam informative writing berupa berita, kisah perjalanan, riwayat hidup, dan laporan peristiwa.&lt;br /&gt;Keterampilan menulis di SMA tidak saja dibatasi pada berbagai jenis karangan tersebut, tetapi juga menulis secara teknis.  Hal ini tentu saja dipengaruhi pada bahan pengajaran serta pada proses pembelajarnnya.&lt;br /&gt;Adapun standar kompetensi dan kompetensi dasar menulis pada kelas XII di SMA adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;Kompetensi dasar&lt;br /&gt;1.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk surat dinas, laporan, dan resensi&lt;br /&gt;1.1.  Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur&lt;br /&gt;1.2.  Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku&lt;br /&gt;1.3.  Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen  dan daftar hadir&lt;br /&gt;1.4.  Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku&lt;br /&gt;2.   Mengungkapkan pendapat informasi dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen&lt;br /&gt;2.1.  Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi&lt;br /&gt;2.2.  Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar)&lt;br /&gt;3.  Mengungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola&lt;br /&gt;3.1.   Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif&lt;br /&gt;3.2.  Menulis esai berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup&lt;br /&gt;4.  Mengungkapkan pendapat dalam bentuk kritik dan esai&lt;br /&gt;4.1.  Memahami prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai&lt;br /&gt;4.2.   Menerapkan prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai untuk mengomentari karya sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Metode Pembelajaran dalam Penyampaian Bahan Pengajaran Bahasa Indonesia pada Kelas XII di SMA&lt;br /&gt;a.   Metode pembelajaran menyimak&lt;br /&gt;Agar pemebelajaran menyimak berhasil dengan memuaskan perlu dipilih metode pembelajaran yang sesuai.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode pemebelajaran, antara lain teknik yang dipilih hendaknya :&lt;br /&gt;1)  relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai;&lt;br /&gt;2)  menantang dan merangsang siswa untuk belajar;&lt;br /&gt;3)  mengembangkan kreativitas siswa secara individual dan kelompok;&lt;br /&gt;4)  memudahkan siswa memahami materi pelajaran;&lt;br /&gt;5)  mengarahkan aktivitas belajar siswa pada tujuan pemebelajaran;&lt;br /&gt;6)  mudah diterapkan dan tidak menuntut paralatan yang rumit;&lt;br /&gt;7)  menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Ada beberapa metode pembelajaran menyimak, beberapa diantaranya dipaparkan di bawah ini :&lt;br /&gt;1)  Simak-Ulang Ucap&lt;br /&gt;Teknik simak-ulang ucap biasanya digunakan untuk memperkenalkan bunyi bahasa dengan pengucapan atau lafal yang tepat dan jelas.  Guru dapat mengucapkan atau memutar rekaman bunyi bahasa tertentu seperti fonem, kata, kalimat, ungkapan, semboyan, kata mutiara dengan lafal dan intonasi yang tepat.  Setelah itu siswa menirukan ucapan guru.  Pengucapan ulang bunyi bahasa tersebut dapat dilakukan secara klasikal, kelompok, atau individual.&lt;br /&gt;2)  Bermain Tebak-tebakan&lt;br /&gt;Bermain tebak-tebakan dapat dilakukan dengan berbagai cara.  Cara yang sederhana, guru mendeskripsikan secara lisan suatu benda tanpa menyebutkan nama bendanya.  Tugas siswa menerka benda itu.  Tentu saja guru dapat memodifikasi permainan ini agar lebih menarik.&lt;br /&gt;3)  Mengidenfikasi Kata Kunci&lt;br /&gt;Untuk menyimak kalimat yang panjang, siswa perlu mencari kalimat lainnya.  Kalimat ini dapat dicari melalui beberapa kata kunci.  Kata kunci itulah yang mewakili pengertianm kalimat.  Guru menyisipkan kalimat panjang dan disampaikan secara lisan.  Setelah menyimak, siswa harus menentukan beberapa kata kunci yang mewakili pengertian kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)  Mengidentifikasi Kalimat Topik&lt;br /&gt;      Setiap paragraf wacana mengandung dua unsur, yaitu kalimat topi dan kalimat pengembang.  Guru mendengarkan sebuah wacana pendek (satu paragraph).  Setelah menyimak siswa disuruh menyebutkan kalimat topiknya.&lt;br /&gt;5)  Menjawab Pertanyaan&lt;br /&gt;Melalui teknik ini siswa dilatih untuk memahami isi bahan simakan.  Setelah menyimak siswa diminta menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi wacana yang diperdengarkan.  Pertanyaan yang harus dijawab siswa tentu saja dikembangkan sesuai dengan bahan simakan.  Adapun bahan simakan dapat berupa wacana nonsastra maupun wacana sastra.&lt;br /&gt;6)  Menyelesaikan cerita&lt;br /&gt;Guru atau salah seorang siswa diminta menceritakan sebuah kisah yang sudah dipersiapkan, sedangkan siswa lain mendengarkan cerita tersebut.  Setelah guru/siswa mengisahkan sebagian cerita, siswa lai diminta meneruskan cerita tersebut.  Demikian seterusnya secara bergiliran siswa diminta melanjutkan cerita temanya sampai cerita itu berakhir.  Dengan cara demikian siswa harus menyimak jalan cerita yang disampaikan sebab pada giliran berikutnya siswa mungkin ditunjuk guru untuk melanjutkan cerita.&lt;br /&gt;7)  Bisik berantai&lt;br /&gt;Guru membisikkan suatu pesan kepada seorang siswa.  Siswa tersebut membisikkan pesan tersebut kepada siswa kedua.  Siswa kedua membisikkan pesan kepada siswa ketiga, begitu seterusnya.  Siswa terakhir menyebutkan pesan itu dengan suara keras dan jelas di depan kelas.  Guru memeriksa apakah pesan itu benar-benar sampai kepada siswa terakhir atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8)  Merangkum&lt;br /&gt;Merangkum atau menyimak isi bahan simakan berarti menyimpulkan isi bahan simakan secara singkat.  Siswa mencari inti bahan simakan.  Bahan yang dilisankan dapat berupa wacana sastra maupun nonsastra.&lt;br /&gt;9)  Memparafrase&lt;br /&gt;Parafrase berarti alih bentuk.  Dalam pembelajaran sastra, parafrase diwujudkan dalam bentuk memprosakan puisi.  Guru mempersiapkan puisi yang sesuai.  Puisi dibacakan dengan suara dan intonasi yang tepat.  Siswa menyimak dan kemudian menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Metode Pembelajaran Berbicara&lt;br /&gt;Metode pembelajaran berbicara yang nantinya diimplementasikan diharapa\kan mampu mengantarkan siswa mampu berkomunikasi dengan efektif.  Ada beberapa metode pembelajaran berbicara, beberapa diantaranya dipaparkan di bawah ini :&lt;br /&gt;1)  Active Debate&lt;br /&gt;Debat bisa menjadi satu metode berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau siswa diharapkan mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinannya sendiri.  Ini merupakan metode yang secara aktif melibatkan setiap siswa di dalam kelas bukan hanya pelaku debatnya saja.&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya antara lain :&lt;br /&gt;a)   kembangkan sebuah pernyataan yang controversial yang berkaitan dengan materi;&lt;br /&gt;b)   bagi kelas ke dalam dua tim, yaitu tim PRO dan tim KONTRA;&lt;br /&gt;c)  berikutnya buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat.  Setiap sub kelompok diminta mengembangkan argument yang mendukung masing-masing posisi atau menyiapkan urutan daftar argumen yang bisa mereka diskusikan dan seleksi.  Di akhir diskusi, setiap sub kelompok memilih juru bicara;&lt;br /&gt;d) siapkan tempat untuk juru bicara dari kelompok PRO dan kelompok KONTRA;&lt;br /&gt;e)   masing-masing juru bicara mempresentasikan argumennya;&lt;br /&gt;f)   buka termin Tanya-Jawab untuk forum.&lt;br /&gt;2)  Diskuisi&lt;br /&gt;Metode ini lazim digunakan, guru dapat membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian masing-masing kelompok diberi tema wacana yang akan didiskusikan di depan forum.&lt;br /&gt;3)  Point-Counterpoint&lt;br /&gt;Metode ini sangat baik dipakai untuk melibatkan siswa dalam mendiskusikan issu-issu komplek secara mendalam, hal ini menuntut siwa untuk aktif dalam berbicara.  Metode ini mirip dengan debat, hanya saja dikemas dalam suasana yang tidak terlalu formal.&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya antara lain :&lt;br /&gt;a)   pilihlah issu-issu yang memunyai beberapa perspektif;&lt;br /&gt;b) bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok sesuai denbgan jumlah perspektif yamg telah ditentukan;&lt;br /&gt;c) minta masing-masing kelompok untuk menyiapkan argumen-argumen sesuai dengan pandangan kelompok yang diwakili.  Dalam  aktivitas ini, pisahlah tempat duduk masing-masing kelompok;&lt;br /&gt;d) kumpulkan kembali semua siswa dengan catatan siswa duduk berdekatan dengan teman-teman satu kelompok;&lt;br /&gt;e) mulai debat dengan mempersilahkan kelompok mana saja yang akan memulai;&lt;br /&gt;f)  setelah salah seorang siswa menyampaikan satu argumen sesuai dengan pandangan yang diwakili oleh kelompoknya, mintalah tanggapan bantahan atau koreksi dari kelompok lain perihal issu yang sama;&lt;br /&gt;g)   lanjutkan proses ini sampai waktu yang memungkinkan;&lt;br /&gt;h)  rangkum debat yang baru saja dilaksanakan dengan menggaris bawahi atau mungkin mencari titik temu dari argumen-argumen yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.   Metode Pembelajaran Membaca&lt;br /&gt;Kecepatan Efektif Membaca Siswa (KEM) merupakan perpaduan dari kemampuan motorik (gerakan mata) atau kemampuan visual dengan kemampuan kognitif seseorang dalam membaca.  KEM merupakan perpaduan antara kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan.  Dengan demikian KEM merupakan cermin kemampuan membaca yang sesungguhnya.  Para ahli di Amerika menggolongkan rentang KEM ideal sebagai berikut :&lt;br /&gt;SD                   140 kpm&lt;br /&gt;SMP                140-175 kpm&lt;br /&gt;SMA                175-245 kpm&lt;br /&gt;PT                    245-280 kpm&lt;br /&gt;Rumus KEM :&lt;br /&gt;Kpm : kata per menit&lt;br /&gt;Secara umum tingkat penguasaan membaca dapat digolongkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;-  Kurang dari 70% tergolong rendah&lt;br /&gt;-  Antara 70% dan 80% tergolong sedang&lt;br /&gt;-  Di atas 80% tergolong tinggi&lt;br /&gt;Ada beberapa metode pembelajaran membaca, beberapa diantaranya dipaparkan di bawah ini :&lt;br /&gt;1)  Reading Guide&lt;br /&gt;      Langkah-langkahnya antara lain :&lt;br /&gt;a)  tentukan bacaan yang akan dipelajari;&lt;br /&gt;b)  buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh mahasiswa atau kisi-kisi dan boleh juga bagan atau skema yang dapat diisi mereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi;&lt;br /&gt;c)  bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada siswa;&lt;br /&gt;d) tugas siswa adalah mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada.  Batasi aktivitas ini sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan;&lt;br /&gt;e)  bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawabannya kepada siswa;&lt;br /&gt;f)   di akhir pembelajaran beri ulasan secukupnya.&lt;br /&gt;Di samping dalam bentuk pertanyaan, panduan membaca ini dapat dibuat dengan bentuk di bawah ini :&lt;br /&gt;Topik I : ………………………………………………………….................&lt;br /&gt;a.  …………………………………………………………………...&lt;br /&gt;b.  …………………………………………………………………...&lt;br /&gt;c.  …………………………………………………………………...&lt;br /&gt;                                                c.1.  …………………………………………………………&lt;br /&gt;                                                c.2.  …………………………………………………………&lt;br /&gt;Topik II : …………………………………………………………………...&lt;br /&gt;a.  ……………………………………………………………….......&lt;br /&gt;b.  …………………………………………………………………...&lt;br /&gt;                                                b.1.  ………………………………………………………....&lt;br /&gt;                                                b.2.  …………………………………………………………&lt;br /&gt;c.  ………………………………………………………...................&lt;br /&gt;d.  …………………………………………………………………...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.   Metode Pembelajaran Menulis&lt;br /&gt;Ada beberapa metode pembelajaran menulis, beberapa diantaranya dipaparkan di bawah ini :&lt;br /&gt;1)  Guided Note Taking&lt;br /&gt;Dalam metode ini, guru menyiapkan suatu bagan atau skema atau yang lain yang dapat membantu siswa dalam membuat catatan-catatan dalam proses pembelajaran.  Ada banyak bentuk atau pola yang dapat digunakan untuk strategi ini, salah satunya dan yang paling sederhana adalah mengisi tiitk-titik.&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya antara lain :&lt;br /&gt;a)  beri siswa panduan yang berisi ringkasan poin-poin utama dari bahan pengajaran yang akan disampaikan;&lt;br /&gt;b)  kosongkan sebagian dari poin-poin yang anda anggap penting sehingga akan terdapat ruang-ruang kosong dalam panduan tersebut.  Contoh :&lt;br /&gt;…………………….. adalah susunan kata yang mempunyai makna.&lt;br /&gt;Pantun adalah ……………………………………………………….&lt;br /&gt;2)  Paper atau Makalah&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya antara lain :&lt;br /&gt;a)   tentukan garis-garis besar tugas paper atau makalah bagi siswa;&lt;br /&gt;b)  beri batasan waktu bagi siswa untuk mengerjakan paper atau makalah tersebut;&lt;br /&gt;c)  minta siswa untuk mempresentasikan hasil laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  KESIMPULAN DAN PENUTUP          &lt;br /&gt;Demikianlah sebagian dari beberapa metode pembelajaran yang dapat dipilih dalam pembelajaran kemampuan menyimak/mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.  Tentu saja dalam implementasinya teknik-teknik tersebut dapat dimodifikasi, divariasi atau bahkan digabungkan sesuai dengan bahan ajar dan kompetensi yang ingin dicapai.  Jadi dalam implementasinya metode-metode tersebut juga harus sesuai dengan bahan pengajaran yang akan diberikan sehingga metode-metode tersebut nantinya mampu mengantarkan siswa untuk meraih berbagai kompetensi yand diharapkan.&lt;br /&gt;Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari akan keterbatasan penulis, maka penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun guna perbaikan penulisan makalah yang akan penulis tulis di lain kesempatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-5661637989735702536?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/5661637989735702536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=5661637989735702536' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/5661637989735702536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/5661637989735702536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/07/bahan-pengajaran-bahasa-indonesia-pada.html' title='Bahan Pengajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas XII di SMA beserta Metode Pembelajarannya'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-3882306144020669169</id><published>2009-07-08T21:10:00.001-07:00</published><updated>2009-07-08T21:10:56.332-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Implementasi Metode Enable Context dalam teori OLE&lt;br /&gt;Pada Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Latar Belakang&lt;br /&gt;Standar Isi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia memuat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berbahasa yang masing-masing mencangkup empat aspek berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.&lt;br /&gt;Karena itu pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia haruslah memperhatikan keempat aspek diatas.  Dalam pelaksanaannya tentu saja itu tidak lepas dari pendekatan dan metode yang digunakan dalam penyampaian materi yang hendaknya bisa mengantarkan peserta didik untuk aktif dan kreatif dalam pembelajaran sehingga terciptalah iklim pembelajaran yang komunikatif.&lt;br /&gt;Metode Enable Context dalam pembelajaran merupakan metode pokok yang ditawarkan dalam teori OLE.  Penulis memandang metode tersebut bisa diimplementasikan pada pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dimana keempat aspek berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dapat tercover melalui metode tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;Salah satu tujuan utama program bahasa umumnya adalah mempersiapkan pembelajar untuk melakukan interaksi yang bermakna, yaitu dengan cara membuat mereka mampu berkomunikasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maka perlu diciptakan iklim pembelajaran yang komunikatif yang mencangkup empat aspek berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis yang mampu mengantarkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran secara aktif dan kreatif, selain itu perlu ada alih paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru atau teacher centered diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered yang menjadikan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Untuk merealisasikan kondisi yang ideal tersebut maka guru harus mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang menggunakan metode yang dapat menjadi suatu stimulus bagi peserta didik untuk aktif dan kreatif dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;Penulis memandang metode Enable Context dalam teori OLE mampu memberikan stimulus bagi peserta didik untuk aktif dan kreatif selama mengikuti pembelajaran bahasa.  Berangkat dari hal itu lalu bagaimanakah implementasi metode Enable Context dalam teori OLE pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Pembatasan Masalah&lt;br /&gt;1.      Pengertian Metode Enable Context pada teori OLE&lt;br /&gt;Metode Enable Context dalam pembelajaran merupakan metode pokok yang ditawarkan dalam teori OLE.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Pengertian mata pelajaran Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa secara etimologi berarti aksen ( linguistik ), dialek, logat.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Sedangkan secara terminologi bahasa berartisistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian bahasa diatas maka pengertian mata pelajaran bahasa Indonesia adalah suatu mata pelajaran yang berisikan tentang materi-materi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang diberikan di lembaga pendidikan formal baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA.&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang dipakai oleh bangsa Indonesia.  Bahasa nasional itu sendiri adalah dialek regional aau bahasa yang menjadi bahasa standar atau lingua franca di negeri yang multilingual karena perkembangan sejarah, kesepakatan bangsa atau ketetapan perundang-undangan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian pengertian-pengertian diatas maka makalah ini merupakan makalah yang membahas tentang implementasi metode Enable Context dalam teori OLE pada pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA kaitannya dengan empat aspek berbahasa  yang meliputi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Pembahasan&lt;br /&gt;1.      Metode Enable Context dalam teori OLE&lt;br /&gt;Metode Enable Context dalam pembelajaran merupakan metode pokok yang ditawarkan dalam teori OLE.  Metode ini diimplementasikan untuk membuat berbagai perspektif yang diambil di lingkungan sekitar peserta didik.  Ada tiga proses yang harus dilalui ketika metode Enable Context ini diimplementasikan, antara lain :&lt;br /&gt;a.       Pengadaan secara eksternal&lt;br /&gt;Pada proses ini pesrta didik menentukan masalah yang berhubungan dengan materi pembelajaran.&lt;br /&gt;b.      Penyebab keadaan dari luar&lt;br /&gt;Pada proses ini masalah peserta didik menjadi titik perhatian kemudian peserta didik menganalisisnya.&lt;br /&gt;c.       Perbuatan aktivitas individu&lt;br /&gt;Pada proses ini peserta didik memecahkan masalah dan membuat antisipasi masalah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dalam implementasinya tidak lepas dengan penggunaan sumber dan perangkat.  Sumber tersebut merupakan sumber materi atau juga informasi yang mendukung pembelajaran.  Sumber ini bersifat statis dan dinamis.&lt;br /&gt;Sumber yang bersifat statis tidak berubah melalui pemakaian.  Informasi pada sumber ini bersifat stabil, contohnya seperti isi video disk, multimedia CD ROM, buku teks, dan ensiklopedia elektronik.  Sedangkan sumber yang bersifat dinamis berubah melalui pemakaian.  Informasi pada sumber ini bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan, contohnya seperti database klimatologi yang dibuat oleh Badan meteorologi dan Geofisika yang menyusun secara kontinu data masuk cuaca sehari-hari.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perangkat dalam teori OLE digunakan untuk memberikan pemahaman dasar dalam penggunaan informasi.  Ada tiga tipe perangkat yang secara umum dipakai dalam teori OLE, antara lain :&lt;br /&gt;a.       Memproses perangkat, untuk mendukung proses kognitif peserta didik dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;b.      Menggerakkan perangkat, untuk menilai kevalidan atau untuk menyelidiki kepercayaan dan teori yang relevan dengan masalah peserta didik.&lt;br /&gt;c.       Menghubungkan perangkat, menghubungkan ide yang dihasilkan oleh peserta didik, guru, dan para ahli.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam implementasi metode Enable Context ini peserta didik akan melalui beberapa tingkatan yang memandu dan mendukung aktivitas peserta didik pada proses pembelajaran.  Tingkatan-tingkatan tersebut antara lain :&lt;br /&gt;a.       Tingkatan khusus yang dihadapkan dengan tingkatan umum.&lt;br /&gt;b.      Tingkatan konseptal yang memandu peserta didik dalam mempertimbangkan masalah.&lt;br /&gt;c.       Tingkatan metakognitif yang memandu peserta didik untuk berfikir tentang masalahnya.&lt;br /&gt;d.      Tingkatan prosedural memandu peserta didik dalam memanfaatkan sumber dan perangkat.&lt;br /&gt;e.       Tingkatan strategi yang memandu peserta didik dala memecahkan masalah&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.      Karakteristik mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA&lt;br /&gt;Standar Isi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia memuat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berbahasa yang masing-masing mencangkup empat aspek berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia merupakan sarana komunikasi dan sastra merupakan salah satu hasil budaya yang menggunakan bahasa sebagai sarana kreativitas.  Melihat hal itu tentu saja idealnya bahasa dan sastra Indonesia diajarkan kepada siswa melalui pendekatan dan metode yang bisa mencover empat aspek berbahasa.&lt;br /&gt;Pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan aspek kinerja dan atau kemahiran berbahasa dan fungsi bahasa adalah pendekatan komunikatif.  Sedangkan pendekatan pembelajaran sastra yang menekankan pada apresiasi sastra adalah pendekatan apresiatif.  Metode yang nantinya digunakan dalam proses pembelajaran hendaknya relevan dengan kedua pendekatan tersebut dan materi pembelajaran yang disampaikan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.      Implementsi metode Enable Context dalam teori OLE pada mata pelajaran Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Dalam teori pembelajaran behaviorisme, pembelajaran merupakan upaya pengalaman atau latihan yang dialami oleh seseorang atau kelompok orang yang menghasilkan perilaku yang relatif tepat.  Perilaku tersebut diperoleh melalui pembiasan, yaitu pemerolehan suatu tingkah laku yang baru setelah seseorang atau kelompok orang dibiasakan atau mengalami prose pembiasaan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran sendiri pada kakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.  Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungannya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar mennjang terjadinya perubahan perilaku peserta didik.  Umumnya pelaksanaan pembelajaran mencangkup tiga hal, yaitu Pre Tes, Proses, dan Post Test.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Proses merupakan aspek yang terpenting dalam pelaksanaan pembelajaran dimana pada proses tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui materi-materi yang diberikan.  Proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan, hal tersebut tentu saja menntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, yang memacu peserta didik untuk aktif dan kreatif selama proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dalam teori konstruktivisme guru tidak begitu saja memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswalah yang harus aktif.  Dalam teori ini hakikat belajar merupakan kegiatan manusia untuk membangun atau mencipta pengetahuan dengan cara memberi makna pada pengetahuan sesuai pengalamannya.  Dari ahkekat belajar tersebut, saat proses pembelajaran peserta didik perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide.  Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untk menemukan atau mengaplikasikan ide-ide mereka sendiri disamping mengajarkan siswa untuk menyadari dan sadar akan strategi belajar mereka sendiri.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari teori diatas maka bisa dikatakan bahwa pembelajaran dikatakan efektif apabila seluruh peserta didik terlibat secara aktif, baik mental. Fisik, maupun sosialnya.  Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan segi hasil.&lt;br /&gt;Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar ( 75% ) peserta didik terlibat secara aktif, menunjukkan gairah belajar yang tinggi dan rasa percaya pada diri sendiri.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn16" name="_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari segi hasil, pembeajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yng positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidaknya sebagian besar ( 75% ).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn17" name="_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas diatas, baik dari segi proses maupun dari segi hasil maka perlu digunakan pendekatan dan metode yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang bisa mengantarkan peserta didik untuk aktif selama proses pembelajaran kemudian pendekatan dan metode tersebut bisa merubah perilaku peserta didik.&lt;br /&gt;Pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan aspek kinerja dan atau kemahiran berbahasa dan fungsi bahasa adalah pendekatan komunikatif.  Sedangkan pendekatan pembelajaran sastra yang menekankan pada apresiasi sastra adalah pendekatan apresiatif.  Dalam penggunaan salah satu ataupun kedua pendekatan tersebut diperlukan pengimplementasian metode yang relevan dengan materi pembelajaran.&lt;br /&gt;Menurut penulis, implementasi metode Enable Context dalam teori OLE dapat mengcover keeempat aspek berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.  Implementasi metode Enable Context memandu peserta didik untuk aktif selama proses pembelajaran.  Ada tiga proses yang harus dilalui ketik metode Enable Context ini diimplementasikan, antara lain :&lt;br /&gt;a.       Pengadaan secara eksternal&lt;br /&gt;Pada proses ini pesrta didik menentukan masalah yang berhubungan dengan materi pembelajaran.&lt;br /&gt;b.      Penyebab keadaan dari luar&lt;br /&gt;Pada proses ini masalah peserta didik menjadi titik perhatian kemdian peserta didik menganalisisnya.&lt;br /&gt;c.       Perbuatan aktivitas individu&lt;br /&gt;Pada proses ini peserta didik memecahkan masalah dan membuat antisipasi masalah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn18" name="_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat peserta didik menentukan masalah yang merupakan proses yang pertama dari metode Enable Context  yang berhubungan dengan materi pembelajaran tentunya peserta didik membutuhkan sumber pendukung seperti berbagai informasi dari buku teks, televisi, internet, surat kabar, dan lain-lain.  Informasi tersebut tentu saja merupakan informasi yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditentukan oleh peserta didik, informasi tersebut bisa diperoleh dengan proses mendengar dan juga membaca.&lt;br /&gt;Proses mendengar yang bisa disamakan dengan proses menyimak merupakan aspek yang paling penting diantara aspek yang lain.  Melalui proses ini peserta didik bisa memahami dan mereaksi terhadap informasi apa yang baru saja ia dengar.  Ada satu pandangan yang menyatakan bahwa pada saat seorang mendengarkan pesan-pesan lisan, mereka memecah-mecahkan aliran ujaran ke dalam unsur-unsur suara kemudian menggabungkan unsur-unsur tersebut ke dalam kata, dan menggabungkan kata-kata ini ke dalam frase atau klausa.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn19" name="_ftnref19"&gt;[19]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Proses mendengar dan membaca kemudian diikuti oleh proses menulis dan berbicara dalam menganalisis masalah pada proses yang kedua dari metode Enable Context  Serta memecahkan masalah  dan membuat antisipasi masalah pada proses yang ketiga dari metode Enable Context.   Kita tidak boleh mengabaikan hubungan antara membaca dan menulis, semakin banyak peserta didik membaca maka semakin mudah peserta didik menulis.  Sedangkan proses berbicara akan menjadi mudah jika peserta didik secara aktif terlibat dalam upaya untuk berkomunikasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn20" name="_ftnref20"&gt;[20]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.     Kesimpulan dan Penutup&lt;br /&gt;Enable Context sebagai satu metode pokok yang ditawarkan dalam teori OLE relevan apabila diimplementasikan dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasi Indonesia.  Proses serta tingkatan yang dilalui dalam pengimplementasian metode ini dapat menjadi wahana untuk menumbuhkembangkan keaktifan siswa selama proses pembeajaran.  Empat aspek berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis mampu tercover dalam pengimplementasian metode ini.&lt;br /&gt;Maka menurut penulis metode ini relevan apabila diimplementasikan pada pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia.  Tanpa menafikan metode yang lain tentu saja metode Enable Context dalam teori OLE bukanlah satu-satunya metode yang relevan digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia, menurut penulis diperlukan suatu perpaduan antar metode melalui proses dialektika untuk menghasilkan teori-teori baru.&lt;br /&gt;Demikian deskripsi yang bisa penulis sajikan dalam makalah ini, untuk membangun pola pikir dan motivasi bagi penulis, penulis mengharapkan sumbangsih pembaca untuk memberikan kritik dan sarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Kelas/Semester            : XII/I&lt;br /&gt;Pertemuan                    : 1 dan 2&lt;br /&gt;Alokasi Waktu : 4 X 45 menit&lt;br /&gt;A.           KOMPETENSI DASAR&lt;br /&gt;2.1.    Memahami informasi dari berbagai laporan&lt;br /&gt;2.2.    Mengungkapkan gagasan, tanggapan dan informasi dalam diskusi&lt;br /&gt;B.           INDIKATOR&lt;br /&gt;·        Mencatat pokok isi berita&lt;br /&gt;·        Menentukan fakta dalam berita&lt;br /&gt;·        Menentukan opini dalam berita&lt;br /&gt;·        Menentukan pokok-pokok berita&lt;br /&gt;C.           MATERI POKOK&lt;br /&gt;·        Berita radio / televisi&lt;br /&gt;D.          SKENARIO PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;Pertemuan 1&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Kegiatan&lt;br /&gt;Aloksi&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Pengantar konsep fakta dan opini dalam berita&lt;br /&gt;5 menit&lt;br /&gt;Ceramah interaktif&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Inti&lt;br /&gt;Peserta didik :&lt;br /&gt;a.        Mendengarkan berita&lt;br /&gt;b.        Mencatat pokok-pokok isi berita&lt;br /&gt;c.        Membedakan kalimat fakta dan opini&lt;br /&gt;d.        Menentukan kalimat fakta&lt;br /&gt;e.        Menentukan kalimat opini&lt;br /&gt;70 menit&lt;br /&gt;Enable Context&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Penguatan ketrampilan menyimak berita&lt;br /&gt;10 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan 2&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Kegiatan&lt;br /&gt;Aloksi&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;•  Guru memberikan tugas bagi peserta didik untuk menyimak suatu laporan berita&lt;br /&gt;•   Berdiskusi tentang laporan berita&lt;br /&gt;10 menit&lt;br /&gt;Ceramah interaktif&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Inti&lt;br /&gt;Peserta didik :&lt;br /&gt;a. Menemukan isi pokok laporan berita&lt;br /&gt;b. Menganalisis isi pokok kaporan berita&lt;br /&gt;c. Menanggapi berupa kritik dan saran terhadap isi pokok laporan berita&lt;br /&gt;70 menit&lt;br /&gt;Enable Context&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Menyimpulkan hasil diskusi&lt;br /&gt;10 menit&lt;br /&gt;Enable Context&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.           MEDIA&lt;br /&gt;1.      Buku teks yang terkait&lt;br /&gt;2.      Surat kabar&lt;br /&gt;3.      Kaset rekaman&lt;br /&gt;4.      Internet&lt;br /&gt;F.            EVALUASI&lt;br /&gt;Jenis tagihan           : Tugas kelompok&lt;br /&gt;Bentuk instrumen    : Laporan tertulis, urain bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brebes 28 Desember 2008&lt;br /&gt;Guru Mata Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafi’i, S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Furqanul Aziz, Pengajaran Bahasa Komunikatif ( Teori dan Praktek ), Remaja Rosda Karya, Bandung, 2006, hlm.  77&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Hannafin, dkk, Open Learning Environment : Foundation, Method, and Models&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Eko Endarmoko, Tesaurus Bahasa Indonesia, Gramedia, Jakarta, 2006, hlm.  47&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Harimurti Kridolaksono, Kamus Linguistik, Gramedia, Jakarta, 2001, hlm.  21&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Ibid., hlm.  24&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Hannafin, dkk, Open Learning Environment : Foundation, Method, and Models&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Ibid&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Depdiknas RI, Petunjuk dan Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus, Jakarta, 2007, hlm iii&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Ibid.  iv&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Subyantoro, Teori Pembelajaran Bahasa, UNNES, 2007&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Remaja Rosda Karya, Bandung, 2005, hlm.  100&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt; Ibid, hlm.  101&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt; Subyantoro, Teori Pembelajaran Bahasa, UNNES, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref16" name="_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt; Mulyasa, Op.  Cit, hlm.  102&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref17" name="_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt; Ibid., hlm.  103&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref18" name="_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt; Hannafin, dkk, Open Learning Environment : Foundation, Method, and Models&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref19" name="_ftn19"&gt;[19]&lt;/a&gt; Furqanul aziz, Op.  Cit., hlm.  82&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref20" name="_ftn20"&gt;[20]&lt;/a&gt; Ibid., hlm.  93&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-3882306144020669169?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/3882306144020669169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=3882306144020669169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/3882306144020669169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/3882306144020669169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/07/implementasi-metode-enable-context.html' title=''/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-1597196516015521382</id><published>2009-07-08T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:09:35.450-07:00</updated><title type='text'>RPP TIK Kelas X SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu</title><content type='html'>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar komputer&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan cara merangkai console/system unit, monitor, keyboard dan mouse dengan benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat merangkai console/system unit, monitor, keyboard dan mouse dengan benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: fungsi dan jenis-jenis port yang terdapat dalam system unit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: demonstrasi, simulasi, praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit):&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menjelaskan dan menunjukkan jenis-jenis port&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan cara memasang port yang terdapat pada system unit&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyusun unit peralatan masukan ( keyboard, mouse ), CPU, dan keluaran ( monitor, speaker,printer )&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan cara menghubungkan power supply ke sumber listrik&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menghubungkan power supply ke sumber listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan bertanya secara lisan apa yang telah di kerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 KTSP – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga Halaman 1 s.d 3, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (menjodohkan), Lisan,  dan Praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar komputer&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan menghidupkan komputer sesuai dengan prosedur baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan mematikan komputer sesuai dengan prosedur baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat menghidupkan dan mematikan komputer sesusai prosedur yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Prosedur menghidupkan dan mematikan komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: demonstrasi, simulasi, praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan cara menghidupkan komputer dengan benar&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mengidentifikasi spesifikasi komputer pada tampilan booting, seperti prosesor yang digunakan, memori dan memori VGA.&lt;br /&gt;-          Menjelaskan dampak akibat mematikan komputer tidak sesuai prosedur yang benar&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menjelaskan bagian yang terdapat pada tampilan dari suatu sistem operasi&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan cara mematikan komputer sesuai prosedur yang benar&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mematikan komputer sesuai prosedur yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan bertanya secara lisan dan tertulis apa yang telah di kerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga Halaman 3 s.d 5, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Uraian) dan Praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar komputer&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendeskripsikan sejarah perkembangan perangkat lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal beberapa kelompok aplikasi beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal beberapa aplikasi yang terdapat dalam operating system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat mengenal dan menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Sejarah perkembangan perangkat lunak, Macam-macamperangkat lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mencari informasi tentang sejarah perkembangan perangkat lunak melalui perpustakaan, majalah ataupun internet.&lt;br /&gt;-          Membuat kelompok diskusi untuk mencari macam-macam kelompok perangkat lunak pengolah kata, internet, pengolah angka, dan grafis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan dan mempresentasikan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga Halaman 8 s.d 20, Majalah, Internet, Perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian), dan pengamatan kualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar komputer&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengenal beberapa aplikasi yang terdapat dalam operating system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan beberapa program aplikasi yang terdapat dalam operating system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat mengenal dan menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Sejarah perkembangan perangkat lunak, Macam-macamperangkat lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: diskusi dan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengaktifkan aplikasi pengolah kata dan pengolah gambar yang dimiliki oleh sistem operasi.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mempraktikkan menggunakan salah satu aplikasi yang terintegrasi dengan Sistem Operasi, misalnya Microsoft Paint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menyimpan file dan mengumpulkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga Halaman 24 s.d 34, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian), dan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendeskripsikan fungsi, proses kerja komputer, dan telekomunikasi, serta berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendeskripsikan fungsi komputer dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan proses kerja komputer dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi elemen sistem komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi elemen siklus pemrosesan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengindentifikasi perbedaan data dan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan pengertian dari teknologi informasi dan teknologi komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat memahami fungsi komputer sebagai peratalan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Fungsi komputer dan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menjelaskaskan fungsi komputer dan peralatan TIK&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menyebutkan fungsi komputer dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan proses kerja komputer&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menyebutkan elemen sistem komputer&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mencari informasi tentang elemen siklus pemrosesan informasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menjelaskan perbedaan data dan informasi&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan pengertian teknologi informasi dan teknologi komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga Halaman 35 s.d 44, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendeskripsikan fungsi, proses kerja komputer, dan telekomunikasi, serta berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan sejarah perkembangan komputer (teknologi informasi dan komunikasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan penggolongan komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggambarkan diagram komputer secara umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi perangkat keras yang digunakan untuk teknologi informasi dan komunikasi beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendeskripsikan macam-macam peralatan teknologi komunikasi dan komunikasi beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mengidentifikasi perangkat keras yang digunakan untuk teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: - Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      - Perangkat keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mencari informasi sejarah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui internet / perpustakaan&lt;br /&gt;-          Menugaskan siswa untuk membuat penggolongan komputer berdasarkan data yang diolah, penggunaan, kapasitas dan generasinya&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menggambar diagram komputer&lt;br /&gt;-          Siswa menyebutkan macam-macam perangkat keras TIK&lt;br /&gt;-          Menjelaskan fungsi perangkat keras&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menyebutkan macam perangkat keras dan fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga Halaman 44 s.d 74, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Uraian dan Gambar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi, dan cara kerja jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentifikasi jaringan telekomunikasi kabel dan nirkabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan perbedaan antara jaringan telekomunikasi dengan menggunakan kabel dan nirkabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengindentifikasi macam-macam modem yang digunakan dalam jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan cara kerja modem  pada jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi satelit pada jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat mengidentifikasi jaringan telekomunikasi kabel dan nirkabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan eksplorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan jaringan telekomunikasi kabel dan nirkabel&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menyebutkan kelebihan dan kekurangan jaringan kabel dan nirkabel&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang jaringan menggunakan kabel dan nirkabel melalui internet&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan macam-macam modem yang digunakan&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang cara kerja modem pada jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menjelaskan cara kerja modem pada jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang fungsi satelit pada jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menjelaskan fungsi satelit pada jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 83 s.d 94, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi, dan cara kerja jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendeskripsikan macam-macam jaringan area lokal (local area network)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendeskripsikan sinyal dan transmisi dalam jaringan telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendeskripsikan prinsip komunikasi data dalam jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat menjelaskan macam-macam jaringan area lokal (Local Area Network)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menjelaskan jaringan Local Area Network&lt;br /&gt;-          Siswa  menyebutkan  jaringan berdasarkan topologi fisik, logik, fungsi&lt;br /&gt;-          Menjelaskan teknik pengiriman sinyal dalam jaringan&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menjelaskan teknik pengiriman sinyal dalam jaringan&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan metode transmisi dalam jaringan&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menjelaskan metode transmisi dalam jaringan&lt;br /&gt;-          Menjelaskan prinsip komunikasi data&lt;br /&gt;-          Siswa menyebutkan protokol jaringan komputer fisik telekomunikasi&lt;br /&gt;-          Siswa menyebutkan antarmuka jaringan&lt;br /&gt;-          Siswa menunjukkan kabel yang digunakan dalam jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 98 s.d 118, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi, dan cara kerja jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentifikasi antarmuka dalam dalam jaringan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengindentifikasi alamat Internet Protocol (IP Address)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan setting jaringan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat melakukan setting jaringan lokal (LAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: demonstrasi dan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pemasangan kabel jaringan dan setting jaringan&lt;br /&gt;-          Siswa  melakukan pemasangan kabel jaringan&lt;br /&gt;-          Siswa Mencari informasi tentang IP Address&lt;br /&gt;-          Siswa melakukan setting jaringan komputer&lt;br /&gt;-          Siswa menentukan nomor IP pada komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 119 s.d 127, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi, dan cara kerja jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan sharing file dan folder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siswa dapat melakukan sharing file dan folder dalam jaringan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: demonstrasi dan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (25 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan cara sharing file dan folder&lt;br /&gt;-          Siswa mempraktikkan cara sharing file dan folder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 127 s.d 129, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Pengamatan Kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan fungsi dan cara kerja perangkat lunak aplikasi teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentifikasi perangkat lunak yang digunakan untuk teknologi informasi beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mengidentifikasi perangkat lunak dalam teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Macam-macam aplikasi perangkat lunak beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan eksplorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal  :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (45 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa mencari  informasi tentang berbagai jenis perangkat lunak teknologi informasi yang ada di lingkungannya &lt;br /&gt;-          Meminta siswa menjelaskan fungsi masing-masing perangkat lunak untuk teknologi informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir  :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 132 s.d 133, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami fungsi dan proses kerja  berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan fungsi dan cara kerja perangkat lunak aplikasi teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentifikasi perangkat lunak yang digunakan untuk teknologi komunikasi beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan penggunaan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk memperoleh informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan penggunaan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mengidentifikasi menggunakan perangkat lunak untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Macam-macam aplikasi perangkat lunak beserta fungsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah, eksplorasi,  dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa mencari  informasi tentang berbagai jenis perangkat lunak teknologi komunikasi yang ada di lingkungannya &lt;br /&gt;-          Meminta siswa menjelaskan fungsi masing-masing perangkat lunak untuk teknologi komunikasi&lt;br /&gt;-          Siswa mencari informasi tentang manfaat perangkat lunak dalam memperoleh informasi&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan cama menggunakan  perangkat lunak untuk memperoleh informasi dengan NetMeeting&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan cama menggunakan  perangkat lunak untuk berkomunikasi dengan NetMeeting&lt;br /&gt;-          Siswa mempraktikkan perangkat lunak netmeeting untuk informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 133 s.d 146, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menerapkan aturan yang berkaitan dengan etika dan moral terhadap perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentifikasi Etika dan Moral dalam pennggunaan T I K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan tentang aturan-aturan hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat memahami etika dan moral dalam penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi serta aturan-aturan hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Etika dan Moral dalam penggunaan  Teknologi Informasi dan  Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan pengertian etika dan moral dalam penggunaan TIK&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang aturan-aturan hak cipta melalui internet, media massa, dan media elektronik&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan bentuk-bentuk ciptaan yang dilindungi Hak Cipta&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan tentang aturan yang berkaitan dengan etika dan moral dalam pemanfaatan TIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 152 s.d 158, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menerapkan aturan yang berkaitan dengan etika dan moral terhadap perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan dampak pelanggaran hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan jenis pelanggaran hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan cara menghargai karya orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan tata cara menguntip (mengcopy) yang tidak melanggar hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menerapkan aturan-aturan tentang hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Etika dan Moral dalam penggunaan  Teknologi Informasi dan  Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan pelanggaran tentang hak cipta&lt;br /&gt;-          Meminta siswa memberikan pendapat terhadap dampak pelanggaran hak cipta melalui diskusi&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan etika dan moral yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan cara-cara menghargai kreativitas orang lain&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan tata cara menguntip / mengcopy yang dikategorikan tidak melanggar hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 152 s.d 158, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menerapkan aturan yang berkaitan dengan etika dan moral terhadap perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menerapkan aturan-aturan hak cipta yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan dampak pelanggaran hak cipta dan menjelaskan tata cara menghargai karya orang lain, menguntip dengan tidak melanggar hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar: Etika dan Moral dalam penggunaan  Teknologi Informasi dan  Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah, diskusi dan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru memberikan contoh kasus tentang pelanggaran hak cipta&lt;br /&gt;-          Meminat siswa mencari dan memberikan contoh kasus tentang pelanggaran hak cipta di media massa/media elektronik&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan contoh kasus tentang duplikasi aplikasi yang ilegal&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menggunakan aplikasi yang legal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 152 s.d 158, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menerapkan prinsip-prinsip Kesehatan dan  Keselamatan Kerja (K3) dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak teknologi Informasi dan komunikas&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengetahui prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan sumber pernyakit pada peralatan komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperagakan posisi duduk dengan baik dan benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat memahami prinsip-prinsip K3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam penggunan peralatan TIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah, diskusi, eksplorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan tentang K3&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang K3&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan sumber pernyakit pada peralatan komputer&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan tentang pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada penggunaan TIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 161 s.d 166, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Lisan,Tertulis (Uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menerapkan prinsip-prinsip Kesehatan dan  Keselamatan Kerja (K3) dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak teknologi Informasi dan komunikas&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan cara menggunakan komputer dengan memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mendemonstrasikan cara menggunakan komputer dengan memperhatikan K3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam penggunan peralatan TIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan bekerja dengan komputer dengan memperhatikan K3&lt;br /&gt;-          Siswa menempatkan letak meja, kursi dan unit komputer sesuai dengan prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).&lt;br /&gt;-          Siswa bekerja menggunakan komputer sesuai prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 167 s.d 168, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menghargai pentingnya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan pengertian HaKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan sejarah perkembangan HaKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentfikasi jenis-jenis HaKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan tentang undang-undang mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan HaKI dan perkembangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  HaKI dan UU Hak Cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan eksplorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan pengertian dari konsep HaKI&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi sejarah perkembangan HaKI melalui internet&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan sejarah awal HaKI ada&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan perkembangan HaKI di Indonesia&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan jenis-jenis HaKI&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang undang-undang hak cipta melalui internet / perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan eksplorasi (pencarian informasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 171 s.d 174, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menghargai pentingnya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan tentang undang-undang mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan  undang undang mengenai Hak Atas Kekakayaan Intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  HaKI dan UU Hak Cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan UU Yang berkaitan dengan sangsi pelanggaran Hak Cipta.&lt;br /&gt;-          Siswa mempresentasikan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 175 s.d 176, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar pada operating system (OS) komputer&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentifikasi macam sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi Sistem Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan macam dan fungsi sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Sistem Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah, explorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menjelaskan sistem operasi dilihat dari tiga sudut pandang&lt;br /&gt;-          Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih sistem operasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan contoh-contoh sistem operasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang sistem operasi melalui internet / intranet, majalah&lt;br /&gt;-          Mendiskusikan fungsi-fungsi sistem operasi&lt;br /&gt;-          Menjelaskan fungsi sistem operasi&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan fungsi dari sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan eksplorasi (pencarian informasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 183 s.d 187, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar pada operating system (OS) komputer&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi BIOS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membedakan Sistem Operasi dan BIOS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan penggunaan BIOS dan sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan fungsi sistem operasi terhadap aplikasi yang terpasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan macam dan fungsi sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Sistem Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menjelaskan cara kerja dan fungsi bios&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyimpulkan perbedaan tentang BIOS dan Sistem Operasi melalui diskusi&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan penggunaan dan pengaturan BIOS&lt;br /&gt;-          Siswa mempraktikkan operasi dasar BIOS dan sistem operasi&lt;br /&gt;-          Mendiskusikan fungsi sistem operasi terhadap aplikasi yang terpasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 187 s.d 190, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan operasi dasar pada operating system (OS) komputer&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengelola program aplikasi yang digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menggunakan sistem operasi dan beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Sistem Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: ceramah, simulasi dan  demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (40 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa menggunakan salah satu sistem operasi&lt;br /&gt;-          Siswa menunjukkan komponen dalam sistem operasi GUI&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pengaktifan beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;-          Siswa mempraktikkan pengaktifan beberapa program aplikasi&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan penanganan hang pada CPU akibat program aplikasi yang digunakan&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menangani hang pada CPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 190 s.d 198, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan setting peripheral pada operating system (OS) komputer&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan pengertian peripheral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan pengertian periferal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Setting periferal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: eksplorasi dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (30 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa mencari informasi tentang jenis dan fungsi masing-masing peripheral melalui intranet / internet&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan jenis dan fungsi masing-masing peripheral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir  :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 225 s.d 237, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis ( uraian )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan setting peripheral pada operating system (OS) komputer&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan penginstallan driver peripheral pada sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan setting peripheral (misal: printer, scanner, flash disk, dsb.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat melakukan setting periferal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Setting periferal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Diskusi, simulasi dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan fungsi driver&lt;br /&gt;-          Guru Mendemonstrasikan cara melakukan install driver dan setting printer&lt;br /&gt;-          Melakukan install driver VGA, Sound Card dari CD Mainboard / CD Driver&lt;br /&gt;-          Mempraktikkan setting printer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 225 s.d 237, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis ( uraian )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan setting peripheral pada operating system (OS) komputer&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan setting peripheral (misal: printer, scanner, flash disk, dsb.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat melakukan setting periferal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Setting periferal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Simulasi dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (40 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mempraktikkan setting monitor&lt;br /&gt;-          Mempraktikkan setting regional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 235 s.d 238, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan manajemen    file&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan manfaat manajemen file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan istilah dalam penggunaan mouse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi menu dalam sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan manfaat manajemen file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Manajemen File&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Ceramah dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (30 Menit) :&lt;br /&gt;-          Siswa mendiskusikan manfaat manajemen file&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan istilah dalam penggunaan mouse&lt;br /&gt;-          Menjelaskan macam menu dan ikon dalam sistem operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 200 s.d 201, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan manajemen    file&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengetahui perintah-perintah dalam melakukan manajemen file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat folder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan drag and drop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengklasifikasikan ekstensi file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan pencarian file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat melakukan manajemen file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Manajemen File&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Ceramah dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru menjelaskan perintah-perintah yang sering dilakukan dalam manajemen file&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan cara membuat folder&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk membuat folder&lt;br /&gt;-          Menjelaskan tentang ekstensi file yang ada&lt;br /&gt;-          Siswa mengidentifikasi jenis-jenis ekstensi file&lt;br /&gt;-          Meminta siswa menyebutkan syarat-syarat penamaan file&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan cara mencari file di komputer&lt;br /&gt;-          Siswa mempraktikkan pencarian file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 201 s.d 207, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (uraian) dan Praktik (pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Operating System (OS)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Melakukan manajemen    file&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan langkah-langkah manajemen file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mengenal tipe file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Manajemen File&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Ceramah dan demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (40 Menit) :&lt;br /&gt;-          Guru dan siswa mendemonstrasikan cara mengganti nama file&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan cara memformat disket&lt;br /&gt;-          Guru mendemonstrasikan penyalinan dan pemindahan file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 208 s.d 221, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (uraian) dan Praktik (pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menjelaskan perkembangan perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi fungsi perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi letak aplikasi perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan perkembangan perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Menu dan Ikon aplikasi perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Ceramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (30 Menit) :&lt;br /&gt;-          Meminta siswa mencari informasi tentang perkembangan perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;-          Menjelaskan fungsi perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;-          Menunjukkan letak file eksekusi pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir  :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 245 s.d 248, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Tertulis (uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengaktifkan perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidentifikasi lembar kerja perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan pengertian menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerangkan fungsi menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menjelaskan fungsi menu dan ikon perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Menu dan Ikon aplikasi perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi dan Ceramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mendemostrasikan pengaktifan pengolah kata dengan berbagai cara&lt;br /&gt;-          Menjelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;-          Menyimak penjelasan tentang pengertian menu dan ikon&lt;br /&gt;-          Mendiskusikan fungsi menu dan ikon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengumpulkan laporan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 245 s.d 254, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik dan Tertulis (uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menunjukkan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengidentikasi menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menampilkan menu dan ikon yang tersembunyi dan menyembunyikan ikon-ikon yang tidak diperlukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menampilkan menu dan ikon yang tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Menu dan Ikon aplikasi perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (30 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menunjukkan menu dan ikon&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan cara menampilkan dan menyembunyikan menu dan ikon&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk menampilkan dan menyembunyikan menu dan ikon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 254 s.d 259, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik dan Tertulis (uraian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan pembuatan dokumen baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat membuat dokumen baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Fungsi menu dan ikon pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (40 Menit) :&lt;br /&gt;-          Membuat dokumen baru&lt;br /&gt;-          Menyimpan dokumen baru dengan nama file baru&lt;br /&gt;-          Menutup dokumen&lt;br /&gt;-          Membuka dokumen pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 263 s.d 265, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memodifikasi pengaturan halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyeleksi(blok) teks pada halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalin dan memindahkan teks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat memodifikasi pengaturan halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Fungsi menu dan ikon pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mengatur ukuran halaman&lt;br /&gt;-          Mengatur batas kanan, kiri, atas, dan bawah halaman&lt;br /&gt;-          Mengatur border halaman&lt;br /&gt;-          Menyeleksi teks menggunakan mouse&lt;br /&gt;-          Menyeleksi teks menggunakan keyboard&lt;br /&gt;-          Menyeleksi teks menggunakan menu&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan penyalinan dan pemindahan teks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 256 s.d 271, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengatur indentasi, spasi, dan paragraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memodifikasi jenis dan pengaturan pada teks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memodifikasi tampilan halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mengatur identasi, spasi dan paragraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Fungsi menu dan ikon pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pengaturan indentasi dan paragraf dengan menu&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pengaturan spasi&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pengaturan indentasi dan paragraf dengan mistar&lt;br /&gt;-          Mengatur format teks&lt;br /&gt;-          Menggunakan berbagai jenis huruf&lt;br /&gt;-          Menggunakan bulleting dan numbering&lt;br /&gt;-          Menggunakan border dan shading&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 272 s.d 286, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Memodifikasi tampilan halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur tabulasi halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan pembuatan mail merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat mengatur identasi, spasi dan paragraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Fungsi menu dan ikon pengolah kata, Mail Merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menggunakan page border&lt;br /&gt;-          Menggunakan tabulasi pada halaman&lt;br /&gt;-          Membuat dokumen induk (master)&lt;br /&gt;-          Membuat dokumen sumber data (data source)&lt;br /&gt;-          Memasukkan data ke dalam database mail merge&lt;br /&gt;-          Memasukkan data mail merge ke dalam dokumen induk&lt;br /&gt;-          Menampilkan dokumen yang telah disisipkan data&lt;br /&gt;-          Mencetak dokumen yang telah disisipkan data&lt;br /&gt;-          Mengedit data dalam database mail merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 286 s.d 296, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;Bumiayu, Januari 2009&lt;br /&gt;Kepala SMA BU NU Bumiayu&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neneng Nuryanah, S.Pd&lt;br /&gt;Novan Ardy Wiyani, S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan menu ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan pembuatan mail merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat membuat mail merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Mail Merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (30 Menit) :&lt;br /&gt;-          Memasukkan data mail merge ke dalam dokumen induk&lt;br /&gt;-          Menampilkan dokumen yang telah disisipkan data&lt;br /&gt;-          Mencetak dokumen yang telah disisipkan data&lt;br /&gt;-          Mengedit data dalam database mail merge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 286 s.d 296, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;1 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasukkan teks dalam sel tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur lebar  kolom dan baris tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat membuat tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Membuat tabel pada aplikasi pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal  :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (40 Menit) :&lt;br /&gt;-          Membuat tabel dengan menggunakan menu&lt;br /&gt;-          Membuat tabel dengan mengggunakan ikon&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasian pengisian teks pada tabel&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pengaturan lebar kolom dan baris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 300 s.d 303, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;menambah dan menghapus baris, kolom atau tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menambah dan menghapus sel pada tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggabungkan dan memisahkan sel baris dan sel kolom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurutkan data dalam tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memodifikasi bentuk tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat memodifikasi tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Membuat tabel pada aplikasi pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menambahkan baris atau kolom pada tabel&lt;br /&gt;-          Menghapus baris atau kolom pada tabel&lt;br /&gt;-          Menambahkan sel&lt;br /&gt;-          Menghapus sel&lt;br /&gt;-          Mendemostrasikan penggabungan sel&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pemisahan sel&lt;br /&gt;-          Mendemonstrasikan pengurutan data&lt;br /&gt;-          Mengubah bentuk tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 304 s.d 212, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan operasi perhitungan pada tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat header dan footer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencetak dokumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyisipkan gambar dan objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menggunakan operasi perhitungan tabel dan menyisipkan gambar/objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Membuat tabel pada aplikasi pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mempraktikan perhitungan pada tabel&lt;br /&gt;-          Mempraktikan pembuatan header dan footer&lt;br /&gt;-          Mempraktikan cetak dokumen&lt;br /&gt;-          Mempraktikkan penyisipan gambar dan teks indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 319 s.d 329 , – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (2 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Mengoperasikan ikon drawing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan karakter khusus dan karakter matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat menggunakan ikon drawing, membuat model koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Membuat tabel pada aplikasi pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Membuat bentuk (shape) tertentu&lt;br /&gt;-          Menggabungkan beberapa bentuk (shape) menjadi sebuah gambar&lt;br /&gt;-          Menyisipkan shapes dan meletakan dengan benar sesuai contoh.&lt;br /&gt;-          Mempraktikkan penyisipan karakter khusus dan karakter matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Penguatan dengan menanyakan kembali materi yang telah dibahas.&lt;br /&gt;-          Meminta siswa untuk mengakhiri kegiatan praktik dan menyimpan file pada media penyimpaan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 330 s.d 334, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas / Semester&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;X  (sepuluh) / 2 (dua)&lt;br /&gt;Pertemuan Ke&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;Alokasi Waktu&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;2 jam pelajaran (1 x 45 menit)&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat lunak pengolah kata&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat dokumen pengolah kata dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Membuat model kolom koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat grafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memodifikasi grafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan template untuk membuat karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat membuat grafik dan membuat karya dengan memanfaatkan template&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Materi Ajar:  Membuat tabel pada aplikasi pengolah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IIII.  &lt;br /&gt;Metode Pengajaran: Demonstrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Langkah Pembelajaran:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Kegiatan Awal (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Doa&lt;br /&gt;-          Absensi&lt;br /&gt;-          Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kegiatan Inti (70 Menit) :&lt;br /&gt;-          Mempratikkan pembuatan dokumen dengan gaya kolom koran&lt;br /&gt;-          Membuat grafik dengan data pendukungnya&lt;br /&gt;-          Mengubah bentuk grafik&lt;br /&gt;-          Membuat brosur dan poster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Kegiatan akhir (10 Menit) :&lt;br /&gt;-          Menugaskan siswa untuk membuat brosur atau poster dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Sumber Belajar: Buku teks TIK Kelas X/Jilid 1 Halaman 342 s.d 360, – Rudi Hidayat Penerbit Erlangga, Majalah, Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;Penilaian:  Praktik (Pengamatan kualitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMA&lt;br /&gt;Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran           : Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;Kelas                            : X ( Sepuluh )&lt;br /&gt;Guru                    : Novan Ardy Wiyani, S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA BUSTANUL ULUM NU BUMIAYU&lt;br /&gt;BREBES&lt;br /&gt;2008/2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-1597196516015521382?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/1597196516015521382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=1597196516015521382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/1597196516015521382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/1597196516015521382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/07/rpp-tik-kelas-x-sma-bustanul-ulum-nu.html' title='RPP TIK Kelas X SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-2515157315102025490</id><published>2009-07-08T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:06:33.906-07:00</updated><title type='text'>Proposal Tesis</title><content type='html'>PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG BUKAN BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA MELALUI SUPERVISI TINJAUAN KELAS DI SMP SE-KECAMATAN BUMIAYU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan sebagai sebuah program melibatkan sejumlah komponen yang bekerja sama dalam sebuah proses untuk mencapai tujuan yang diprogramkan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Di bidang pendidikan dan pengajaran diperlukan pengawas (supervisor) yang dapat berdialog serta membantu pertumbuhan pribadi dan profesi agar setiap guru sebagai salah satu komponen pendidikan mengalami peningkatan pribadi dan profesi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, Pengawas TK/SD dan SMP/SMA merupakan tenaga fungsional.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;  Pengawas sebagai supervisor akan melakukan kegiatan supervisi, yaitu program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran.  Program itu pada hakekatnya adalah perbaikan dalam hal belajar dan mengajar.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  Dengan demikian bisa dikatakan bahwa supervisi merupakan usaha pemberian layanan  kepada guru-guru, baik secara individu ataupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran.&lt;br /&gt;Supervisi bertujuan memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru di kelas yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas belajar siswa.  Bukan saja memperbaiki kemampuan mengajar tapi juga untuk mengembangkan potensi dan kualitas guru.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kinerjanya, seorang pengawas SMP/SMA melakukan kegiatan supervisi terhadap guru mata pelajaran tertentu.  Salah satunya seperti seorang pengawas yang melakukan kegiatan supervisi pada guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut ada yang berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia dan ada pula guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia.  Tentu saja latar belakang pendidikan tersebut mempengaruhi kompetensi guru.&lt;br /&gt;Dalam dataran teoritis, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia dapat menguasai materi secara luas dan radiks sehingga mampu mengembangkan pembelajaran.  Sebaliknya, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia dinilai kurang menguasai materi sehingga kurang mampu mengembangkan pembelajaran.  Disinilah seorang pengawas mempunyai peranan, yaitu menigkatkan kompetensi guru terutama kompetensi guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.  Hal inilah yang menjadikan penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG BUKAN BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA MELALUI SUPERVISI TINJAUAN KELAS DI SMP SE KECAMATAN BUMIAYU”&lt;br /&gt;B.     Penegasan Istilah&lt;br /&gt;Kompetensi Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam penelitian ini adalah  seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya sebagai pendidik profesional yang mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP di Kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;Supervisi Kunjungan Kelas&lt;br /&gt;Menurut Adams dan Dickey, supervisi adalah program ayng berencana untuk memperbaiki pengajaran.  Menurut Burton dan Bruckner, supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.  Sedangkan menurut Kimball Wiles, supervisi adalah bantuan yang diberikan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar agar menjadi lebih baik.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud supervisi kunjungan kelas pada penelitian ini adalah suatu pelayanan yang diberikan oleh seorang pengawas kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dalam pembelajaran di kelas.&lt;br /&gt;Dari berbagai penelitian di atas, maka penelitian dengan judul  “PENINGKATAN KOPETENSI GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG BUKAN BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA MELALUI SUPERVISI TINJAUAN KELAS DI SMP SE KECAMATAN BUMIAYU” secara sederhana bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia melalui kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh seorang pengawas melalui supervisi kunjungan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang masalahnya, maka dapat penulis rumuskan masalah : “Bagaimanakah peningkatan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia melalui supervisi tinjauan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian&lt;br /&gt;Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui hasil peningkatan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia melalui supervisi tinjauan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;Kegunaan Penelitian&lt;br /&gt;Diharapkan dari penelitian ini akan memberikan kegunaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.       sebagai bahan masukan bagi pengawas SMP di kabupaten Brebes dalam melaksanakan tugas sebagai supervisor, khususnya pengawas SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia;&lt;br /&gt;b.      sebagai bahan masukan bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu;&lt;br /&gt;c.       sebagai bahan guna diadakan kajian dan pembahasan lebih lanjut, mendalam, dan lebih luas mengenai masalah atau tema yang sama bagi peningkatan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.     Telaah Pustaka&lt;br /&gt;Dalam buku yang berjudul “Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru”, Muhibbin Syah menjelaskan bahwa guru sebagai pendidik ataupun pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan.  Itulah sebabnya setiap perbincangan mengenai pembaruan kurikulum, pengadaan alat-alat belajar sampai pada kriteria sumber daya manusia yang dihasilkan oleh usaha pendidikan selalu bermuara pada guru.  Hal ini menunjukkan betapa signifikannya posisi guru dalam dunia pendidikan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedang menurut Fasli Jalal dan Dedi Supriadi dalam bukunya yang berjudul “Reformasi Pendidikan : Dalam Konteks Otonomi Daerah,” menjelaskan bahwa guru merupakan kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mereka berada di titik sentral dari setiap usaha reformasi pendidikan yang diarahkan pada perubahan-perubahan kualitatif.  Setiap usaha peningkatan mutu pendidikan seperti pembaruan kurikulum, pengembangan metode-metode mengajar, penyediaan sarana dan prasarana hanya akan berarti bila melibatkan guru.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian bisa dikatakan bahwa guru merupakan unsur penting yang menentukan berhasil tidaknya tujuan pendidikan, maka wajar saja apabila kompetensi guru perlu peningkatan. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh guru antara lain :&lt;br /&gt;kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan mengelola pembelajaran;&lt;br /&gt;kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa, serta menjadi teladan bagi peserta didik;&lt;br /&gt;kompetensi profesional, yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam;&lt;br /&gt;kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amat Nuri, kompetensi kepribadian dan sosial yang seyogyanya dimiliki oleh seorang guru setidaknya tercermin di bawah ini :&lt;br /&gt;guru menghayati serta mengamalkan nilai hidup;&lt;br /&gt;guru hendaknya bertindak jujur dan bertanggung jawab;&lt;br /&gt;guru bersikap bersahabat dan terampil berkomunikais dengan siapapun dengan tujuan yang baik;&lt;br /&gt;guru mampu berperan sebagai seorang pemimpin, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah;&lt;br /&gt;guru mampu berperan secara aktif dalam pelestarian dan penegmbangan budaya masyarakat;&lt;br /&gt;dalam persahabatan dengan siapapun, guru tidak kehilangan prinsip serta nilai hidup yang diyakininy;&lt;br /&gt;guru bersedia ikut berperan serta dalam berbagai kegiatan sosial, baik dalam lingkup kesejawatan maupun pada kehidupan masyarakat pada umumnya;&lt;br /&gt;guru adalah pribadi yang bermental sehat dan stabil;&lt;br /&gt;guru tampil secara pantas dan rapi;&lt;br /&gt;guru mampu berbuat kreatif dengan penuh perhitungan;&lt;br /&gt;dalam keseluruhan relasi sosial dan profesionalnya, guru hendaknya mampu bertindak tepat waktu dalam janji dan penyelesaian tugas-tugasnya;&lt;br /&gt;guru hendaknya dapat menggunakan waktu luangnya (di luar tuntutan tugas keguruannya) secara bijaksana dan produktif.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kompetensi pedagogik setidaknya ditunjukkan dalam kemampuan seorang guru yang berhubungan dengan wawasan kependidikan yang akan digunakan sebagai bagian dari kelancaran dalam tugas profesinya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn16" name="_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adapun kompetensi profesional lebih menekankan bagaimana guru dapat melaksanakan tugas kependidikannya dengan baik sehingga mampu mengantarkan peserta didik dalam mengembangkan kompetensinya sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dicapai.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn17" name="_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, Pengawas TK/SD dan SMP/SMA merupakan tenaga fungsional yang mempunyai peran untuk meningkatkan kompetensi guru (khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru) melalui supervisi kunjungan kelas.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn18" name="_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adams dan Dickey, supervisi adalah program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran.  Menurut Burton dan Bruckner, supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.  Sedangkan menurut Kimball Wiles, supervisi adalah bantuan yang diberikan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar agar menjadi lebih baik.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn19" name="_ftnref19"&gt;[19]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Situasi belajar mengajar di sekolah yang lebih banyak diperankan oleh seorang guru akan lebih baik tergantung pada keterampilan pengawas sebagai pemimpin.  Seorang pengawas yang baik memiliki lima keterampilan dasar, antara lain :&lt;br /&gt;keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan;&lt;br /&gt;keterampilan dalam proses kelompok;&lt;br /&gt;keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan;&lt;br /&gt;keterampilan dalam mengatur personalia sekolah;&lt;br /&gt;keterampilan dalam mengevaluasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn20" name="_ftnref20"&gt;[20]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Dari pendapat di atas dapat dirumuskan bahwa supervisi tidal lain merupakan usaha memberikan layanan kepada guru-guru, baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran.  Kata kunci dari pemberian supervisi ialah pada akhirnya memberikan layanan dan bantuan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn21" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn21" name="_ftnref21"&gt;[21]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sahertian, tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas belajar siswa.  Bukan saja memperbaiki kemampuan mengajar, tapi juga untuk mengembangkan potensi dan kualitas guru.  Ringkasnya supervisi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn22" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn22" name="_ftnref22"&gt;[22]&lt;/a&gt;  Adapun fungsi utama supervisi ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn23" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn23" name="_ftnref23"&gt;[23]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, penulis lebih menekankan upaya peningkatan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia melalui supervisi tinjauan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.      Metode Penelitian&lt;br /&gt;Jenis Penelitian&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, penulis terjun langsung ke lingkungan yang di teliti yaitu SMP se kecamatan Bumiayu, maka dapat dikatakan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif-analisis.&lt;br /&gt;Subjek dan Objek Penelitian&lt;br /&gt;Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang dikenai kesimpulan dari hasil penelitian.  Adapun subjek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi objek penelitian adalah hasil supervisi kunjungan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;Variabel&lt;br /&gt;Variabel dalam penelitian pada dasarnya adalah apa yang menjadi titik perhatian di suatu penelitian.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn24" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn24" name="_ftnref24"&gt;[24]&lt;/a&gt;  Pada penelitian ini variabelnya adalah kompetensi guru, dengan sub variabel sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.       kompetensi pedagogik;&lt;br /&gt;b.      kompetensi profesional.&lt;br /&gt;Populasi penelitian&lt;br /&gt;Populasi pada penelitian ini adalah semua guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Untuk memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik antara lain :&lt;br /&gt;a.       Teknik Dokumentasi&lt;br /&gt;Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber nonmanusia.  Sumber ini terdiri atas dokumen atau rekaman, rekaman di sini sebagai setiap tulisan atau pernyataan yang dipersiapkan oleh atau untuk individu atau organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn25" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn25" name="_ftnref25"&gt;[25]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknik dokumentasi ini digunakan oleh penulis untuk memperoleh data tentang keadaan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu serta untuk mendapatkan sumber tertulis atau dokumen pada responden seperti RPP dan hasil penilaian kinerja dari atasan dan pengawas.&lt;br /&gt;b.      Teknik Observasi&lt;br /&gt;Pada teknik observasi ini, penulis mengamati aktivitas-aktivitas guru di kelas.  Dalam menggunakan teknik obeservasi ini, penulis melengkapinya dengan format atau blanko pengamatan sebagai instrumen.  Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn26" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn26" name="_ftnref26"&gt;[26]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;c.       Teknik Kuesioner&lt;br /&gt;Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari respondendalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.  Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn27" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn27" name="_ftnref27"&gt;[27]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknik kuesioner ini digunakan oleh penulis untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana peningkatan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia melalui supervisi tinjauan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;d.      Teknik Interview&lt;br /&gt;Interview merupakan alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.  Peneliti menggunakan interview tak berstruktur dimana pertanyaan-pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek atau keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn28" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn28" name="_ftnref28"&gt;[28]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fungsi teknik interview dalam penelitian ini adalah sebagai strategi utama dalam mengumpulkan data dan strategi penunjang bagi teknik pengumpulan data yang lain, yaitu dokumentasi, observasi, dan kuesioner.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn29" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn29" name="_ftnref29"&gt;[29]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;Setelah data-data yang dibutuhkan telah terkumpul maka tahap berikutnya adalah analisis data, yaitu menjelaskan data sehingga dari data tersebut akhirnya akan dapat ditarik kesimpulan.&lt;br /&gt;Di dalam menyajikan data penulis menggunakan tabel, kemudian di dalam menganalisis data penulis menggunakan teknik statistik deskriptif.  Teknik ini memungkinkan peneliti melukiskan dan merangkum pengamatan yang telah dilakukannya.Dalam teknik ini penulis menganalisis data menggunakan Distribusi Frekuensi relatif (persentase)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn30" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn30" name="_ftnref30"&gt;[30]&lt;/a&gt;, dengan menggunakan rumus :  P =  X 100%&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;P = angka persentase&lt;br /&gt;F = frekuensi yang sedang dicari perentasenya&lt;br /&gt;N = number of case (jumlah frekuensi/banyaknya individu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.    Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;Untuk mempermudah dan memperjelas pembahasan perlu kiranya penulis kemukakan tentang sistematika penulisan yang menunjukkan bab per bab sehingga akan dapat terlihat rangkaian penelitian ini secara sisitematis.&lt;br /&gt;Sistematika penelitian ini terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian formalitas, bagian isi dan bagian akhir.  Pada bagian formalitas di dalamnya akan mencangkup halaman pengesahan dan daftar isi.&lt;br /&gt;Pada bagian isi penelitian berisi lima bab, yaitu bab pertama pendahuluan yang berisi tentang : latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka, metode penelitian, dan sistematika penulisan.&lt;br /&gt;Bab kedua akan membahas teori tentang kompetensi guru dan supervisi tindakan kelas.&lt;br /&gt;Bab ketiga berisi tentang gambaran umum guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia yang membahas tentang : letak geografis kecamatan Bumiayu, Keadaan SMP di kecamatan Bumiayu, keadaan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu, dan gambaran wilayah penelitian yang meliputi keadaan  guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP se kecamatan Bumiayu yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia dan kegiatan supervisi kunjungan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;Bab keempat yaitu peningkatan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Indonesia melalui supervisi kunjungan kelas di SMP se kecamatan Bumiayu.&lt;br /&gt;Bab kelima berisi penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.&lt;br /&gt;Pada bagian akhir, penelitian ini berisi tentang daftar pustaka dan lampiran-lampiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR, Syamsudin, Vismaia S. Damayanti. 2006. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung : Remaja Rosda Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arifin, Anwar. 2003. Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam UU SISDIKNAS. Jakarta : Depag RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqib, Zainal, Elham Rohmanto. 2007. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung : Yrama Widya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danim, Sudarwan. 2002. Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme tenaga Kependidikan. Bandung : Pustaka setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalal, Fasli, Dedi Supriyadi. 2001. Reformasi Pendidikan : Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta : Adi Cita Karya Nusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyasa, E. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosda Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuri, Amat. 2004. Undang-Undang Guru dan Peningkatan Kompetensi Profesional Guru, Jurnal Insania. Volume 9, Nomor 3, hlm 185-201.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudijono, Anas. 1996. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Remaja Rosda Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005. Jakarta : Asa Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, Implementasi, dan Inovasi, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2003), hlm. 15&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Anwar Arifin, Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam UU SISDIKNAS, (Jakarta : Depag, 2003), hlm. 34&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 1&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Zaenal Aqib dan Elham Rohmanto, Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah, (Bandung : Yrama Widya, 2007), hlm. 187&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Sudarwan danim, Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, (Bandung : Pustaka Setia, 2002),  hlm. 82&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Zaenal Aqib dan Elham Rohmanto, Op. Cit., hlm. 182&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 190&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; UU Duru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, hlm. 3&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; UU Duru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, hlm. 2&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Zaenal Aqib dan Elham Rohmanto, Op. Cit., hlm. 188&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 1995), hlm. 224&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Fasli Jalal dan Dedi Supriyadi, Reformasi Pendidikan : Dalam Konteks Otonomi Daerah, (Yogyakarta : Adi Cita Karya Nusa, 2001), hlm. 262&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; UU Duru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, hlm. 3&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt; UU Duru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, hlm. 43&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt; Amat Nuri, Undang_Undang Guru dan Peningkatan Kompetensi Profesional Guru, Vol. 9, No. 3 (Purwokerto : Insania, 2004), hlm. 199&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref16" name="_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 196&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref17" name="_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 199&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref18" name="_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt; Sudarwan danim.,  Op. Cit., hlm. 82&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref19" name="_ftn19"&gt;[19]&lt;/a&gt; Zaenal Aqib dan Elham Rohmanto, Op. Cit., hlm. 188&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref20" name="_ftn20"&gt;[20]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 188&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn21" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref21" name="_ftn21"&gt;[21]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 188&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn22" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref22" name="_ftn22"&gt;[22]&lt;/a&gt; Ibid., hlm.190&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn23" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref23" name="_ftn23"&gt;[23]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 193&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn24" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref24" name="_ftn24"&gt;[24]&lt;/a&gt; Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka Cipta, 1998), hlm. 66&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn25" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref25" name="_ftn25"&gt;[25]&lt;/a&gt; Syamsudin dan Vismaia, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2006), hln. 108&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn26" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref26" name="_ftn26"&gt;[26]&lt;/a&gt; Suharsini Arikunto, Op. Cit., hlm 234&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn27" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref27" name="_ftn27"&gt;[27]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 140&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn28" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref28" name="_ftn28"&gt;[28]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 231&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn29" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref29" name="_ftn29"&gt;[29]&lt;/a&gt; Syamsudin dan Vismaia, Op. Cit., hlm. 95&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn30" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref30" name="_ftn30"&gt;[30]&lt;/a&gt; Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 40&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-2515157315102025490?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/2515157315102025490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=2515157315102025490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2515157315102025490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2515157315102025490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/07/proposal-tesis.html' title='Proposal Tesis'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-8883844501705220066</id><published>2009-07-08T20:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:02:52.144-07:00</updated><title type='text'>GAYA BAHASA DAN PESAN MORAL DALAM CERITA PENDEK "AYAM" DALAM TINJAUAN STILISTIKA</title><content type='html'>GAYA BAHASA DAN PESAN MORAL DALAM CERITA PENDEK “AYAM”&lt;br /&gt;DALAM TINJAUAN STILISTIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  PENGANTAR&lt;br /&gt;Ada dua jenis klasifikasi karya sastra, yaitu sastra interpretasi (interpretative literature) dan sastra pelarian (escape literature).  Jenis sastra interpretasi ditulis untuk memperluas, memperdalam, dan mempertajam kesadaran kita tentang kehidupan.  Sedangkan sastra pelarian merupakan jenis sastra yang dihasilkan khusus untuk hiburan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu anggapan bahwa karya sastra sendiri merupakan refleksi dari dunia nyata atau realita, maka cerita pendek sebagai salah satu bentuk fiksi juga berangkat dari pelabuhan yang sama.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Banyak pula ahli sastra mengatakan logika cerita pendek atau logika peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus mencerminkan keadaan nyata atau realita.  Dapat dipahami karena teori itu bertolak dari paham mimesis yang mengatakan bahwa karya seni merupakan tiruan dari alam (fakta).  Teori itu mestinya tidak boleh diterima secara mentah, karena bagaimanapun karya seni termasuk karya sastra memang berangkat dari fakta yang kemudian dipadu dengan imajinasi pengarang hingga menghasilkan fakta “baru.”  Maka logika cerita (peristiwa dalam cerita pendek) mestilah berada di dalam cerita pendek itu sendiri.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita pendek “Ayam” karya Sutardji Calzoum Bachri&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; merupakan produk karya sastra yang merefleksikan realitas kehidupan sosial penulisnya yang mampu mengasah kepekaan kita terhadap kehidupan di lingkungan sekitar kita.  Cerita berkisar pada kehidupan seorang sstrawan yang tinggal di Jakarta, kota metropolitan.  Cerita tersebut tentu saja juga menggambarkan kehidupan orang-orang yang tinggal di lingkungan ia tinggal dan orang yang tinggal di lingkungan ia bekerja.&lt;br /&gt;Cerita yang sederhana ini amat menarik.  Berawal dari keterpaksaan memelihara ayam akhirnya penulis menyadari akan perilaku yang dapat ditimbulkan dari kemiskinan.  Yang unik dari cerita dalam cerpen ini adalah dimana kesadaran penulis tersebut terbangun karena kematian ayam-ayamnya, ayam-ayam yang penulis pelihara dengan keterpaksaan.  Cerita tersebut disajikan dengan bahasa yang menarik dan mudah dicerna sehingga bisa menyentuh perasaan pembaca dan mempertajam keasadaran kita tentang realitas kehidupan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  GAYA BAHASA CERPEN “AYAM” DALAM TINJAUAN STILISTIKA&lt;br /&gt;Pusat perhatian stilistika adalah style, yaitu cara yang digunakan seorang pembicara untuk menyatakan maksudnya dengan menggunakan bahasa sebagai sarana.  Dengan demikian, style dapat diterjemahkan sebagai gaya bahasa.  Sesungguhnya gaya bahasa terdapat dalam segala ragam bahasa : ragam lisan dan ragam tulis, ragam sastra dan ragam nonsastra, karena gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu oleh orang tertentu untuk maksud tertentu.  Akan tetapi, secara tradisional gaya bahasa salalu ditautkan dengan teks sastra, khususnya teks sastra tertulis.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gaya bahasa mencangkup diksi atau pilihan leksikal, struktur kalimat, majas, dan citraan, pola rima, matra yang digunakan seorang sastrawan atau yang terdapat dalam sebuah karya sastra.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  Cerita pendek “Ayam” disajikan dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dicerna disebabkan penulis mampu memanfaatkan atau memanipiulasi pilihan leksikal.  Kata, rangkaian kata, dan pasangan kata yang dipilih dapat menimbulkan pada diri pembaca suatu efek yang dikehendaki penulis.&lt;br /&gt;1.   Pemanfaatan Sinonim&lt;br /&gt;Pemanfaatan sinonim terutama tampak pada nomina yang relative mempunyai banyak sinonim masing-masing dengan konotasinya ditunjukkan pada kata bercetak jiring pada kalimat di bawah ini :&lt;br /&gt;a.  Turun dari taksi, di halaman rumah di balik pohon jambu kerdil, di tanah sempit penuh dengan pepohonan perdu, sudah menunggu dua ekor anak ayam dalam sangkar burung.&lt;br /&gt;Penggunaan kata kerdil yang berarti selalu kecil saja&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; menggambarkan betapa kekurang sukaan penulis pada situasi dan kondisi saat itu.&lt;br /&gt;b.  “Nabi Sulaiman sering gentayangan di tempat kurnma ini ditanam, jadi aku kira tentulah nenek moyang kurma ini pernah memberi makan Nabi Sulaiman,”  aku bilang.&lt;br /&gt;   Penggunaan kata gentayangan alih-alih cerita menggambarkan betapa imajinasi penulis yang teramat luas terhadap peristiwa yang sudah ribuan tahun terjadi.&lt;br /&gt;c.  Di rumah kompleks yang hampir tak mensisakan secebis halaman, tak jarang ayam masuk ke dalam rumah hanya untuk menumpang berak di ruang depan.&lt;br /&gt;Kata secebis berarti secarik, sepotong&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; pada kalimat di atas memberikan kesan bahwa penulis merasa kurang nyaman dengan lingkungan rumahnya terlebih lagi jika ayam peliharaannya masuk ke dalam rumah kemudian berak, hal itu membuat penulis merasa lebih kurang nyaman lagi.&lt;br /&gt;2.   Pemanfaatan Kata Asing&lt;br /&gt;Penggunaan kata asing dalam suatu percakapan dapat menimbulkan berbagai kesan atau sekurang-kurangnya dimaksudkan untuk menimbulkan kesan tertentu, misalnya kesan intelektual, sok intelektual, atau wah!&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contohnya penyebutan made in China pada kalimat di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah made in China,” kata istriku ketawa, “Jauh-jauh dari Baghdad masa made ini China”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan kata tersebut pada saat istrinya berkomentar tentang oleh-oleh yang dibawa penulis memberikan kesan betapa kritisnya istri penulis yang akhirnya menjadikan penulis merasa terpojok dan memberikan tanggapan dalam cerpenyan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang Irak Cuma bikin minyak dan kurma.  Yang muarah-murah buatan China dan Bangladesh,” aku bilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pemanfaatan kata asing juga terdapat pada kalimat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Life begins at two o’clock in the morning” kata guru yang memang hobi bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode ini menyiratkan intelektualitas penulis dan juga menggambarkan aktivitas penulis sebagai sosok seorang yang hidup dengan optimis dan menghargai waktu.&lt;br /&gt;3.   Pemanfaatan Anomali&lt;br /&gt;Anomali merupakan pasangan atau persandingan kata yang tidak lazim, artinya bahwa pasangan yang demikian secara tradisional dan konvensional tidak serasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan anomaly pada cerpen “Ayam” seperti pada kata-kata bercetak miring dalam kalimat di bawah ini :&lt;br /&gt;a.   Dia bahkan hampir meraungkan tangis.&lt;br /&gt;Kata meraungkan sebagai verba lazimnya dipersandingkan dengan adverbial keras-keras, bukan dengan tangis.  Anomali ini membuat frasa tersebut menarik perhatian pembaca.&lt;br /&gt;b.  Tapi kainnya yang kuyup gemetar, kutangnya yang keriput dan basah, matanya yang kosong menatap menyumpal mulutku.&lt;br /&gt;Kejelian penulis memilih kata dan persandingannya tampak pula dalam penggunaan kata kuyup yang disandingkan dengan kata gemetar.  Anomali ini membuat pembaca lebih memfokuskan lagi kepekaannya terhadap cerita yang dibuat oleh penulis.&lt;br /&gt;4.  Pemanfaatn Metafor/Kiasan&lt;br /&gt;Metafor atau kiasan adalah majas yang mengandung perbandingan yang tersirat sebagai pengganti kata atau ungkapan lain untuk melukiskan kesamaan atau kesejajaran makna di antaranya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;  Di dalam perbandingan yang tersirat itulah sering terdapat anomali, misalnya dalam kalimat yang terdapat pada cerpen “Ayam” di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kainnya yang kuyup gemetar, kutangnya yang keriput dan basah, matanya yang kosong menatap menyumpal mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kerja menyumpal yang berarti menutup dengan sumbat&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt; bisa dilakukan dengan cara memasukkan benda konkret.  Sedangkan pada cerpen tersebut susunan kata matanya yang kosong menjelaskan tentang tatapan seseorang yang kosong dimana tatapan tersebut bersifat abstrak.  Jadi tentu saja tatapan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai benda yang bisa digunakan untuk menyumpal mulut si penulis.  Dalam cerpen itu nampaknya tujuan penulis memilih kata itu adalah memberikan kesan kepada pembaca betapa sensitifnya perasaan penulis dengan realita yang sedang ia hadapi.&lt;br /&gt;5.   Pemanfaatn Personifikasi/Insanan&lt;br /&gt;Seperti tampak pada istilahnya, dalam majas ini sesuatu yang bukan manusia/insan dibandingkan dengan atau diandaikan sebagai insan.  Sifat-sifat insan diproyeksikan pada suatu barang yang tak bernyawa.  Dalam hubungan itu, kalimat yang berikut ini menjadi lebih menarik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kainnya yang kuyup gemetar, kutangnya yang keriput dan basah, matanya yang kosong menatap menyumpal mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutang merupakan benda mati yang berarti pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;  Kata tersebut disandingkan dengan kata keriput dimana kekeriputan ini hanya terjadi pada kulit manusia bukan pada kutang yang merupakan benda mati menjadikan kalimat pada cerpen tersebut menjadi lebih hidup dan bisa menguatkan daya imajinasi pembaca yang bisa memacu lagi ketertarikan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dekat mulut jembatan, aku berpikir sekilas bagaimana baiknya melempar kantung plastik itu agar jangan tersangkut di semak-semak yang tumbuh di tikungan sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan sebagai benda mati tentu saja tidak mempunyai mulut yang hanya dimiliki oleh manusia dan binatang.  Jadi ini sebuah insanan dan merupakan penyimpangan semantic.  Dalam konteks cerpen ini, mulut jembatan diartikan sebagai tempat yang terletak di bagian pinggir jembatan, tempat dimana penulis akan membuang bangkai ayam yang dibungkus dengan kantong plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  PESAN MORAL DALAM CERITA PENDEK “AYAM”&lt;br /&gt;Cerita pada cerita pendek “Ayam” menggambarkan salah satu problem sosial yaitu problem kemiskinan yang terjadi di Jakarta.  Jakarta sebagai kota metropolitan merupakan kota yang menjanjikan bagi masayarakat pendatang.  Bagi mereka yang datang dengan dibekali keterampilan tentu saja Jakarta merupakan lading emas bagi mereka, namun bagi mereka yang datang tanpa membawa bekal keterampilan, Jakarta menjadikan mereka sebagai warga Negara yang miskin.&lt;br /&gt;Kekayaan yang dimiliki oleh orang-orang yang berparadigma materialis membuat mereka enggan untuk menyisihkan hartanya bagi mereka yang miskin.  Hal ini salah satunya digambarkan pada episode berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon akasia cepat tumbuhnya.  Dan kompleks 500 rumah ini cukuplah luas.  Tapi, tetap saja tidak tiap hari ada pohon yang harus dipangkas.  Meski banyak penghuni di sini kelihatan cepat kaya, sering membuat rumah dengan model mutakhir, tapi tidak sering kuli-kuli yang berbaju hitam ini mendapat peluang membuang puing.  Sekali pernah aku dengar tetanggaku bilang keras kepada mereka, “Pokoknya seribu perak, kalau tak mau saya suruh pembantu saya mengangkat puing ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kemiskinan  yang dihadapi oleh mereka orang-orang yang pergi ke Jakarta yang tidak dibekali dengan keterampilan membuat mereka bekerja sebagai kuli dan hidup dengan kesusahan.  Dalam cerita tersebut digambarkan betapa kemiskinan dan kesusahan yang mereka alami telah membuat mereka tidak menghiraukan larangan agama, yaitu haramnya memakan bangkai binatang.  Mereka berebut bangkai ayam milik penulis untuk makan mereka.  Digambarkan pula dalam cerpen tersebut bangkai ayam tersebut akhirnya dimakan oleh Ibu tukang kopi dan pesuruh yang bekerja di tempat penulis bekerja.&lt;br /&gt;Cerita pendek “Ayam” memunculkan kepekaan pada diri kita bahwa kemiskinan sebagai salah satu problem sosial masyarakat kita merupakan masalah kita bersama yang harus kita tanggulangi dengan saling membantu terhadap mereka yang sedang kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.   PENUTUP&lt;br /&gt;Kemampuan penulis dalam mengolah dan memanfaatkan pilihan leksikal membuat cerpen “Ayam” ini hidup.  Ketepatan pilihan itu menimbulkan kepekaan bagi pembaca, seolah-olah pembaca berada di tengah mereka, antara pembaca dan pengarang.  Efek kepekaan yang ditimbulkan menyebabkan pembaca tergugah kesadaran sosialnya terhadap problem kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Depdiknas. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.&lt;br /&gt;Sudjiman, Panuti. 1993. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta : Grafiti.&lt;br /&gt;Supriyanto, Teguh. 2008. Teks dan Ideologi : Studi Sastra Populer Cerita Silat. Semarang : UNNES.&lt;br /&gt;Thahar, Harris Effendi. 2002. Kiat Menulis Cerita Pendek. Bandung : Angkasa.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Teguh Supruyanto, Teks dan Ideologi : Studi Sastra Populer Cerita Silat, (Semarang : UNNES, 2008), hlm. 14&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Harris Effendi, Kiat Menulis Cerita Pendek, (Bandung : Angkasa, 2002), hlm. 16&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 7&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Lihat pada lampiran&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Panuti Sudjiman, Bunga Rampai Stilistika, ( Jakarta : Grafiti, 1993), hlm. 13&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 14&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta : Balai Pustaka, 1991), hlm. 485&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 175&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Panuti Sudjiman, Op.  Cit., hlm. 27&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 29&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Ibid., hlm. 29&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Kamus Besar Bahasa Indonesia, hlm. 974&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; Kamus Besar Bahasa Indonesia, hlm. 547&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-8883844501705220066?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/8883844501705220066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=8883844501705220066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8883844501705220066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8883844501705220066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/07/gaya-bahasa-dan-pesan-moral-dalam.html' title='GAYA BAHASA DAN PESAN MORAL DALAM CERITA PENDEK &quot;AYAM&quot; DALAM TINJAUAN STILISTIKA'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-6329553563358299767</id><published>2009-04-27T21:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:58:27.233-07:00</updated><title type='text'>Bilik kamarku, 03.51</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Rasa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kurasakan…&lt;br /&gt;Rasa sayangku padamu semakin mengekal saat senandung Al-Fatihah terlantun tuk mendoakanmu tengah malam barusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan…&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang terpancar dari dalam hati yang tlah membulatkan tekadku untuk senantiasa menyayangimu sepanjang hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakanlah…&lt;br /&gt;Tutur kataku&lt;br /&gt;Dan perbuatanku senantiasa mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakanlah…&lt;br /&gt;Tanpamu, aku bagai hiu tanpa taring&lt;br /&gt;HOW I LOVE U&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-6329553563358299767?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/6329553563358299767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=6329553563358299767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/6329553563358299767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/6329553563358299767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/bilik-kamarku-0351.html' title='Bilik kamarku, 03.51'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-545574386346302907</id><published>2009-04-15T01:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T01:50:24.049-07:00</updated><title type='text'>TPQ NUR IMAN</title><content type='html'>Sore itu kuterbangun, kulihat betapa cerahnya awan dan anganpun melayang entah kemana hingga kuterlepas dan tak terkendali mengingat memory indah di TPQ Nur Iman Karang Jambu, Purwokerto.&lt;br /&gt;Yah...sebuah TPQ yang didirikan oleh sekumpulan anak kos yang negkos di Karang Jambu yang diwadahi dalam sebuah organisasi Forum Komunikasi Anak Kos ( FOKUS ).&lt;br /&gt;Berbekal niat untuk beribadah, untuk mengamalkan ilmu yang kami miliki alhamdulillah tahun demi tahun TPQ Nur Iman semakin berkembang dan eksistensinya mampu menyaingi semua TPQ yang ada di kota Purwokerto.&lt;br /&gt;Dengan fasilitas yang sangat sederhana, hanya numpang di musholla Nurul Iman, sebuah musholla yang kecil mungil itu kami bisa mengamalkan ilmu kami.&lt;br /&gt;Ya Allah betapa indahnya saat-saat itu ketika kami mengajar dan ketika kami saling berbagi.&lt;br /&gt;Sarwo, Adnan, Barok, Ridho, Ibnu, Ali, Yeni, Iin, Tri, Eva, Ita, Diana, Imah, Atun, dan juga para warganya seperti pak cipto, pak haji muslih dan bu parta serta ibu-ibu jama'ah di Musholla Nurul Iman, mereka selalu mensupport perkembangan TPQ Nur Iman.&lt;br /&gt;Kebersamaanku dengan kalian tak akan pernah terlupakan.&lt;br /&gt;Betapa hangat&lt;br /&gt;Betapa indah&lt;br /&gt;Jalinan persaudaraan antar kita&lt;br /&gt;Aku kangen sama kalian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-545574386346302907?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/545574386346302907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=545574386346302907' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/545574386346302907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/545574386346302907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/tpq-nur-iman.html' title='TPQ NUR IMAN'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-181679534286259309</id><published>2009-04-15T01:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T01:10:18.545-07:00</updated><title type='text'>Sajak Cintaku Buat Mamanya Rino</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_MwklEeBWKeA/SeWWP_tAqeI/AAAAAAAAAHU/ZKQKLoDgFu4/s1600-h/n1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324827335977904610" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 102px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_MwklEeBWKeA/SeWWP_tAqeI/AAAAAAAAAHU/ZKQKLoDgFu4/s400/n1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bidadari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini aku rasakan&lt;br /&gt;Mencintai seorang insan&lt;br /&gt;Mencintai kelebihannya&lt;br /&gt;Dan lebih mencintai kekurangannya&lt;br /&gt;Siang-malam ku rela terjaga&lt;br /&gt;Melindungi dan menyayanginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari itu&lt;br /&gt;Dia yang ku sayang sepanjang waktu&lt;br /&gt;Kasihnya selalu ku tunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari itu&lt;br /&gt;Datang mempesona menemuiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari itu&lt;br /&gt;Adalah udara buat nafasku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-181679534286259309?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/181679534286259309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=181679534286259309' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/181679534286259309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/181679534286259309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/sajak-cintaku-buat-mamanya-rino.html' title='Sajak Cintaku Buat Mamanya Rino'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MwklEeBWKeA/SeWWP_tAqeI/AAAAAAAAAHU/ZKQKLoDgFu4/s72-c/n1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-2420634906224779835</id><published>2009-04-13T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T18:50:05.601-07:00</updated><title type='text'>ORANG MISKIN DILARANG MIMPIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_MwklEeBWKeA/SePq6ylTE9I/AAAAAAAAAHM/CKpKcV3PiV8/s1600-h/g+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324357480213582802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 115px; CURSOR: hand; HEIGHT: 86px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_MwklEeBWKeA/SePq6ylTE9I/AAAAAAAAAHM/CKpKcV3PiV8/s320/g+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ORANG MISKIN DILARANG MIMPIN !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa kampanye yang hiruk-pikuk, penuh dengan pembagian uang dan sembako telah berlalu, pemilu legislatif pada tanggal 9 April pun telah dilaksanakan.  Ada dua fenomena yang menarik yang telah muncul ke permukaan &lt;em&gt;mainset&lt;/em&gt; masyarakat.  &lt;em&gt;Fenomena pertama&lt;/em&gt; adalah caleg yang banyak meraup suara adalah caleg yang banyak menghambur-hamburkan uang, memberikan stiker, kaos dan sembako, bantuan pembangunan masjid, jembatan, jalan-jalan dan lain sebagainya.  Nampaknya masyarakat kita lebih memilih seorang pemimpin dari segi materi bukan dari segi kualitas kepribadian, intelektual, dan sosial mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Fenomena yang kedua&lt;/em&gt; adalah banyaknya kalangan artis yang ikut berkompetisi dalam kancah politik pada pemilu legislatif kemarin, sebut saja Emilia Contesta, Nurul Arifin, Wanda Hamidah, Primus Yustisio, Vena Melinda, Tengku Firmansyah, hingga Mandra pelawak dalam sinetron Si Doel Anak Betawi.  Tak sedikit diantara para artis tersebut yang dijagokan menjadi wakil rakyat melihat perolehan suara mereka yang signifikan.  Mereka yang terpilih mungkin ada yang kompeten di bidang politik atau mungkin mereka terpilih berkat ketenaran mereka sebagai artis, dan menurut saya asumsi yang kedua itulah yang menjadikan mereka dipilih oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fenomena diatas menurut hemat saya sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini telah terpetakan dalam ranah materialisme.  Masyarakat mempunyai asumsi bahwa materi adalah segala-galanya.  Berangkat dari asumsi tersebut nampaknya telah tersetting dalam paradigma masyarakat kita bahwa yang namanya pemimpin itu haruslah kaya, dengan demikian alses untuk menjadi wakil rakyat bagi mereka yang miskin sangatlah sulit sehingga nampaknya orang miskin di negeri ini dilarang untuk menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu asumsi dari masyarakat kita bahwa memang yang namanya pemimpin itu haruslah kaya, apabila seorang pemimpin kaya hal tersebut bisa menghindari mereka untuk melakukan tindak korupsi.  Betulkah asumsi itu?  Fakta di lapangan membuktikan adanya wakil rakyat yang sudah kaya tapi masih saja korupsi.  Mereka semakin kaya dengan uang rakyat dan rakyatpun semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya kuatirkan imbas dari paradigma materialis tersebut adalah jika nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam pancasila tergeser oleh nilai-nilai kapitalis.  Apa jadinya negara kita jika paradigma masyarakatnya cenderung materialis?  Yang ada jurang pemisah antara si kaya dan si miskin semakin jelas.  Saya berharap kepada para calon wakil rakyat yang nantinya akan duduk di DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Propinsi, DPD, dan DPR Pusat agar mereka senantiasa memperjuangkan nasib rakyat miskin bukan memperjuangkan perut semata.  Siapapun orangnya baik dari kalangan wakil rakyat yang kaya ataupun  dari kalangan wakil rakyat yang berasal dari dunia entertainment seyogyanya mampu mengejawantahkan nilai-nilai filosofis pancasila sehingga terciptalah masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-2420634906224779835?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/2420634906224779835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=2420634906224779835' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2420634906224779835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2420634906224779835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/orang-miskin-dilarang-mimpin.html' title='ORANG MISKIN DILARANG MIMPIN'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MwklEeBWKeA/SePq6ylTE9I/AAAAAAAAAHM/CKpKcV3PiV8/s72-c/g+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-454456373274816282</id><published>2009-04-12T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T20:33:45.034-07:00</updated><title type='text'>jenggot dan Celana Cingkrang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Haruskah kita berjenggot dan bercelana cingkrang?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Pada saat lahirnya seorang bayi diliputi oleh rambut yang sangat halus, kemudian rambut pertama ini digantikan oleh rambut yang lembut,yang kita temukan pada anak-anak.  Kemudian datanglah masa remaja, dan rambutnya itu akan digantikan lagi oleh rambut yang akhirnya akan dimiliki orang sebagai makhluk yang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rambut jenggot pria&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pertumbuhan rambut orang dewasa diatur oleh kelenjar-kelenjar kelamin.  Hormon kelamin pria mempunyai suatu daya kerja yang khusus sehingga rambut jenggot dan rambut badan terkembang karenanya, sedangkan perkembangan rambut kepala dibatasi atau diperlambat perkembangannya.&lt;br /&gt;Justru sebaliknyalah daya kerja hormon kelamin wanita!  Pertumbuhan rambut di kepala terkembang karenanya, sedangkan pertumbuhan rambut jenggot dan rambut badan terbatasi karenanya.  Karena itulah kaum wanita tak berjenggot, karena berbagai kelenjar-kelenjar dan hormon di dalam badannya dengan sengaja berdaya menghalang-halangi pertumbuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Haruskah kita berjenggot?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;            Kita harus menengok ke sejarah permulaan umat manusia.  Pada suatu saat, guna jenggot adalah untuk memudahkan perbedaan kaum pria dan wanita.  Mungkin juga jenggot bermanfaat untuk memberikan rupa yang kuat dan berwibawa kepada kaum pria, dan dengan demikian menolong kaum pria untuk mempunyai daya tarik di hadapan kaum hawa.&lt;br /&gt;            Kini seiring dengan berjalannya waktu ada beberapa kelompok dalam islam yang menjadikan jenggot sebagai ciri khas mereka bahkan saking ekstrimnya golongan tersebut mewajibkan pengikutnya untuk berjenggot bahkan yang lebih ekstrim lagi mereka memandang negatif orang yang tidak berjenggot.&lt;br /&gt;            Tentu kita tidak bisa melarang orang untuk berjenggot dan untuk tidak berjenggot menjadi suatu keyakinan, kita juga tidak boleh memaksa seseorang untuk berjenggot terlebih lagi paksaan itu didasarkan dengan dalil-dalil agama, adakah dalil dalam Qur’an dan hadist yang secara qath’i mewajibkan kita untuk berjenggot? Kalau memang ada hadist yang bisa dijadikan sebagai bijakan untuk berjenggot, apakah hadist itu memenuhi derajat keshahihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jenggot hanyalah sebuah tren&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bagi saya jenggot hanyalah sebuah tren, tren yang membedakan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya. Tren itulah yang membedakan dan dari perbedaan itu akhirnya munculah sikap eksklusivisme yang bisa menjadikan mereka merasa mempunyai posisi yang lebih dibanding kelompok yang lainnya.&lt;br /&gt;Tentu anda bisa melihat dan merasakan jika jenggot hanyalah sebuah tren, sebuah tren yang mempunyai social function untuk membedakan antar individu maupun antar kelompok, bisa jadi hal itu akan menciptakan deferensi sosial yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jenggot dan celana cingkrang sebagai produk Arabisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;            Dari segi bentuknya, bentuk kepala orang-orang Arab berbeda dengan bentuk kepala kita, bentuk kepala orang Arab kotak sedangkan bentuk kepala kita oval. Karena bentuk kepala orang Arab yang kotak itulah mereka memelihara jenggot untuk kegagahan mereka, mereka merasa penampilan mereka akan lebih gagah dengan berjenggot. Pandangan tentang jenggot sebagai kegagahan itu sudah mengakar kuat sekali, sejak zaman Nabi Muhammad sampai zaman sekarang. Dengan demikian budaya berjenggot bisa dikatakan sebagai produk Arabisme.&lt;br /&gt;Yang menjadi meanstream disini adalah term arabisme.  Kita sering sekali terjebak oleh term tersebut,sesuatu yang berbau arab selalu diidentikan dengan ajaran islam.  Sesuatu yang berbau arab tersebut seperti memelihara jenggot dan bercelana cingkrang,  Produk Arabisme tersebut selain telah menjadi bagian dari ajaran islam juga telah memunculkan beberapa kelompok yang berparadigma eksklusif yang telah memudarkan nilai-nilai inklusif islam itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah refleksi dari fenomena diatas marilah kita renungkan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasullah itu juri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) allah dan (kedatangan)hari kiamat dan dia banyak menyebut allah”.(QS. Al-Ahzab:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pokok perhatian dalam ayat tersebut adalah Nabi Muhamad SAW sebagai suri teladan yang paling baik (uswatun hasanah) dimana kita sebagai muslim meneladani akhlak nabi, akhlak pangkalnya diperbuatan, perbuatan nabi yaitu shidiq, amanah , fathonah, dan tabligh itulah yang harus kita teladani.bukan kebudayaan Arabismenya.kalau demikian haruskan kita berjenggot dan bercelana cingkrang? Bagi saya tentu tidak, berjenggot dan bercelana cingkrang adalah:produk Arabisme dan bukan merupakan bagian dari ajaran islam.walaupun demikian sebagai seorang muslim yang toleran secara pribadi saya sama sekali tidak melarang saudara sesama muslim saya meyakini jika berjenggot dan bercelana cingkrang merupakan ajaran islam, dan saya juga tidak mempunyai hak ataupun kapasitas untuk melarangnya.  Saya Cuma menyayangkan akan adanya beberapa individu maupun kelompok yang terkesan ingin memaksakan jika seorang muslim laki-laki harus berjenggot dan bercelana cingkrang.  Pertanyaan besar saya adalah, apakah Nabi pernah memaksa umatnya untuk berjenggot dan bercelana cingkrang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-454456373274816282?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/454456373274816282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=454456373274816282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/454456373274816282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/454456373274816282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/jenggot-dan-celana-cingkrang.html' title='jenggot dan Celana Cingkrang'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-2295760981530445493</id><published>2009-04-06T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T21:04:30.674-07:00</updated><title type='text'>TUGAS AKHIR TAHUN PELAJARAN 2008/2009</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;TUGAS AKHIR TAHUN PELAJARAN 2008/2009&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)&lt;br /&gt;Kelas : X (Sepuluh)&lt;br /&gt;Sekolah : SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK) pada mata pelajaran TIK.&lt;br /&gt;2. Agar siswa bisa berkomunikasi melalui fasilitas e-mail.&lt;br /&gt;3. Agar siswa bisa mengekspresikan pemikirannya melalui fasilitas blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jenis Tugas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Pembuatan kliping tentang perkembangan komputer dan pernak-pernik internet, dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. tugas dikerjakan secara kelompok;&lt;br /&gt;b. jumlah halaman kliping minimal 20 lembar.&lt;br /&gt;2. Pembuatan e-mail dengan menggunakan fasilitas Gmail pada Google, dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;a. tugas dikerjakan secara individu;&lt;br /&gt;b. setelah selesai dalam pembuatannya, kirim e-mail yang berisi nama dan identitas serta kritik dan saran untuk bapak ke alamat &lt;a href="mailto:rinoforever@Gmail.com"&gt;rinoforever@Gmail.com&lt;/a&gt; atau ke &lt;a href="mailto:alghozalicruek@yahoo.co.id"&gt;alghozalicruek@yahoo.co.id&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;3. Pembuatan blog dengan menggunakan fasilitas Blogspot, dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. untuk membuat blog dengan fasilitas Blogspot anda harus sudah mempunyai akun Google terlebih dahulu, dengan kata lain anda harus sudah membuat Gmail;&lt;br /&gt;b. postingkan entri yang berisi tentang pengalaman anda selama belajar di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu;&lt;br /&gt;c. kirim e-mail yang berisi tentang alamat blog anda ke alamat e-mail bapak di &lt;a href="mailto:rinoforever@Gmail.com"&gt;rinoforever@Gmail.com&lt;/a&gt; atau &lt;a href="mailto:alghozalicruek@yahoo.co.id"&gt;alghozalicruek@yahoo.co.id&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelaksanaan Pengerjaan Tugas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tugas mulai dikerjakan pada tanggal 13 April 2009 dan diselesaikan paling lambat pada tanggal 25 Mei 2009. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembagian Kelompok Pembuatan Kliping&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Kelas X.1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. AFNI DEWI PUTRI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2. AINUL BAHRAINI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;3. AJI KUAT PANGESTU &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;4. ALI KHUMAENI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 2&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. ANDI ARUL YARFA&lt;br /&gt;2. AHMAD FANANI&lt;br /&gt;3. ARLINDA DWI KARTIKA&lt;br /&gt;4. ATIK APRIAYNI&lt;br /&gt;5. BAHAR ARUDIANTO &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. ELIYATUL M&lt;br /&gt;2. HIKMATUL MAULA&lt;br /&gt;3. IBNU HAJAR ALI YAFI&lt;br /&gt;4. IMAS HANI MUNFAZAH&lt;br /&gt;5. IRMA IRVIANA &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 4&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. KHADIKOTUL JANAH&lt;br /&gt;2. M. AGHITS SALAM&lt;br /&gt;3. MAZIDATUN NISA&lt;br /&gt;4. MELDA RIZA UTAMI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;5. NANANG FATIHI ALLAFAL FIKRI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 5&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. NILA SARI&lt;br /&gt;2. NOVIATUN NI'MAH&lt;br /&gt;3. NUR KURNIATI&lt;br /&gt;4. PIPIH ISMATUL MUHIBAH &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 6&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. RIZKI AMALIAWATI&lt;br /&gt;2. ROSMAWATI&lt;br /&gt;3. RUSTI ANI&lt;br /&gt;4. SITI KHODIJAH&lt;br /&gt;5. SITI MASITOH &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 7&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. SITI NUR AZIZAH&lt;br /&gt;2. SRI AMINAH&lt;br /&gt;3. SUBEKHI&lt;br /&gt;4. TIA FAJAR ARUM&lt;br /&gt;5. TIA MA'SUMAH &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 8&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. TRIO FAJAR&lt;br /&gt;2. UMI KULSUM&lt;br /&gt;3. YULI ANI SUSANTI&lt;br /&gt;4. ADETIA FIANTI ROCMI&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Kelas X.2&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. A. ABRORI N&lt;br /&gt;2. A. ROZIKIN&lt;br /&gt;3. ADE IRHAM ABDUL KAFI&lt;br /&gt;4. ANISA NOVITA SARI&lt;br /&gt;5. ANNISA FITRIYANI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 2&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. ARI ERA WATI&lt;br /&gt;2. ASIAH FITRI&lt;br /&gt;3. CIPTA SUCI A&lt;br /&gt;4. DIAN NASIKHAH&lt;br /&gt;5. FIA MULYANI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. FIKI FALASIFAH FIL RIZQI&lt;br /&gt;2. FUZANA ISMA M&lt;br /&gt;3. IMAM ARIFIN&lt;br /&gt;4. LINDA ALVIANI&lt;br /&gt;5. LISA MELIANA &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 4&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. M. FARUKI&lt;br /&gt;2. MAISATUN ARTIYANI&lt;br /&gt;3. MAYASARI&lt;br /&gt;4. NANDA RISKI RIANJAYANTI&lt;br /&gt;5. NASKHIRIN &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 5&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. NUR AZIZAH&lt;br /&gt;2. NUR KHAYATUN&lt;br /&gt;3. NUR LAELATUL F.&lt;br /&gt;4. NUR PATIKOH&lt;br /&gt;5. PUJI ASTUTI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 6&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. REFI K FEBRIYANTO&lt;br /&gt;2. RUDI&lt;br /&gt;3. SHELLY AFINA&lt;br /&gt;4. SHIDDIQ HASANOFIC&lt;br /&gt;5. SILVIA DWI UTAMI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 7&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. SITI FARIDAH&lt;br /&gt;2. SODIQOH&lt;br /&gt;3. TIAS MARTIANI&lt;br /&gt;4. TRI ALFIANAH&lt;br /&gt;5. TUTI ULWIYAH &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 8&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. UZI MEGA PARIDA&lt;br /&gt;2. YENI ALFI YANI&lt;br /&gt;3. SILVIA DWI UTAMI&lt;br /&gt;4. JELANI&lt;br /&gt;5. ULUL ILMI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Kelas X.3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. A'AN AENATUL AULA&lt;br /&gt;2. ADIS SETIA PRATAMA&lt;br /&gt;3. AGUNG PRAYITNO&lt;br /&gt;4. ANITA PRILIA UTAMI&lt;br /&gt;5. ATIKAH &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 2&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. AZMI LAVIN&lt;br /&gt;2. DEDE AZIZAH&lt;br /&gt;3. DWI ERMA YULIYANTI&lt;br /&gt;4. EKA SULISTIAWATI&lt;br /&gt;5. GALUNG ESTUNING J &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. HENI ASTUTI&lt;br /&gt;2. JOKO ARISANDI&lt;br /&gt;3. LAELATUL MAFTUKHA&lt;br /&gt;4. LATIFATUL MAGHFIROH&lt;br /&gt;5. M. FIRMAN KHAMDANI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 4&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. M. NUR AWALUDIN&lt;br /&gt;2. M. RIFQI ADITYA&lt;br /&gt;3. MALIHATUN NURJANAH&lt;br /&gt;4. NAENI RIYANI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 5&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. NAILY ULYANA&lt;br /&gt;2. NOVITA ZULVI SUSANTI&lt;br /&gt;3. NUR CAHYO AJI P&lt;br /&gt;4. PIRMANSAH&lt;br /&gt;5. RINA LINDASARI &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 6&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. RIZQI LUKMANUR&lt;br /&gt;2. ROSMIATI&lt;br /&gt;3. SELFI MARLIANA&lt;br /&gt;4. SISMA ROSMAYA&lt;br /&gt;5. SITI MUAMALIYAH &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 7&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. SITI NUR JANAH&lt;br /&gt;2. SITI RISKA NUL UMAMI&lt;br /&gt;3. SRI AGUSTINA&lt;br /&gt;4. SUL KHONIYAH&lt;br /&gt;5. TRIAN SURANDI&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kelompok 8&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. WULAN SEKAR ASRI&lt;br /&gt;2. YULIATI PUSPITASARI&lt;br /&gt;3. KHOLIFATUS SADIYAH&lt;br /&gt;4. IRNI IZZATUN NUPUS&lt;br /&gt;5. BAMBANG FARIS MUZAKI&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-2295760981530445493?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/2295760981530445493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=2295760981530445493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2295760981530445493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2295760981530445493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/tugas-akhir-tahun-pelajaran-20082009.html' title='TUGAS AKHIR TAHUN PELAJARAN 2008/2009'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-2904259207925440284</id><published>2009-04-05T22:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T22:13:45.359-07:00</updated><title type='text'>BAIK vs BURUK dan BENAR vs SALAH</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Filosofi “Baik-Buruk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di dunia ini Allah SWT menciptakan semuanya saling berpasangan.  Langit-bumi, siang-malam, daratan-lautan, pria-wanita, besar-kecil, kanan-kiri, hujan-terang, baik-buruk benar-salah, yah…tentu masih banyak lagi pasangan-pasangan yang ada di dunia ini bahkan nanti di akherat kelak ada surga dan neraka yang saling berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Baik-buruk&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Perbuatan manusia ada yang baik dan ada buruk. Hati manusia memiliki perasaan dan dapat mengenal atau membedakan, perbuatan itu baik atau buruk dan benar atau salah.&lt;br /&gt;Penilaian terhadap suatu perbuatan adalah relatif, hal ini disebabkan adanya perbedaan tolak ukur yang digunakan untuk penilaian tersebut. Perbedaan tolak ukur tersebut disebabkan karena adanya perbedaan agama, kepercayaan , cara berfikir, ideologi, lingkungan hidup dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Benar-salah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di dalam Ilmu Akhlak (etika), kita akan berjumpa dengan istilah-istilah benar dan salah serta baik dan buruk. Apakah prinsip yang kita gunakan benar atau salah. Apakah kebiasaan yang kita perbuat baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.  Pengertian Benar dan Salah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pengertian benar menurut etika ialah hal-hal yang sesuai dengan peraturan-peraturan, sebaliknya, salah ialah hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Secara subyektif "benar" di dunia bermacam-macam, benar menurut Ilmu Hitung berlainan dengan menurut Ilmu Politik, benar menurut logika berlainan dengan benar menurut dialektika, benar menurut seseorang berlainan dengan menurut orang yang berbeda dan sebagainya.&lt;br /&gt;Secara objektif "benar" di dunia hanya satu. Tidak ada benar yang bertentangan, Apabila ada dua hal yang bertentangan, mungkin salah satunya yang benar atau kedua-duanyalah dan bisa jadi yang benar belum disebut dalam pertentangan itu.&lt;br /&gt;Peraturan yang dibuat merupakan sarana yang digunakan untuk mengukur sesuatu benar atau salah.  Peraturan dibuat untuk mencapai sesuatu yang dinamakan "benar". Peraturan di dunia ini sangat bermacam-macam dan berlainan, bahkan ada yang saling bertentangan. Semua peraturan yang dibuat adalah hasil akal-pikiran manusia, sedangkan kebenaran di dunia bila berdasar akal-pikiran manusia akan kembali kepada satu kata relatif.&lt;br /&gt;Untuk mencapai "benar", maka kebenaran mesti bersifat objektif, kebenaran objektif ini adalah kebenaran pasti dan tunggal, kebenaran ini didasarkan kepada peraturan yang dibuat oleh Yang Maha Satu, Yang Maha Mengetahui serta Yang Maha Benar. Hal ini dapat kita ketahui dari Q.S Al-Baqoroh 2:147 :&lt;br /&gt;"Kebenaran adalah dari Rabb-mu dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang ragu" .&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.  Pengertian Baik dan Buruk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengertian "baik" menurut etika adalah sesuatu yang berharga untuk sesuatu tujuan. Sebaliknya, yang tidak berharga, tidak berguna untuk tujuan, merugikan, atau menyebabkan tidak tercapainya tujuan adalah "buruk" .&lt;br /&gt;Konsep Subjektifitas dan Relatifitas dalam baik dan buruk adalah serupa seperti konsep Subjektifitas dan Relatifitas dalam benar dan salah. Hanya dalam konsep Objektifitas memiliki perbedaan, secara objektif ukuran baik dan buruk adalah sama yakni mengarah kepada tujuan akhir, meskipun tujuan setiap individu atau golongan berbeda-beda, tetapi tujuan akhir dari semuanya itu sama, yaitu bahwa semuanya ingin baik atau bahagia.&lt;br /&gt;Tujuan dari masing-masing individu walaupun berbeda-beda semuanya akan bermuara pada satu tujuan yang dalam ilmu etika disebut "kebaikan tertinggi", yang dengan istilah latinnya disebut Summum Bonum atau bahasa arabnya Al-Khair al-Kully. Kebaikan tertinggi ini bisa juga disebut kebahagiaan yang universal atau universal happiness.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya maka berlomba-lomba kamu ( dalam membuat ) kebaikan".&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah 2:148)&lt;br /&gt;Di dalam Akhlak Islamiah, antara baik sebagai tujuan akhir harus segaris dengan baik sebagai sarana, alat, cara atau tujuan sementara mencapainya.&lt;br /&gt;Penentuan Baik dan Buruk&lt;br /&gt;Sejalan dengan pemikiran manusia, berkembang pula patokan yang digunakan dalam menentukan baik dan buruk. Keadaan ini menurut Poedjawiatna dalam Etika Filsafat Tingkah Laku sangat rapat pada pandangan filsafat tentang manusia dan ini tergantung dari metefisika pada umumnya. Menurut Poedjawijatna penilaian baik dan buruk berdasarkan enam (6) pandangan filsafat yaitu hedonisme, utilitarianisme, vitalisme, sosialisme, religiosisme dan humanisme. Sementara menurut Asmaran As dalam Pengantar Studi Akhlak, penilaian bak dan buruk berdasarkan empat (4) aliran filsafat yaitu sosialisme, hedonisme, intuisisme dan evolusi.&lt;br /&gt;1. Sosialisme&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik buruk ditentukan berdasarkan adat istiadat. Pandangan berdasar adat istiadat di namankan pandangan sosialisme karena berdasarkan manusia yang saling bersosialisasi. Mengenai hal ini Poedjawijatma berkomentar :&lt;br /&gt;"…Adat istiadat timur dan barat misalnya berbeda. Kita tidak punya hak untuk menghukum adat yang ini buruk dan yang itu buruk, tetapi yang dapat dikatakan adalah bahwa adat itu sukar dijadikan ukuran umum, karena tidak umumnya itu…"&lt;br /&gt;2. Hedonisme&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik buruk ditentukan berdasarkan mendatangkan kelezatan, kenikmatan dan kepuasaan nafsu biologis. Pandangan ini pertama kali diutarakan oleh Filosof Epicurus (341-270 SM) dari Yunani Kuno, lalu dikembangkan oleh Cyrecnics dan ditumbuh kembangkan di dunia modern oleh Freud.&lt;br /&gt;3. Intuisisme&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik dan buruk ditentukan intuisi, insting batin atau kata hati. Aliran ini disebut juga aliran Humanisme. Penentuan baik buruk perbuatan menurut aliran intuisme dianut dan dikembangkan oleh para pemikir akhlaq, diantaranya ialah Murthadha Muthahariri yang berpendapat berdasar dalil Q.S Asy-Syams ayat 7-8 bahwa ia menulis dalam bukunya Falsafah Akhlak sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Etika tidak emosionlistik seperti dalam falsafah etika Hindu dan Kristen. Juga bukan rasional dan berdasarkan kehendak yang dikatakan filosof. Tetapi etika adalah ilham-ilham intuisi"&lt;br /&gt;4. Utiliterianisme&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik buruk ditentukan berdasarkan utility atau daya guna. Pandangan ini terlalu ekstrem diinterpretasikan dalam masa sekarang dan berkembang menjadai pandagan materialistic. Contohnya ialah dititipkannya para manula (manusia lanjut usia) kepada panti jompo di beberapa Negara maju.&lt;br /&gt;5. Vitalisme&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik buruk ditentukan berdasarkan pencerminan kekuatan menaklukan hidup manusia. Paham inilah yang dipraktekan para feodalisme pada kaum lemah. Kini paham ini telah tergeser oleh pandangan demokrasi.&lt;br /&gt;6. Religiosisme&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik buruk ditentukan berdasarkan kehendak Tuhan dalam keyakinan Theologis. Meskipun dianggap piling baik namun aliran ini masih menjadi batu loncatan pemikiran para ahli karena aliran ini belum bersifat umum dan objektif.&lt;br /&gt;7. Evolusi&lt;br /&gt;Menurut aliran ini baik buruk ditentukan berdasarkan kesenangan dan kebahagiaan. Sedangkan kesenangan dan kebahagiaan ini berkembang berdasarkan evolusi atau perubahan apa adanya kepada kesempurnaan. Pendapat ini berlaku pada hal yang fisika (tampak) seperti tumbuhan hewan, dan manusia serta yang meta fisika (ghaib) seperti akhlak dan moral.&lt;br /&gt;Tokoh central dalam teori ini ialah Charles Darwin (1809-1882). Dia memberikan penjelasan tentang paham ini dalam buknya The Origin Of Species, dikatakan bahwa perkembangan ala mini berdasarkan oleh ketentuan-ketentuan berikut:&lt;br /&gt;Ketentuan alam (selection of nature)&lt;br /&gt;Perjuangan hidup (struggle for life)&lt;br /&gt;Kekal bagi yang lebih pantas (survival for the fit test)&lt;br /&gt;Inilah yang disebut hokum alam dan ini pulalahyang menjadi pokok penentuan baik dan buruk dan terus berkembang sesuai dengan waktu.&lt;br /&gt;Baik dan buruk menurut ajaran Islam&lt;br /&gt;Ajaran islam adalah ajaran yang bersumberkan wahyu Allah SWT. Al-Quran yang dalam penjabarannya dilakukan oleh hadits Nabi Muhammad SAW. Masalah akhlak dalam ajaran islam sangat mendapatkan perhatian yang begitu besar.&lt;br /&gt;Menurut ajaran islam penentuan baik dan buruk harus didasarkan pada petunjuk Al-Quran dan Al-hadits. Jika kita perhatikan Al-Quran dan alhadits dapat dijumpai berbagai istilah yang mengacu kepada baik dan ada pula istilah yang mengacu kepada yang buruk. Diantara istilah yang mengacu kepada yang baik misalnya al-hasanah,thayyibah,khairah,karimah,mahmudah,azizah dan al-birr.&lt;br /&gt;Adanya berbagai istilah dalam Al-qur'an ini menunjukan bahwa Al-Qur'an dan Hadits menunjukan bahwa sesuatu yang baik menurut islam jauh lebih lengkap dan kompherensif dibandingkan arti baik dalam arti kebaikan yang dikemukakan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-2904259207925440284?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/2904259207925440284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=2904259207925440284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2904259207925440284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/2904259207925440284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/baik-vs-buruk-dan-benar-vs-salah.html' title='BAIK vs BURUK dan BENAR vs SALAH'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-367030091211842885</id><published>2009-04-05T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T21:16:27.312-07:00</updated><title type='text'>Biografi Abdurrahman Wahid Buat Mamanya Rino</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://inzacky.multiply.com/journal/item/10/Biografi_Abdurrahman_Wahid_GusDur_"&gt;Biografi Abdurrahman Wahid ( GusDur )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LatarBelakang Keluarga &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman "Addakhil", demikian nama lengkapnya. Secara leksikal, "Addakhil" berarti "Sang Penakluk", sebuah nama yang diambil Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol. Belakangan kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid", Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati "abang"atau"mas". Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan "darah biru". Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy'ari, pendiri jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais 'Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus,dan dua tokoh bangsa Indonesia. Pada tahun 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda telah berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Dengan demikian suasana baru telah dimasukinya. Tamu-tamu, yang terdiri dari para tokoh-dengan berbagai bidang profesi-yang sebelumnya telah dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi Menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang anak bernama Abdurrahman Wahid. Secara tidak langsung, Gus Dur juga mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari kolega ayahnya yang sering mangkal di rumahnya. Sejak masa kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU. Pada bulan April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah baru. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi dan Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, akan tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh tersendiri dalam kehidupannya.Dalam kesehariannya, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya cerita-cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, tokoh satu ini senang pula bermain bola, catur dan musik. Dengan demikian, tidak heran jika Gus Dur pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.&lt;br /&gt;Pengalaman Pendidikan&lt;br /&gt;Pertama kali belajar, Gus Dur kecil belajar pada sang kakek, K.H. Hasyim Asy'ari. Saat serumah dengan kakeknya, ia diajari mengaji dan membaca al-Qur'an. Dalam usia lima tahun ia telah lancar membaca al-Qur'an. Pada saat sang ayah pindah ke Jakarta, di samping belajar formal di sekolah, Gus Dur masuk juga mengikuti les privat Bahasa Belanda. Guru lesnya bernama Willem Buhl, seorang Jerman yang telah masuk Islam, yang mengganti namanya dengan Iskandar. Untuk menambah pelajaran Bahasa Belanda tersebut, Buhl selalu menyajikan musik klasik yang biasa dinikmati oleh orang dewasa. Inilah pertama kali persentuhan Gu Dur dengan dunia Barat dan dari sini pula Gus Dur mulai tertarik dan mencintai musik klasik.Menjelang kelulusannya di Sekolah Dasar, Gus Dur memenangkan lomba karya tulis (mengarang) se-wilayah kota Jakarta dan menerima hadiah dari pemerintah. Pengalaman ini menjelaskan bahwa Gus Dur telah mampu menuangkan gagasan/ide-idenya dalam sebuah tulisan. Karenanya wajar jika pada masa kemudian tulisan-tulisan Gus Dur menghiasai berbagai media massa.Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Gus Dur dikirim orang tuanya untuk belajar di Yogyakarta. Pada tahun 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di pesantren Krapyak. Sekolah ini meskipun dikelola oleh Gereja Katolik Roma, akan tetapi sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama kali Gus Dur belajar Bahasa Inggris. Karena merasa terkekang hidup dalam dunia pesantren, akhirnya ia minta pindah ke kota dan tinggal di rumah Haji Junaidi, seorang pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang berpengaruh di SMEP. Kegiatan rutinnya, setelah shalat subuh mengaji pada K.H. Ma'sum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan pada malam hari ia ikut berdiskusi bersama dengan Haji Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.Ketika menjadi siswa sekolah lanjutan pertama tersebut, hobi membacanya semakin mendapatkan tempat. Gus Dur, misalnya, didorong oleh gurunya untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam waktu satu-dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku dalam bahasa Inggris. Di antara buku-buku yang pernah dibacanya adalah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Di samping itu, ia juga membaca sampai tuntas beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y. Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti: Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul 'The Story of Civilazation'. Selain belajar dengan membaca buku-buku berbahasa Inggris, untuk meningkatan kemampuan bahasa Ingrisnya sekaligus untuk menggali informasi, Gus Dur aktif mendengarkan siaran lewat radio Voice of America dan BBC London. Ketika mengetahui bahwa Gus Dur pandai dalam bahasa Inggis, Pak Sumatri-seorang guru SMEP yang juga anggota Partai Komunis-memberi buku karya Lenin 'What is To Be Done' . Pada saat yang sama, anak yang memasuki masuki masa remaja ini telah mengenal Das Kapital-nya Karl Marx, filsafat Plato,Thales, dan sebagainya. Dari paparan ini tergambar dengan jelas kekayaan informasi dan keluasan wawasan Gus Dur.Setamat dari SMEP Gus Dur melanjutkan belajarnya di Pesantren Tegarejo Magelang Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh oleh K.H. Chudhari, sosok kyai yang humanis, saleh dan guru dicintai. Kyai Chudhari inilah yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi dan menanamkan praktek-praktek ritual mistik. Di bawah bimbingan kyai ini pula, Gus Dur mulai mengadakan ziarah ke kuburan-kuburan keramat para wali di Jawa. Pada saat masuk ke pesantren ini, Gus Dur membawa seluruh koleksi buku-bukunya, yang membuat santri-santri lain terheran-heran. Pada saat ini pula Gus Dur telah mampu menunjukkan kemampuannya dalam berhumor dan berbicara. Dalam kaitan dengan yang terakhir ini ada sebuah kisah menarik yang patut diungkap dalam paparan ini adalah pada acara imtihan-pesta akbar yang diselenggarakan sebelum puasa pada saat perpisahan santri yang selesai menamatkan belajar-dengan menyediakan makanan dan minuman dan mendatangkan semua hiburan rakyat, seperti: Gamelan, tarian tradisional, kuda lumping, jathilan, dan sebagainya. Jelas, hiburan-hiburan seperti tersebut di atas sangat tabu bagi dunia pesantren pada umumnya. Akan tetapi itu ada dan terjadi di Pesantren Tegalrejo.Setelah menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur pindah kembali ke Jombang, dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, K.H. Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan. Pada usia 22 tahun, Gus Dur berangkat ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diteruskan ke Mesir untuk melanjutkan studi di Universitas al-Azhar. Pertama kali sampai di Mesir, ia merasa kecewa karena tidak dapat langsung masuk dalam Universitas al-Azhar, akan tetapi harus masuk Aliyah (semacam sekolah persiapan). Di sekolah ia merasa bosan, karena harus mengulang mata pelajaran yang telah ditempuhnya di Indonesia. Untuk menghilangkan kebosanan, Gus Dur sering mengunjungi perpustakaan dan pusat layanan informasi Amerika (USIS) dan toko-toko buku dimana ia dapat memperoleh buku-buku yang dikehendaki.Terdapat kondisi yang menguntungkan saat Gus Dur berada di Mesir, di bawah pemerintahan Presiden Gamal Abdul Nasr, seorang nasioonalis yang dinamis, Kairo menjadi era keemasan kaum intelektual. Kebebasan untuk mengeluarkkan pendapat mendapat perlindungan yang cukup. Pada tahun 1966 Gus Dur pindah ke Irak, sebuah negara modern yang memiliki peradaban Islam yang cukup maju. Di Irak ia masuk dalam Departement of Religion di Universitas Bagdad samapi tahun 1970. Selama di Baghdad Gus Dur mempunyai pengalaman hidup yang berbeda dengan di Mesir. Di kota seribu satu malam ini Gus Dur mendapatkan rangsangan intelektual yang tidak didapatkan di Mesir. Pada waktu yang sama ia kembali bersentuhan dengan buku-buku besar karya sarjana orientalis Barat. Ia kembali menekuni hobinya secara intensif dengan membaca hampir semua buku yang ada di Universitas.Di luar dunia kampus, Gus Dur rajin mengunjungi makam-makam keramat para wali, termasuk makam Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri jamaah tarekat Qadiriyah. Ia juga menggeluti ajaran Imam Junaid al-Baghdadi, seorang pendiri aliran tasawuf yang diikuti oleh jamaah NU. Di sinilah Gus Dur menemukan sumber spiritualitasnya. Kodisi politik yang terjadi di Irak, ikut mempengaruhi perkembangan pemikiran politik Gus Dur pada saat itu. Kekagumannya pada kekuatan nasionalisme Arab, khususnya kepada Saddam Husain sebagai salah satu tokohnya, menjadi luntur ketika syekh yang dikenalnya, Azis Badri tewas terbunuh.Selepas belajar di Baghdad Gus Dur bermaksud melanjutkan studinya ke Eropa. Akan tetapi persyaratan yang ketat, utamanya dalam bahasa-misalnya untuk masuk dalam kajian klasik di Kohln, harus menguasai bahasa Hebraw, Yunani atau Latin dengan baik di samping bahasa Jerman-tidak dapat dipenuhinya, akhirnya yang dilakukan adalah melakukan kunjungan dan menjadi pelajar keliling, dari satu universitas ke universitas lainnya. Pada akhirnya ia menetap di Belanda selama enam bulan dan mendirikan Perkumpulan Pelajar Muslim Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Eropa. Untuk biaya hidup dirantau, dua kali sebulan ia pergi ke pelabuhan untuk bekerja sebagai pembersih kapal tanker. Gus Dur juga sempat pergi ke McGill University di Kanada untuk mempelajari kajian-lkajian keislaman secara mendalam. Namun, akhirnya ia kembali ke Indoneisa setelah terilhami berita-berita yang menarik sekitar perkembangan dunia pesantren. Perjalanan keliling studi Gus Dur berakhir pada tahun 1971, ketika ia kembali ke Jawa dan mulai memasuki kehidupan barunya, yang sekaligus sebagai perjalanan awal kariernya.Meski demikian, semangat belajar Gus Dur tidak surut. Buktinya pada tahun 1979 Gus Dur ditawari untuk belajar ke sebuah universitas di Australia guna mendapatkkan gelar doktor. Akan tetapi maksud yang baik itu tidak dapat dipenuhi, sebab semua promotor tidak sanggup, dan menggangap bahwa Gus Dur tidak membutuhkan gelar tersebut. Memang dalam kenyataannya beberapa disertasi calon doktor dari Australia justru dikirimkan kepada Gus Dur untuk dikoreksi, dibimbing yang kemudian dipertahankan di hadapan sidang akademik.&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan Karir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari pegembaraanya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, tokoh muda ini bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian ia menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Ia kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak. Djohan Efendi, seorang intelektual terkemuka pada masanya, menilai bahwa Gus Dur adalah seorang pencerna, mencerna semua pemikiran yang dibacanya, kemudian diserap menjadi pemikirannya tersendiri. Sehingga tidak heran jika tulisan-tulisannya jarang menggunakan foot note.&lt;br /&gt;Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap 'menyimpang'-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-'aqdi yang diketuai K.H. As'ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang merasakan kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid.Catatan perjalanan karier Gus Dur yang patut dituangkan dalam pembahasan ini adalah menjadi ketua Forum Demokrasi untuk masa bakti 1991-1999, dengan sejumlah anggota yang terdiri dari berbagai kalangan, khususnya kalangan nasionalis dan non muslim. Anehnya lagi, Gus Dur menolak masuk dalam organisasi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Tidak hanya menolak bahkan menuduh organisai kaum 'elit Islam' tersebut dengan organisasi sektarian.Dari paparan tersebut di atas memberikan gambaran betapa kompleks dan rumitnya perjalanan Gus Dur dalam meniti kehidupannya, bertemu dengan berbagai macam orang yang hidup dengan latar belakang ideologi, budaya, kepentingan, strata sosial dan pemikiran yang berbeda. Dari segi pemahaman keagamaan dan ideologi, Gus Dur melintasi jalan hidup yang lebih kompleks, mulai dari yang tradisional, ideologis, fundamentalis, sampai moderrnis dan sekuler. Dari segi kultural, Gus Dur mengalami hidup di tengah budaya Timur yang santun, tertutup, penuh basa-basi, sampai denga budaya Barat yang terbuka, modern dan liberal. Demikian juga persentuhannya dengan para pemikir, mulai dari yang konservatif, ortodoks sampai yang liberal dan radikal semua dialami.&lt;br /&gt;Pemikiran Gus Dur mengenai agama diperoleh dari dunia pesantren. Lembaga inilah yang membentuk karakter keagamaan yang penuh etik, formal, dan struktural. Sementara pengembaraannya ke Timur Tengah telah mempertemukan Gus Dur dengan berbagai corak pemikirann Agama, dari yang konservatif, simbolik-fundamentalis sampai yang liberal-radikal. Dalam bidang kemanusiaan, pikiran-pikiran Gus Dur banyak dipengaruhi oleh para pemikir Barat dengan filsafat humanismenya. Secara rasa maupun praktek prilaku yang humanis, pengaruh para kyai yang mendidik dan membimbingnya mempunyai andil besar dalam membentuk pemikiran Gus Dur. Kisah tentang Kyai Fatah dari Tambak Beras, KH. Ali Ma'shum dari Krapyak dan Kyai Chudhori dari Tegalrejo telah membuat pribadi Gus Dur menjadi orang yang sangat peka pada sentuhan-sentuhan kemanusiaan.Dari segi kultural, Gus Dur melintasi tiga model lapisan budaya. Pertama, Gus Dur bersentuhan dengan kultur dunia pesantren yang sangat hierarkis, tertutup, dan penuh dengan etika yang serba formal; kedua, dunia Timur yang terbuka dan keras; dan ketiga, budaya Barat yang liberal, rasioal dan sekuler. Kesemuanya tampak masuk dalam pribadi dan membetuk sinergi. Hampir tidak ada yang secara dominan berpengaruh membentuk pribadi Gus Dur. Sampai sekarang masing-masing melakukan dialog dalam diri Gus Dur. Inilah sebabnya mengapa Gus Dur selalu kelihatan dinamis dan suliit dipahami. Kebebasannya dalam berpikir dan luasnya cakrawala pemikiran yang dimilikinya melampaui batas-batas tradisionalisme yang dipegangi komunitasnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990&lt;br /&gt;Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina, tahun 1991&lt;br /&gt;Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991&lt;br /&gt;Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994&lt;br /&gt;Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998&lt;br /&gt;Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000&lt;br /&gt;Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000&lt;br /&gt;Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000&lt;br /&gt;Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000&lt;br /&gt;Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, September 2000&lt;br /&gt;Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000&lt;br /&gt;Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001&lt;br /&gt;Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002&lt;br /&gt;Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret 2003.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-367030091211842885?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/367030091211842885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=367030091211842885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/367030091211842885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/367030091211842885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/biografi-abdurrahman-wahid-buat-mamanya.html' title='Biografi Abdurrahman Wahid Buat Mamanya Rino'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-5345185508738197222</id><published>2009-04-02T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T06:55:59.157-07:00</updated><title type='text'>tulisan sederhana buat mba kiki</title><content type='html'>JUDUL&lt;br /&gt;PERAN MAHASISWA STAIN PURWOKERTO SEBAGAI AGENT OF CHANGE&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata. Mahasiswa juga bukanlah hanya sekedar orang yang belajar di perguruan tinggi. Tapi pengertian mahasiswa lebih dari itu. Mahasiswa adalah seorang “agent of change”. Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini.&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat awam melihat mahasiswa sebagai tempat dimana harapan akan suatu perubahan mereka gantungkan. Secara garis besar, setidaknya ada 3 peranan mahasiwa, yaitu : peranan moral, sosial dan intelektual. Yang pertama peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai individu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat. Kedua adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan social, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Yang terakhir adalah peranan intelektual. Mahasiswa sebagai mahluk yang digadang-gadang sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#sdfootnote2sym" name="sdfootnote2anc"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peranan mahasiwa dalam kaitannya untuk mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik, bangsa ini tidak akan pernah mempunyai harapan bila para pemudanya, khususnya mahasiswa, hanya pandai berbicara “Indonesia bisa berubah”, “ Kami bisa merubah Indonesia”, atau “ Indonesia masih punya harapan “, tanpa pernah melakukan tindakan nyata, tanpa pernah memberikan kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik. Karena segala janji dan ikrar takkan pernah berarti apa-apa tanpa diiringi dengan tindakan nyata. Untuk itu, setiap mahasiswa harus bersinergi, berfikir kritis dan bertindak konkret, untuk secara bersama-sama menjadi pelopor dalam pembaharuan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa tidak pernah salah. Ketika apa yang ia bicarakan benar maka berati ia hebat. Tetapi ketika apa yang ia bicarakan adalah salah maka itu karena ia sedang belajar. Jadi penting bagi kita semua bahwa sebagai mahasiswa kita tidak boleh takut untuk terus belajar. Belajar tidak hanya didapat di bangku perkuliahan. Belajar berorganisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya dapat meningkatkan pemahaman kita tentang kehidupan yang sebenarnya.&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#sdfootnote3sym" name="sdfootnote3anc"&gt;3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja mahasiswa STAIN Purwokerto juga berkedudukan sebagai agent of change seperti halnya dengan mahasiswa lainnya bahkan mahasiswa STAIN Purwokerto mempunyai basic khasanah keislaman yang lebih. Nilai lebih tersebut merupakan bekal yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan fungsinya sebagai agent of change. Lalu bagaimanakah peran mahasiswa STAIN Purwokerto sebagai agent of change melalui berbagai kegiatannya di bangku perkuliahan, di organisasi dan di masyarakat dimana mereka tinggal?&lt;br /&gt;RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Dari latar belakang masalah diatas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Bagaimanakah peran mahasiswa STAIN Purwokerto sebagai agent of change?&lt;br /&gt;METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;Metode yang digunakan antara lain :&lt;br /&gt;Metode observasi atau pengamatan&lt;br /&gt;Metode ini digunakan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa STAIN Purwokerto di kegiatan perkuliahan, organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Metode interview&lt;br /&gt;Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana upaya yang akan dilakukan oleh mahasiswa STAIN Purwokerto di kegiatan perkuliahan, organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Metode dokumentasi&lt;br /&gt;metode ini digunakan untuk mengetahui aktivitas yang telah dilakukan oleh mahasiswa STAIN Purwokerto di kegiatan perkuliahan, organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Adi Sasono, Gerakan Mahasiswa Masa Kini, Prima Media, Jakarta, 2007&lt;br /&gt;Ridwan, Intelektual Kampus, Karya Medika, Bandung, 2005&lt;br /&gt;Sekar Arum, Peran Mahasiswa Sebagai Pemuda, Nusa, 1998&lt;br /&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym"&gt;1&lt;/a&gt;Adi Sasono, Gerakan Mahasiswa Masa Kini, Prima Media, Jakarta, 2007, hlm. 8&lt;br /&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#sdfootnote2anc" name="sdfootnote2sym"&gt;2&lt;/a&gt;Ridwan, Intelektual Kampus, Karya Medika, Bandung, 2005, hlm. 12.&lt;br /&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#sdfootnote3anc" name="sdfootnote3sym"&gt;3&lt;/a&gt;Sekar Arum, Peran Mahasiswa Sebagai Pemuda, Nusa, 1998, hlm. 25&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-5345185508738197222?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/5345185508738197222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=5345185508738197222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/5345185508738197222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/5345185508738197222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/04/tulisan-sederhana-buat-mba-kiki.html' title='tulisan sederhana buat mba kiki'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-7428827002491322797</id><published>2009-03-29T18:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T18:59:07.316-07:00</updated><title type='text'>Di serambi masjid agung, saat gumpalan awan menghitam menjelang petang, 17.55</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Serambi Cinta&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Gumpalan awan menghitampun pecah...&lt;br /&gt;Hujan turun menyebar mengguyar kota Ayu&lt;br /&gt;Derasnya terasa meresap ke qolbu&lt;br /&gt;Tak kuasa jiwa menahan rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamanya rino,&lt;br /&gt;Entah kapan bayangmu kan melintasi serambi masjid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alu menunggumu&lt;br /&gt;Menunggumu hingga mentari berlalu&lt;br /&gt;Hingga suara titisan bilalpun memanggilku&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Bayangmu tak jua berlabuh di serambi masjidku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal ku menuai rindu&lt;br /&gt;Ku lampiaskan hasrat rinduku denganNYA&lt;br /&gt;Ya Rabb,&lt;br /&gt;Lindungilah mamanya rino&lt;br /&gt;Beri ia kekuatan,&lt;br /&gt;kekuatan untuk berjalan di jalan yang berliku tajam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-7428827002491322797?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/7428827002491322797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=7428827002491322797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/7428827002491322797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/7428827002491322797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/03/di-serambi-masjid-agung-saat-gumpalan.html' title='Di serambi masjid agung, saat gumpalan awan menghitam menjelang petang, 17.55'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-8006801371705557490</id><published>2009-03-29T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T18:43:15.396-07:00</updated><title type='text'>Rindu Berat, 29-03-09</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Rindu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Tak kuasa ku menahan rindu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Darah membeku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Menggigil sekujur tubuhku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Mamanya rino,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Papa tak berdaya menahan rasa rindu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Menahan hasrat ingin bertemu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Aku kalah...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Rindu yang teramat berat tlah luruhkan jiwaku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Aku menyerah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Sungguh ku tak bisa berjalan tanpamu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Ruhul malaikah di jiwaku slalu saja bisikkan namamu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Kutenggelam dalam pesonamu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;Betapa aku merindukanmu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-8006801371705557490?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/8006801371705557490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=8006801371705557490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8006801371705557490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8006801371705557490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/03/rindu-berat-29-03-09.html' title='Rindu Berat, 29-03-09'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-4214027296713940586</id><published>2009-02-23T17:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T17:28:26.515-08:00</updated><title type='text'>Latihan Antar Dojo di Balai Desa Kalierang - Bumiayu</title><content type='html'>Dimohon kehadiran seluruh Karate Ka untuk mengikuti latihan gabungan pada hari minggu, 1 Maret 2009 jam 15.30 WIB bertempat di Aula Balai Desa Kalierang - Bumiayu.&lt;br /&gt;Materi latihan tersebut merupakan materi-materi yang akan diujikan pada tanggal 8 Maret 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-4214027296713940586?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/4214027296713940586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=4214027296713940586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/4214027296713940586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/4214027296713940586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/02/latihan-antar-dojo-di-balai-desa.html' title='Latihan Antar Dojo di Balai Desa Kalierang - Bumiayu'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-7706015359465092985</id><published>2009-02-22T20:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T20:44:29.715-08:00</updated><title type='text'>Ujian Kenaikan Tingkat Karate Do Gojukai Cabang Brebes</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Ujian Kenaikan Tingkat Karate Do Gojukai Cabang Brebes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengurus Karate Do Gojukai Cabang Brebes akan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat bagi Karate Ka di wilayah Brebes Selatan yang akan dilaksanakan pada hari minggu 8 Maret 2009 jam 14.00 yang bertempat di &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ujian kenaikan tingkat tersebut akan diikuti oleh seluruh unit yang berada di wilayah Brebes Selatan, antara lain unit SD Islam Ta’alamul Huda Bumiayu, unit Family Bumiayu, unit Al Hayat Kramat-Bumiayu, unit Kalierang-Bumiayu, unit Jatisawit-Bumiayu, unit SMA Negeri 1 Bumiayu, unit MI Al Ikhlas Penggarutan-Bumiayu dan unit Bantar Kawung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu panitia pelaksana ujian kenaikan tingkat juga mengajak pelatih Karate di Cabang Tegal untuk mengikutsertakan Karate Ka di unitnya untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi Karate Ka yang berdomosili di wilayah kabupaten Brebes bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;A.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syarat Pendaftaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tercatat sebagai anggota Karate Do Gojukai Cabang Brebes.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menyerahkan formulir pendaftaran ujian kenaikan tingkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menyerahkan pas foto ukuran 4 X 6 sebanyak 3 lembar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Melampirkan foto copy ijazah terakhir bagi peserta kyu 9 sampai kyu 2.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Membayar biaya ujian kenaikan tingkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;B.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biaya ujian kenaikan tingkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; margin-left: 23.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;No.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Tingkat / Kyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Biaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;1.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;10&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;50.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;2.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;55.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;3.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;8&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;60.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;4.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;65.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;5.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;70.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;6.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;75.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;7.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;80.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;8.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;85.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;9.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.25in;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rp.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;90.000&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b style=""&gt;C.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peserta wajib memakai atribut karate dengan lengkap pada saat pelaksanaan ujian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Panitia pelaksana ujian kenaikan tingkat Karate Do Gojukai Cabang Brebes telah mengajukan permohonan kepada Dewan guru Karate Do Gojukai propinsi Jawa Tengah untuk mendelegasikan Sensei Topan sebagai penguji.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nantinya selain sebagai penguji, Sensei Topan juga akan menjadi fasilitator pada diskusi yang akan diselenggarakan oleh Pengurus Karate Do Gojukai Cabang Brebes dengan tema “&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Perencanaan, Prosedur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Pelaksanaan Kejuaraan Karate.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Sebagai &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;follow up&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dari diskusi tersebut nantinya pengurus Karate Do Gojukai Cabang Brebes akan mengadakan Kejuaraan Karate Do Gojukai Antar Pelajar se Brebes Selatan yang rencana akan dilaksanakan di akhir bulan maret.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk menghadapi kedua event tersebut diharapkan kepada seluruh pelatih untuk mengoptimalkan jadwal kegiatan latihan dan kepada para Karate Ka untuk memaksimalkan kegiatan latihannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Karate Do Gojukai Cabang Brebes mengharapkan dari pelaksanaan ujian kenaikan tingkat dan kejuaraan tersebut akan meningkatkan kuantitas dan kualitas para Karate Ka di wilayah Brebes Selatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-7706015359465092985?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/7706015359465092985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=7706015359465092985' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/7706015359465092985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/7706015359465092985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/02/ujian-kenaikan-tingkat-karate-do.html' title='Ujian Kenaikan Tingkat Karate Do Gojukai Cabang Brebes'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-3113818389581287377</id><published>2009-02-22T20:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T20:28:15.109-08:00</updated><title type='text'>Pare Memories</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Lirih lagu &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Good Bye&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dilantunkan oleh &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Air Suply&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tlah membuat anganku terbang melayang ke suatu tempat, tempat yang tlah memberikanku warna tersendiri, warna yang membekas di hati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kota Pare adalah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang memberikan warna itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam waktu 3 bulan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; itu telah merubah paradigmaku dari idealitas yang &lt;i style=""&gt;melangit&lt;/i&gt; menjadi idealitas yang &lt;i style=""&gt;membumi&lt;/i&gt;, suatu idealisme yang &lt;i style=""&gt;riil&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;eksistensial.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare itu aku kehilangan cinta pertamaku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; Pare itu aku mendapatkan banyat teman dari seluruh penjuru &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare itu aku bertemu dengan Ayu Nusa Kharisma, mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya yang tlah memberikanku pemahaman tentang arti hidup secara tersirat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare itu aku mempunyai makna baru tentang suatu persahabatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare itu aku berpikir kalau aku harus bisa hidup dengan jiwa dan ragaku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare itu aku mendapatkan ilmu, ilmu yang praktis yang slalu ku kembangkan dan ku amalkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare itu tlah kudapatkan kenangan yang tak terlupakan bersama rekan-rekan seperjuangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sungguh kenangan itu tlah menjadi kenangan yang tak terlupakan, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;unforgettable memories in Pare.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perjalananku ke kota Pare berawal dari keputus asaanku yang slalu saja gagal mendapatkan pekerjaan, ternyata Indeks Prestasi yang kumiliki yaitu 3,50 tak menjamin aku bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan, dari 17 sekolah yang kulamar di wilayah kabupaten Brebes Selatan tak satupun yang menerima lamaranku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;MALU dan PUTUS ASA, itulah yang aku rasakan hingga saat kutertidur di ruang tamu karena kecapean tiba-tiba HPku berdering dan kulihat panggilan dari nomor tak dikenal, yah…ternyata si penelpon itu adalah staf PK 3 di kampusku yang memberitahukan jika akan ada seleksi penerimaan bea siswa dari DEPAG RI bagi mahasiswa STAIN Purwokerto yang berprestasi untuk belajar bahasa Inggris di Kota Pare, Kediri, Jawa Timur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan modal kemampuan berbahasa Inggris yang sangat pas-pasan itu akhirnya aku memberanikan diri untuk mengikuti seleksi dan Alhamdulillah aku bisa mendapatkan kesempatan itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di tengah kegembiraan itu ternyata bapakku tidak mengizinkanku untuk berangkat ke Pare karena beliau ingin aku bekerja saja dan pada saat itu beliau sama sekali sudah tidak mempunyai uang untuk menambah biaya hidup dan biaya pendidikanku selama 3 bulan di Pare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tekadku untuk ke Pare sudah bulat, berbagai upaya tlah kulakukan untuk meyakinkan beliau agar beliau merestuiku pergi untuk belajar di Pare, namun usaha tersebut sia-sia dan membuatku terpaksa kabur dari rumah dengan harapan beliau memberikan restu untuk aku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selama hampir satu minggu aku kabur dari rumah ke Purwokerto akhirnya bapak merestuiku untuk belajar di Pare dengan catatan aku harus bisa mencari uang sendiri untuk bekal tambahanku selama di Pare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yah…alasan itu bisa aku sadari dan seminggu sebelum pemberangkatanku ke Pare akupun bekerja mencari uang tambahan dengan menjadi tukang ojek.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari pemberangkatan ke Parepun tiba, keluargaku seakan sulit melepasku namun akhirnya merekapun ikhlas menerima kepergianku untuk belajar di Pare karena mereka yakin disana aku akan baik-baik saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perjalanan pertamaku ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare dari Purwokerto sungguh sangat menyenangkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jauh dan lamanya perjalanan selama 9 jam tak membuatku jenuh, saat itu benar-benar kunikmati suasana hiruk pikuk kereta api.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampailah aku di Stasiun Jombang dan melanjutkan perjalananku ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare dengan menyarter mobil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alhamdulillah akhirnya bisa juga kuhirup udara di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku tinggal di sebuah asrama yang terletak di samping lembaga kursusku, EECC Pare.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lembaga kursus itu digawangi oleh bapak H. Nur Akhlis, M.Pd bersama Istrinya, ibu Lili.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di hari pertama dan keduaku belajar kulalui dengan hati yang berseri namun di hari yang ketiga konsentrasi belajarku porak-poranda oleh keputusan kekasihku, cinta pertamaku yang tlah memutuskan hubunganku dengannya yang tlah dilalui dan dibangun selama 4 tahun lebih, betapa sangat berharganya waktu 4 tahun itu bahkan kita sudah saling kenal dan dekat selama 7 tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu tlah menjadi keputusannya, berbagai upaya tlah kulakukan agar ia mencabut keputusannya tetapi ia masih saja teguh pendirian untuk memutuskanku dengan alasan hubungannya denganku tak mendapatkan restu dari ibu dan kakak-kakaknya, entah apa alasan mereka tidak merestui hubungannya denganku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bulan itu, bulan Juni sebagai bulan pertamaku di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare aku tidak bisa belajar dengan maksimal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasa sedih karena ditinggal sang kekasih sungguh sangat membekas, di tengah rasa sedih itu banyak sekali bunga di sekelilingku yang menawarkan putiknya namun entah kenapa tetap saja sulit bagiku untuk membuka hati ini untuk wanita lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akupun menyadari jika aku berada di Pare untuk belajar, untuk meraih cita-citaku bukan untuk larut dan tenggelam dalam kesedihan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akupun memutuskan untuk memadatkan jadwal kursusku dengan mengambil banyak program di kursusan lain dengan harapan aku bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dan bisa mengabaikan rasa sedih itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di bulan Juli, bulan keduaku di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare aku bisa merealisasikan niat dan rencanaku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sungguh sangat padat jadwal kursusku, aku belajar di EECC Pare untuk mendapatkan kemampuan di bidang Conversation dan TOEFL, di Kresna aku belajar tata bahasa Inggris, di Daffodils aku belajar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, dan di Acces aku belajar bagaimana agar aku bisa mengucapkan kata berbahasa Inggris dengan baik dan benar (&lt;i style=""&gt;Pronounciation)&lt;/i&gt;, akupun juga tak pernah ketinggalan untuk mengikuti berbagai &lt;i style=""&gt;study club&lt;/i&gt; yang diadakan di asramaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari jam 05.00 pagi sampai jam 20.00 malam aku belajar di kursusan dan jam 22.00 aku mengikuti study club di asrama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jam 05.00 – 07.00 aku belajar TOEFL di EECC Pare&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jam 07.00 – 11.30 aku belajar conversation dan grammatical di EECC Pare&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jam 13.30 – 17.30 aku belajar tata bahasa Inggris di Kresna Institute&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jam 18.30 – 20.00 aku belajar speaking di Daffodils&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jam 22.00 – 23.30 aku mengikuti study club di asrama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan setiap hari sabtu dan minggu jam 08.00 – 12.00 aku belajar pronounciation di Acces&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata benar, kepadatan jadwalku bisa membantuku untuk mengabaikan rasa sedihku dan akupun banyak sekali mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kadang akupun merasa jenuh dengan padatnya aktivitasku, saat itu sama sekali tidak terlintas dalam pikiranku untuk mendapatkan gantinya padahal saat itu teman-temanku berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta lokasinya, cinta yang hanya didasari oleh nafsu &lt;i style=""&gt;hayawaniyah&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kejenuhan itu aku lampiaskan dengan memakan bakso dan meminum kopi, setiap hari aku bisa menghabiskan 3 mangkok bakso dan 6 cangkir kopi, untunglah harga bakso saat itu per mangkok Rp. 2.000, bisa aku jangkau dengan uang jajanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di bulan Agustus, di bulan yang ketiga, bulan yang terakhirku di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; Pare akupun kembali larut dalam kesedihan, aku mencoba menapaki jejak langkahnya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare dimana di tahun 2004 ia pernah belajar di BEC selama 6 bulan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ku mulai pencarian jejak itu di kos-kosan ia tinggal, kos-kosan tempat transit &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt; yang aku layangkan dari Purwokerto untuknya dan alamat kos-kosan itu jugalah yang menjadi alamat yang ia gunakan untuk mengirimkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Betapa terkejutnya aku setelah aku tahu ternyata jarak kantor pos dari kos-kosannya sangat jauh, lebih dari 5 km dan jarak sejauh itu ia tempuh dengan bersepeda, Ya Allah betapa besar pengorbanannya untukku, untuk mengirimkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ia harus mengayuh sepeda sejauh 5 km padahal di Bumiayu ia sama sekali tidak pernah melakukan hal yang ia lakukan itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun perasaan kagumku terhadap pengorbanannya harus aku abaikan karena aku tidak mau konsentrasiku porak-poranda lagi karena larut dalam kesedihan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akupun kembali belajar dengan serius hingga bergantilah periode kursusan dan berganti pulalah peserta kursusan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di introduction saat itu aku kaget ketika salah seorang peserta memberitahukan kalau ia tinggal di Batara &lt;st1:place st="on"&gt;Kos&lt;/st1:place&gt; yang dulu bernama New House, terang saja ku terkejut karena itu adalah tempat kos mantan kekasihku, cinta pertamaku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nama peserta itu adalah Ayu Nusa Kharisma, cewe asal Tuban yang sedang menempuh studi S1 di IAIN Sunan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ampel Surabaya&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; mengambil prodi tafsir Hadist program kerja sama dengan Universitas Al Azhar Mesir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seminggu setelah aku kenal dengan Ayu aku memberanikan diri untuk mengobrol dengannya walaupun saat itu aku seperti orang asing baginya hingga akhirnya ia mempersilahkanku untuk mengunjunginya di Batara House.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari demi hari berlalu, belajarku di semua program kursusan yang aku ambil bisa aku tempuh dengan maksimal dan hubunganku dengan Ayupun sungguh sangat hangat hingga tak kusadari tumbuhlah benih cinta di hatiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat perpisahanku dengan teman-teman dan Ayupun tiba, tak kuasa ku menahan kesedihan di hati akan berpisah dengan orang-orang yang slalu berada di sisiku saat aku belajar dan di saatku berpisah dengan Ayu aku hanya bisa menahan air mataku yang seakan hampir memuncrat, dan saat itu pula aku hanya bisa memendam cintaku kepadanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini tlah kutinggalkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare, tlah ku tinggalkan teman-temanku, tlah kutinggalkan Ayu, tlah kutinggalkan kisah sedihku dengan cinta pertamaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini akupun terpisah dengan teman-temanku, kuharap teman-temanku bisa meraih cita-citanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini aku terpisah dengan Ayu, kuharap Ayu bisa hidup bahagia dengan mas Majid kekasihnya dan kuharap Ayu diberi kesehatan agar ia bisa meraih cita-citanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terima kasih Ayu tlah memberikanku pemahaman baru tentang arti dan esensi cinta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini aku jauh dari &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; Pare namun aku yakin aku bisa kembali lagi ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pare untuk belajar, untuk mencari ilmu dan pengalaman baru serta menapaki jejak langkah teman-temanku.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;My friends, I miss you so much&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pare, I never forget you whenever and wherever I live …….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-3113818389581287377?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/3113818389581287377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=3113818389581287377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/3113818389581287377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/3113818389581287377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/02/pare-memories.html' title='Pare Memories'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-4545776278183454071</id><published>2009-02-14T04:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T04:56:51.940-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Ada kanan ada kiri&lt;br /&gt;Ada siang ada malam&lt;br /&gt;Ada langit ada bumi&lt;br /&gt;Ada jahat ada baik&lt;br /&gt;Ada kawan maupun lawan&lt;br /&gt;Logis kan?&lt;br /&gt;Kenapa ada hak untuk memilih dan dipilih tapi tidak ada hak untuk tidak memilih?&lt;br /&gt;Logis kan?&lt;br /&gt;Salahkah kalau kita GOLPUT?&lt;br /&gt;Bukankah kita mempunyai hak untuk tidak memilih?&lt;br /&gt;Wahai politikus Indonesia, berjuanglah untuk perut rakyatmu bukan untuk perutmu!&lt;br /&gt;Saat ini hilang sudah ghirah berpolitikku oleh sikap kalian yang HIPOKRIT dan jangan salahkan aku jika aku GOLPUT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-4545776278183454071?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/4545776278183454071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=4545776278183454071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/4545776278183454071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/4545776278183454071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/02/ada-kanan-ada-kiri-ada-siang-ada-malam.html' title=''/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-3908740615617004359</id><published>2009-02-05T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T20:17:37.836-08:00</updated><title type='text'>Esensi Cintaku</title><content type='html'>Ternyata sangat berat ketika kita mencintai seorang dengan cinta yang memang benar-benar cinta, cinta yang eksistensinya tlah terangi gelapnya jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sangat berat ketika kita mencintai seseorang dengan cinta yang memang benar-benar cinta, tekad yang bulat untuk mencintainya dan tulusnya kasih sayang belum tentu mampu membuatnya percaya akan keseriusan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mencintai sepenuhnya tentu kitapun ingin dicintai sepenuhnya, itu adalah sebuah idealitas namun ternyata itu tidaklah semudah yang kita kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang dengan mudah mengatakan cinta&lt;br /&gt;Ketika seseorang dengan mudah mengatakan sayang&lt;br /&gt;Ketika seseorang dengan mudah mengatakan rindu&lt;br /&gt;Saat itu pula mudah baginya untuk mendapatkan cinta yang sesungguhnya dari seseorang, apakah ini suatu keadilan? sementara orang yang cinta dengan benar-benar cinta akan kesulitan dalam mendapatkan cintanya, kenapa?&lt;br /&gt;Yah, kepercayaan.&lt;br /&gt;Kepercayaan darinyalah yang harus aku dapatkan dan akan sangat sulit bagiku untuk mendapatkanya tapi ku yakin suatu saat nanti seiring aliran air yang mengalir ia akan tahu akan cinta ini, cinta yang bisa memapahku berjalan dalam ketiadaan dengan kehangatannya, cinta yang menjadi penerang jalanku, cinta yang menjadi irama dalam hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-3908740615617004359?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/3908740615617004359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=3908740615617004359' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/3908740615617004359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/3908740615617004359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/02/esensi-cintaku.html' title='Esensi Cintaku'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-1204587137301851814</id><published>2009-02-01T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T20:19:45.809-08:00</updated><title type='text'># 1</title><content type='html'>31 Januari 2009&lt;br /&gt;Bidadariku terkulai lemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya aku andai kamu nggak ada&lt;br /&gt;Tanpa kamu aku bukan apa-apa&lt;br /&gt;Aku sangat membutuhkanmu&lt;br /&gt;Dan aku ingin slalu kau sentuh&lt;br /&gt;Karena kamu yang bisa menyelamatkanku&lt;br /&gt;Cuma kamu yang mampu mengendalikan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya dunia bila kau tak senyum&lt;br /&gt;Tanpa cintamu aku pasti mati&lt;br /&gt;Dan aku sangat butuh&lt;br /&gt;Dan aku ingin slalu kau sentuh&lt;br /&gt;Karena kamu yang bisa menyelamatkanku&lt;br /&gt;Cuma kamu yang mampu mengendalikan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu...&lt;br /&gt;Aku...&lt;br /&gt;Kamu...&lt;br /&gt;Aku...&lt;br /&gt;Kamu...&lt;br /&gt;Aku...&lt;br /&gt;Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepet sembuh ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-1204587137301851814?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/1204587137301851814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=1204587137301851814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/1204587137301851814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/1204587137301851814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/02/1.html' title='# 1'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-9153427652115664633</id><published>2009-01-26T23:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T23:36:27.101-08:00</updated><title type='text'>STAIN Purwokerto, Kampus Biru Kampus Masa Depan</title><content type='html'>Berawal dari keinginanku untuk memperbaiki diri, akhirnya aku putuskan untuk kuliah di STAIN Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus biru itulah aku mulai menyadari akan arti penting ilmu pengetahuan, di kampus biru itulah ku merajut benang intelektual, di kampus biru itulah ku mencari bekal untuk hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan di kampus biru itupun telah menjadi kenangan indah yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan berproses dengan kawan-kawan kelas PAI 2 Angkatan 2003&lt;br /&gt;Kenangan berproses dengan kawan-kawan di Jurusan Tarbiyah, Dakwah dan Syariah&lt;br /&gt;Kenangan merajut benang intelektual bersama kawan-kawan pergerakan, PMII, HMI, IMM, KAMMI, dan LSIK&lt;br /&gt;Kenangan berproses dengan kawan-kawan kos-kosan dalam wadah Forum Komunikasi Anak Kos (FOKUS)&lt;br /&gt;Kenangan berproses bersama Dewan Asatidz wa Asatidzah TPQ Nur Iman Karang Jambu, Purwokerto&lt;br /&gt;Kenangan berproses bersama dosen-dosenku, pak hartono, pak iin, pak kholid, dan dosen-dosen yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kenangan itu telah terpatri di hatiku, ku rindu kampus biruku, STAIN Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku rindu kawan-kawanku&lt;br /&gt;Ku rindu buku-buku perpustakaanku di kampus biru&lt;br /&gt;Ku rindu tiap sudut bangunan kampus biruku&lt;br /&gt;Ku rindu&lt;br /&gt;Ku rindu&lt;br /&gt;Ku rindu&lt;br /&gt;Ku rindu kenangan-kenangan itu, rindu serindu rindunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-9153427652115664633?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/9153427652115664633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=9153427652115664633' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/9153427652115664633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/9153427652115664633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/01/stain-purwokerto-kampus-biru-kampus.html' title='STAIN Purwokerto, Kampus Biru Kampus Masa Depan'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-8652670204357790137</id><published>2009-01-26T21:44:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T21:46:17.473-08:00</updated><title type='text'>TINJAUAN KRITIS TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL (UN) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN</title><content type='html'>A.     Latar Belakang&lt;br /&gt;Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Pendidikan juga sering dianggap sebagai aset bangsa yang paing berharga.  Setiap tanggal 2 Mei di seantero nusantara kita merayakan hari pendidikan nasional, seakan ingin menegaskan bahwa pendidikan merupakan modal untuk membangun negeri ini.  Tapi apa yang terlihat di lapangan sungguh berbeda bahkan ironis.  Pendidikan yang semula diharapkan menjadi bekal buat membangun masyarakat Indonesia baru yang tercerahkan justru sebaliknya menjadi cobaan yang justru membuat bangsa ini kian terpuruk.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Sejalan dengan kenyataan itu, keberhasilam pembangunan nasional akan ditentukan oleh keberhasilan kita dalam mengelola pendidikan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk di dalamnya adalah dengan mengadakan evaluasi pembelajaran secara nasional dalam bentuk Ujian Nasional (UN).  Ujian Nasional (UN) merupakan program evaluasi yang berfungsi selektif, yaitu untuk memilih peserta didik yang sudah berhak meninggalkan sekolah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;  Ujian Nasional (UN) juga merupakan bentuk penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan satuan pendidikan, dan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan (Pasal 68 PP No 19 Tahun 2005).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Nilai kelulusan dalam Ujian Nasional (UN) yang setiap tahun meningkat diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan.  Lalu bagaimanakah peran strategis Ujian Nasional (UN) sebagai program pemerintah yand diimplementasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?&lt;br /&gt;B.     Pembahasan&lt;br /&gt;1.   Landasan Hukum Pelaksanaan Ujian Nasional&lt;br /&gt;Ujian Nasional (UN) sebagai program evaluasi secara nasional dalam pelaksanaannya mempunyai landasan hukum yang kuat, antara lain :&lt;br /&gt;a.  Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS khususnya pasal 35 tentang Standar Nasional Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 35 ayat 1 UU No 20 Tahun 2003 disebutkan  8 (delapan)  Standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;b.   Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005&lt;br /&gt;Ketentuan terkait standar nasional pendidikan diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah  No 19 Tahun 2005 yang menjelaskan secara rinci ke-8 standar nasional pendidikan. Salah satu dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang mempunyai kaitan dengan pelaksanaan ujian nasional adalah standar penilaian pendidikan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasal 63 ayat 1 PP No 19 Tahun 2005 menjelaskan tentang penilaian pendidikan pada jenjang dasar dan menengah. Dimana terdiri dari penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Ujian nasional merupakan bentuk penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan satuan pendidikan, dan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan (Pasal 68 PP No 19 Tahun 2005).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ujian nasional memiliki dasar hukum yang kuat dan di akui oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;2.   Pro dan Kontra Terhadap Ujian Nasiional&lt;br /&gt;Ketentuan baru Ujian Nasional (UN) oleh Depdiknas yang dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional menuai protes dari beberapa kalangan disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kurangnya sosialisasi dari pihak Depdiknas. Kebijakan Ujian Nasional (UN) terkesan mendadak karena seringkali diinformasikan beberapa bulan menjelang pelaksanaan UN kepada pihak-pihak terkait.  Seperti informasi Ujian Nasional tahun ajaran 2005/2006 baru disosialisasikan 18 Oktober 2005. Dengan waktu yang singkat ini sepertinya sulit bagi pihak-pihak yang terkait, terutama pihak sekolah untuk mempersiapkan diri dengan baik menghadapi Ujian Nasional (UN) ini.&lt;br /&gt;Pihak sekolah menjadi kaget dan gugup menghadapi kebijakan baru Ujian Nasional (UN).  Seharusnya pemerintah melalui Depdiknas mensosialisasikan Ujian Nasional (UN) ini secara sistematis, bertahap dan berkelanjutan.  Misalnya, untuk lima tahun ke depan akan dilakukan Ujian Nasional (UN) dengan standar kelulusan yang berbeda.  Ujian Nasional yang pertama kali diperkenalkan tahun ajaran 2002/2003 dengan istilah Ujian Akhir Nasional (UAN) seharusnya Depdiknas menetapkan standar kelulusan yang berbeda dan meningkat dari tahun ke tahun untuk lima tahun kedepan. Contohnya, untuk tahun ajaran 2002/2003 standar kelulusan 3,01; tahun ajaran 2003/2004 standar kelulusan 4,01; tahun ajaran 2004/2005 standar kelulusan 4,26; tahun ajaran 2005/2006 standar kelulusan 4,50 dan tahun ajaran 2006/2007 standar kelulusan 5,01.  Dengan penetapan standar kelulusan yang sistematis, bertahap dan berkelanjutan maka pihak-pihak yang terkait di lapangan (dinas pendidikan, sekolah, guru, siswa dan orang tua) dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Kedua, adanya disparitas yang tinggi tentang mutu sekolah baik dalam satu daerah maupun antar daerah.  Realitas di lapangan menunjukan mutu sekolah berbeda-beda, baik dari aspek siswa, guru, fasilitas, sumber dana, maupun manajemen.  Dengan perbedaan ini tentu kurang bijaksana kalau diterapkan standar yang sama untuk persyaratan kelulusan. Seharusnya Depdiknas menetapkan standar kelulusan yang berbeda dengan memperhatikan kondisi riil daerah dan sekolah.&lt;br /&gt;Ketiga, hasil Ujian Nasional (UN) yang hanya menguji beberapa mata pelajaran dan hanya bersifat kognitif tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan.  Kalangan yang menolak Ujian Nasional (UN) berpandangan bahwa untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh termasuk non-akademis, proses dan input pendidikan.  Meningkatkan standar mutu pendidikan tentu tidak sesederhana hanya dengan meningkatkan angka standar kelulusan.  Secara substansial harus ditopang dengan pembenahan-pembenahan persoalan pendidikan secara mendasar dan komprehensif, seperti gedung sekolahan yang rusak berat, banyaknya siswa putus sekolah, kekurangan guru, kekurangan buku pelajaran, penyediaan komputer yang terbatas, dan laboratorium yang belum standar serta persoalan pendidikan lainnya.&lt;br /&gt;Keempat, hasil Ujian Nasional (UN) selama ini tidak ada tindak lanjutnya.  Para praktisi pendidikan, terutama guru selama ini kurang merasakan adanya manfaat nyata dari Ujian Nasional (UN), terutama dalam hal peningkatan kualitas mengajar.  Ujian Nasional (UN) lebih sekedar kegiatan rutin tahunan. Seharusnya pasca Ujian Nasional (UN) dilakukan pelatihan intensif terhadap guru bidang studi yang siswanya banyak yang gagal dalam Ujian Nasional (UN).&lt;br /&gt;Kelima, Ujian Nasional (UN) di SMA/SMK kurang mempunyai relevansi dengan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.  Siswa SMA yang dinyatakan lulus dengan nilai Ujian Nasiona (UN) yang tinggi tetap harus ikut seleksi untuk masuk ke Perguruan Tinggi.  Sepertinya tidak ada koordinasi antara Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Pendidikan Tinggi. Pihak Perguruan Tinggi sepertinya “tidak percaya” dengan hasil Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan manajemen pendidikan dasar dan menengah. Padahal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 68 dinyatakan bahwa hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.&lt;br /&gt;Bersamaan aksi protes dari beberapa kalangan seputar Ujian Nasional (UN), terjadi ketakutan yang berlebihan dari pihak-pihak yang berkecimpung secara langsung dalam pendidikan (Dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua dan siswa) terhadap hasil Ujian Nasional (UN).  Mereka seakan takut menerima kenyataan kalau nanti banyak siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN), sehingga mereka berupaya menolak Ujian Nasional (UN) yang dianggap merugikan.  Ketakutan mereka disebabkan oleh beberapa faktor.&lt;br /&gt;Pertama, tradisi kelulusan 100%. Sistem ujian sekolah yang berlaku mulai tahun 1965 dan diganti dengan sistem evaluasi belajar tahap akhir nasional (Ebtanas) yang mulai diterapkan tahun 1982 seolah “meninabobokan” para pelaku pendidikan di lapangan, terutama guru dan kepala sekolah. Dengan sistem ini dimungkinkan siswa dapat lulus 100%, karena sekolah (guru dan pihak lainnya) dapat bermain-main dengan angka agar kelulusan dapat mencapai 100%.  Kesan adanya “mark up” nilai sulit dihindari. Tanpa bermaksud memojokan, kesan itu mudah diketahui dari nilai yang diperoleh siswa saat mengikuti Ebtanas. Dengan nilai ebtanas murni (NEM) di bawah angka tiga banyak siswa dinyatakan lulus, karena nilai mata pelajaran lain ditinggikan, sehingga nilai rata-rata melampaui batas minimal nilai yang dipersyaratkan untuk bisa lulus ujian (misalnya rata-rata 6,00).  Tradisi kelulusan 100% sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip pendidikan, karena tidak mendorong siswa untuk belajar keras dan guru untuk bekerja keras.  Guru tidak tertantang oleh keadaan untuk lebih mempersiapkan diri sebelum masuk ruang kelas.  Tidak ada budaya kompetisi baik bagi siswa maupun guru, sebab nantinya juga lulus 100%.&lt;br /&gt;Kedua, adanya budaya malu terhadap kekurangan diri sendiri. Ada kekhawatiran melalui hasil Ujian Nasional (UN) akan menunjukan lemahnya kinerja dan kompetensi para praktisi pendidikan di lapangan selama ini. Sehingga ada kesan bahwa selama ini ada upaya mengadakan manipulasi terhadap hasil Ujian Nasiional (UN).  Kalau memang praktisi pendidikan di lapangan sudah merasa bekerja secara profesional, maka tidak akan takut dengan standar kelulusan 4,50.&lt;br /&gt;Ketiga, adanya kekhawatiran akan terjadinya keresahan dan gejolak sosial di masyarakat.  Dengan banyaknya siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional ada kekhawatiran dari beberapa kalangan akan terjadi gejolak sosial.  Pandangan ini kurang berdasar, karena sudah saatnya masyarakat Indonesia diajarkan mau menerima kenyataan sepahit apapun.  Sudah saatnya masyarakat Indonesia dididik untuk bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.  &lt;br /&gt;3.   Ujian Nasional dan Mutu Pendidikan&lt;br /&gt;Pro kontra seputar Ujian Nasional (UN) tidak seharusnya terjadi kalau semua pihak saling memahami dan menempatkan Ujian Nasioinal (UN) secara proporsional.  Pihak pemerintah melalui Depdiknas harus merancang sistem ujian atau penilaian yang sistematis, bertahap dan berkelanjutan.  Sistem penilaian harus dapat difungsikan untuk mendeteksi potensi dan kompetensi siswa sekaligus bisa memetakan kompetensi guru dalam keberhasilan pembelajaran di kelas.&lt;br /&gt;Hasil Ujian Nasional (UN) juga harus ditindaklanjuti dengan berbagai program yang dapat meningkatkan mutu pendidikan secara komprehensif. Sistem penilaian (UN) harus mampu: memberi informasi yang akurat; mendorong siswa untuk belajar; memotivasi guru dalam pembelajaran; meningkatkan kinerja lembaga; dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan sistem penilaian yang demikian diharapkan secara berangsur-angsur mutu pendidikan di tanah air akan meningkat.&lt;br /&gt;Di lain pihak, para praktisi pendidikan di lapangan, terutama guru dan Kepala Sekolah harus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, sehingga kualitas pembelajaran di kelas akan meningkat dan pada gilirannya akan meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian berapapun standar kelulusan yang akan ditetapkan pemerintah akan selalu siap, tanpa ada rasa takut dan kaget.&lt;br /&gt;Di sisi lain pula para siswa dan orang tua juga akan tumbuh kesadaran bahwa untuk mencapai hasil yang memuaskan harus ditempuh dengan kerja keras, sehingga anggapan dalam ujian pasti lulus 100% hilang dari pikiran mereka. Kalau semua pihak sudah pada pemikiran, kesadaran, dan tindakan yang sama, maka mutu pendidikan di Indonesia perlahan-lahan namun pasti akan meningkat.&lt;br /&gt;Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak bisa ditempuh dengan cara parsial tetapi harus holistik dengan melibatkan semua pihak yang terkait dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;C.  Kesimpulan dan Penutup&lt;br /&gt;Ujian Nasional (UN) sebagai sebuah evaluasi secara nasional harus tetap dilaksanakan walaupun pelaksanaannya telah menuai pro dan kontra.  Untuk mengefektifkan pelaksanaan Ujian Nasional hendaknya :&lt;br /&gt;1.        Pemerintah membuat petunjuk teknis pelaksanaan Ujian Nasional (UN) setidak-tidaknya satu tahun sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dilaksanakan;&lt;br /&gt;2.        Pemerintah memfasilitasi guru mata pelajaran yang diujikan untuk meningkatkan kompetensi mereka;&lt;br /&gt;3.        Pemerintah membuat konsep Ujian Nasional (UN) yang bukan hanya menitik beratkan pada ranah kognitif (knowledge) saja tetapi juga ranah afektif (value) dan psikomotorik (skill);&lt;br /&gt;4.        Komponen sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, staf tata usaha, peserta didik dan wali murid peserta didik bekerja sama dalam persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN);&lt;br /&gt;5.        Guru mata pelajaran yang diujikan harus senantiasa berkreasi untuk meningkatkan mutu pembeajaran.&lt;br /&gt;6.        Peserta didik belajar secara kontinu.&lt;br /&gt;Demikianlah pembahasan makalah tentang tinjauan kritis penulis terhadap upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui Ujian Nasional (UN).  Semoga makalah sederhana ini bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arifin, Anwar.  2003.  Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang SISDIKNAS.  Jakarta : Ditjen Kelembagaan Agama Islam DEPAG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arikunto, Suharsini.  1996.  Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.  Jakarta : Bumi Aksara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmaningtyas.  2005.  Pendidikan Rusak-Rusakan.  Yogyakarta : LKiS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyasa, E.  2003.  Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, Implementasi dan Inovasi.  Bandung : Remaja Rosda Karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurdin, Syafrudin.  2005.  Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Jakarta : Quantum Teaching&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.lpmpdki.web.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; E.  Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, Implementasi dan Inovasi, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2003), hlm.  15&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Darmaningtyas, Pendidikan Rusak-Rusakan, ( Yogyakarta : LkiS, 2005), hlm.  V&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Syafrudin Nurdin, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, (Jakarta : Quantum Teaching, 2005), hlm.  1&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Suharsini Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), hlm.  9&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; www.lpmpdki.web.id&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Anwar Arifin, Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang SISDIKNAS, (Jakarta : Ditjen Kelembagaan Agama Islam DEPAG, 2003), hlm.  49&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; www.lpmpdki.web.id&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5547649996449882110#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-8652670204357790137?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/8652670204357790137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=8652670204357790137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8652670204357790137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8652670204357790137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/01/tinjauan-kritis-terhadap-pelaksanaan.html' title='TINJAUAN KRITIS TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL (UN) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-7348950122661598957</id><published>2009-01-24T22:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T22:19:24.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim gugur'/><title type='text'>suara hati untuk mantan-mantan kekasih</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lagu Sheila on 7 tlah mengingatkanku pada dirimu, mantan-mantan kekasihku.  Ku yakin kau tlah bahagia dengan kekasihmu sedang aku kini masih berusaha tuk mendapatkan cinta sejatiku, bidadariku masih belum yakin akan cintaku kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Walau kini kita tak lagi saling mencintai tapi ku berharap tali silaturahmi diantara kita tak akan pernah putus dan slalu ku doakan agar kau mendapatkan kebahagiaan dari kekasihmu, doaku slalu menyertai kalian.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kita punya banyak kenangan manis, bernostalgialah dengan kenangan itu jika kangen denganku tapi ingat kalian juga harus membuat kenangan-kenangan manis juga dengan kekasihmu.  Akupun akan selalu mengingat kenangan-kenangan kita, semua akan menjadi sebuah bingkisan manis dalam hatiku.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tak mampu kuungkapkan dengan kata-kata yang indah untukmu duhai mantan-mantanku, kudedikasikan puisi "Pelangi-pelangi" ini untukmu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pelangi-pelangi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pada pelangi-pelangi kubalutkan sewarna asa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;melintas indah di pepohonan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Anganpun membawaku terbang ke pelangi-pelangi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kemudian adalah pesona,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pelangi-pelangi memandangiku lama-lama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kemudian adalah pesona,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pelangi-pelangi membawaku ke alam mereka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;masa lalu yang indah walau kurasa hanya sekejap&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pelangi-pelangi, tersenyumlah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kenangan-kenangan itu tlah kubalut dengan indah warnamu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-7348950122661598957?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/7348950122661598957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=7348950122661598957' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/7348950122661598957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/7348950122661598957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/01/suara-hati-untuk-mantan-mantan-kekasih.html' title='suara hati untuk mantan-mantan kekasih'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-8648489231773402803</id><published>2009-01-20T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T06:13:45.922-08:00</updated><title type='text'>Israel is very cruel, let's boycot israel</title><content type='html'>Terlalu banyak hukum internasional dan etika perang yang dilanggar Israel dalam rangkaian gempurannya atas Gaza yang, menurut Amnesty International per 7 Januari, telah menewaskan lebih dari 700 dan melukai sekitar 3.000 orang.&lt;br /&gt;Korban luka yang kelak selamat pun mungkin akan mengidap kanker, karena Israel menggunakan bom gas fosfor putih. Senjata kimia ilegal ini bisa menimbulkan kerusakan fisik hingga ke tulang – atau mengubah tubuh menjadi serpihan.&lt;br /&gt;Dr Mads Gilbert, anggota tim relawan medis Norwegia yang bekerja di Gaza, masih mendokumentasikan penggunaan bom-bom ilegal itu, yang terkategori Dense Inert Metal Explosive (DIME). Dr Gilbert, yang telah berpengalaman di wilayah konflik, menyatakan situasi di Gaza merupakan yang terburuk yang pernah dia saksikan.&lt;br /&gt;Dua sekolah PBB terkena bom, menewaskan 30 anak di dalamnya. New York Times, Senin lalu melaporkan, rumah sakit di Gaza penuh warga sipil, bukan serdadu Hamas.&lt;br /&gt;Membidik sasaran sipil melanggar Konvensi Geneva ke-4. Lontaran roket-roket Hamas ke wilayah Israel, yang tidak membedakan kombatan dan nonkombatan, adalah ilegal, meski korban aktualnya sejauh ini hanya enam orang; dan sepanjang satu tahun sebelum serangan ini tidak menewaskan satu pun warga Israel.&lt;br /&gt;Jadi gempuran Israel lebih terkait dengan persaingan politik di Tel Aviv menjelang pemilu Februari. Partai Kadima yang berkuasa ingin menunjukkan ia pun bisa sekeras Likud, yang menjadikan ketidaktegasan partai Tzipi Livni (calon favorit PM) itu terhadap Palestina sebagai kartu untuk mengalahkannya.&lt;br /&gt;Tapi yang dilakukan Israel, dengan gempuran udara dan daratnya, melanggar Konvensi Geneva secara sangat serius. Korban sipil terlalu banyak, sampai 25 persen dari seluruh korban, seperti terlihat dari mereka yang dirawat. Dari segi ini dalih bahwa jatuhnya warga sipil hanya ekses sulit diterima. Yang lebih mungkin: Israel tidak membedakan militer dan sipil – atau setidaknya tak cukup sungguh-sungguh membidik eksklusif serdadu Hamas.&lt;br /&gt;Boleh jadi ini bagian dari strategi Israel untuk mengucilkan atau menurunkan popularitas Hamas di mata warga Palestina, atau warga Gaza khususnya. Dengan banyaknya korban jiwa dan bangunan sipil, warga Gaza akan menyalahkan Hamas, yang memang suka memprovokasi Israel (yang juga merupakan strategi Hamas agar tampak kredibel di mata warga Palestina, untuk membedakannya dari Fatah-PLO yang terkesan lunak terhadap Israel).&lt;br /&gt;Serangan Israel merupakan penghukuman kolektif terhadap seluruh warga Gaza karena tindakan sejumlah serdadu Hamas. Gempuran itu juga merupakan reaksi yang jauh melampaui proporsi. Ini memang doktrin Israel sejak ia berdiri: menyerang besar-besaran dengan mendefinisikannya sebagai pembalasan; atau menyerang duluan dengan dalih mencegah ancaman potensial menjadi aktual; taktik pre-emptive strike temuan Israel ini kemudian ditiru AS di Irak.&lt;br /&gt;Alasan keempat yang membuat Israel melanggar Konvensi Geneva: ia memblokade Gaza dari bantuan pangan dan obat-obatan, sehingga menimbulkan krisis kemanusiaan di wilayah mini berpenduduk 1,5 juta jiwa itu. Gempuran Israel sejak dua pekan silam sesungguhnya puncak dari blokade yang dilakukannya selama dua tahun terakhir.&lt;br /&gt;AS memberikan sumbangan besar, hampir secara langsung, terhadap gempuran Israel kali ini. Menurut Marjorie Cohn, Direktur Pusat Studi Timur Tengah Universitas San Francisco, Amerika melanggar hukumnya sendiri.&lt;br /&gt;AS memberi bantuan US$3 miliar per tahun kepada Israel. Dana pajak rakyat AS inilah yang digunakan Israel untuk membeli jet F-16 dan helikopter tempur Apache yang dipakai untuk menggempur Gaza sekarang. UU Bantuan Keamanan dan HAM melarang AS membantu Israel, yang terlibat pelanggaran berat HAM sebagaimana diakui oleh masyarakat internasional, dalam pola yang konsisten.&lt;br /&gt;UU Pengendalian Ekspor Senjata melarang persenjataan AS digunakan selain di dalam batas negara demi membela diri.&lt;br /&gt;“Mengebom gedung-gedung sekolah, kantor polisi dan stasiun penyiaran bukanlah pembelaan diri,” kata Cohn, yang juga profesor hukum dan presiden Gilda Pengacara Nasional (marjoriecohn.com).&lt;br /&gt;New York Times mengutip sejumlah pakar Timur Tengah yang yakin bahwa serangan Israel kali ini sebagai “aji mumpung” – mumpung Presiden Bush masih duduk di Gedung Putih. Karena itu harapan tinggal pada presiden terpilih Barack Obama, sebagai kepala negara satu-satunya yang mampu menghentikan kebuasan Israel yang melanggar semua hukum dan etika perang.&lt;br /&gt;Maka kebungkaman Obama, selain sangat disayangkan, juga aneh, mengingat begitu banyak hal yang selama ini dikomentarinya dengan tegas, termasuk isu-isu luar negeri yang panas seperti Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;Dunia memang tidak mungkin berharap Obama bersikap keras terhadap Israel atau berpihak pada Palestina. Tapi dunia tentu pantas berharap agar Obama memahami bahwa yang sedang terjadi di Gaza bukanlah perang, melainkan krisis kemanusiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-8648489231773402803?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/8648489231773402803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=8648489231773402803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8648489231773402803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8648489231773402803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/01/israel-is-very-cruel-lets-boicot-israel.html' title='Israel is very cruel, let&apos;s boycot israel'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-8391032147068829425</id><published>2009-01-19T20:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T20:29:52.613-08:00</updated><title type='text'>My Angel</title><content type='html'>Semua orang punya perjalanan hidup yang unik, begitu juga aku dan dari perjalanan itu tentu saja kita mempunyai suatu harapan, harapan untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akherat.  Hampir semua perjalanan seseorang didominasi oleh perjalanan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah CINTA, suatu kata yang sungguh indah apabila di dalamnya ada kebahagiaan dan suatu kata yang sungguh menyakitkan bila didengar apabila di dalamnya cuma ada penderitaan.&lt;br /&gt;Hadirnya cinta bisa merubah kehidupan seseorang, menjadi baik atau malah bisa menjadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa kali anda jatuh cinta?&lt;br /&gt;Sudah berapa kali anda menjalin hubungan dengan seseorang?&lt;br /&gt;Sudah berapa kali anda gagal dalam menjalin hubungan seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh ingin rasanya aku dapatkan cinta yang sesungguhnya dari seseorang yang aku cintai.&lt;br /&gt;Kini kutemui orang tersebut, dengan hadirnya hidupku berubah seolah ada cahaya yang masuk ke jendela hatiku menerangi hatiku.&lt;br /&gt;Sungguh kurasakan kebahagiaan saat bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kebahagiaan itu kurasakan, aku menjadi takut kalau kebahagiaan tersebut tidak ia rasakan saat bersamaku.&lt;br /&gt;saat kebahagiaan itu kurasakan, aku menjadi takut kehilangan ia.&lt;br /&gt;Ku hanya bisa berusaha dan berdoa sekuat sekuat hati dan jiwaku untuk membuatnya percaya dan mau hidup selamanya bersamaku.  Yah, menjadi istriku di dunia dan menjadi bidadariku di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika ia adalah jodoh hamba, dekatkan dan satukanlah ia dengan hamba.  Namun jika ia bukanlah jodoh hamba, jangan biarkan hamba jauh dariMU dan larut dalam kesedihan.&lt;br /&gt;Doa itulah yang slalu ku layangkan kepadaNYA agar DIA menyatukanku dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sekali rasanya ku slalu memeluknya, melindunginya dan hidup bersamanya di dunia adn di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadariku, terima kasih untuk kasih sayang yang tlah kau berikan kepadaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-8391032147068829425?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/8391032147068829425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=8391032147068829425' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8391032147068829425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8391032147068829425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/01/my-angel.html' title='My Angel'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-8398159638133933660</id><published>2009-01-03T05:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T06:00:10.548-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;You’re beautiful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My life is brilliant.My love is pure.I saw an angel.Of that I'm sure.She smiled at me on the subway.She was with another man.But I won't lose no sleep on that,'Cause I've got a plan.You're beautiful. You're beautiful.You're beautiful, it's true.I saw you face in a crowded place,And I don't know what to do,'Cause I'll never be with you.Yeah, she caught my eye,As we walked on by.She could see from my face that I was,Flying high,And I don't think that I'll see her again,But we shared a moment that will last till the end.You're beautiful. You're beautiful.You're beautiful, it's true.I saw you face in a crowded place,And I don't know what to do,'Cause I'll never be with you.You're beautiful. You're beautiful.You're beautiful, it's true.There must be an angel with a smile on her face,When she thought up that I should be with you.But it's time to face the truth,I will never be with you. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Lagu itu dinyanyikan oleh james Blunt, judulnya You're beautiful.  lagu itu nyeritain tentang seorang lelaki yang jatuh cinta pada seorang gadis yang cantik, ia seperti bidadari.  Wah, si lelaki itu bertemu dengan si gadis di Sub Way alias kereta bawah tanah, di tengah keramaian gitu lah....&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Niat hati itu lelaki pengin deket dengan si cantik tapi sayang nampaknya si cantik dah punya pacar, singkat cerita si lelaki itu pesimis to dapetin si cantik dan ia merasa nggak bakalan bisa dapetin si cantik itu iapun hidup dala kehidupan yang pesimistis dalam bercinta.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sobat, begitulah cinta deritanya tiada pernah berakhir...itu kata si Pat Kay&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Yang jelas cinta adalah aktualisasi dari nafsu, nafsu untuk memiliki padahal orang yang kita cintai dan ingin kita miliki itu adalah milikNYA sehingga orang-orang tua kita mengatakan kalau jodoh itu/pasangan kita dah ditentukan sama Yang Di atas, yap aku sepitu buanget.  Dengan keyakinan seperti itu kita takkan pernah takut untuk kehilangan orang yang kita cintai.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bukankah orang yang kita cintai adalah milikNYA so kalau emang orang yang kita cintai adalah jodoh kita pasti ia akan hidup bersama kita selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bro, pasti kita punya cerita cinta masing-masing.  jalani saja alur cerita cinta itu mengalir apa adanya seperti air yang mengalir karena semua udah ditentukan olehNYA, tentu saja itu tanpa mengesampingkan ikhtiar kita dan untuk itu silahkan berikhtiar tapi jangan biarkan nafsu itu membelenggu hati kita karena kita terlalu mencintainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-8398159638133933660?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/8398159638133933660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=8398159638133933660' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8398159638133933660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/8398159638133933660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2009/01/youre-beautiful-my-life-is-brilliant.html' title=''/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-6155921730762765684</id><published>2008-12-01T18:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T02:47:55.258-08:00</updated><title type='text'>Love of my life</title><content type='html'>Love of my life you hurt me&lt;br /&gt;You broken my heart and now you leave me&lt;br /&gt;Love of my life can't you see&lt;br /&gt;Bring it back, bring it back don't take it away from me because you don't know what it means to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love of my life, don't leave me&lt;br /&gt;You have stolen my heart, now desert me&lt;br /&gt;Love of my life can't you see&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bring it back, bring it back don't take it away from me because you don't know what it means to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You were remember what this is blown over and everything all by the way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I grow older I'll be there left you side to remind you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How I still love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I still love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's my favourite song, wow so sweaty...romantic song&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That song is called by Love of my life from Queen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, I fall in love with someone and I love her very much&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope we can gather forever but I think will be difficult getting her&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I must make her parent believe me and give me permission to get married with her&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-6155921730762765684?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/6155921730762765684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=6155921730762765684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/6155921730762765684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/6155921730762765684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2008/12/love-of-my-life.html' title='Love of my life'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5547649996449882110.post-5553590262730654723</id><published>2008-11-30T23:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T23:21:36.890-08:00</updated><title type='text'>novancute</title><content type='html'>Aku nggak tau akan apa yang terjadi dalam hidupku, semua terjadi tidak sesuai dengan apa yang aku rencanakan.  Tapi aku bersyukur karena aku yakin apa yang telah terjadi padaku adalah yang terbaik untukku walau itu terjadi tanpa ku rencanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini akan kujalani semuanya, dan sepertinya akan lebih tepat kalau ku ikuti filosofi air, slalu mengalir hingga ke samudra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar, belajar dan belajar sepertinya itu juga perlu ku lakukan dan terima kasih tuk semua orang yang tlah memotivasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5547649996449882110-5553590262730654723?l=novancute.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novancute.blogspot.com/feeds/5553590262730654723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5547649996449882110&amp;postID=5553590262730654723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/5553590262730654723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5547649996449882110/posts/default/5553590262730654723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novancute.blogspot.com/2008/11/novancute.html' title='novancute'/><author><name>novancute.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14582881744854279552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
